Kakak Si Kutu Buku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 8 July 2017

Kring… Kring, suara jam beker pukul 04.30 berbunyi.
Tasya segera mengambil air wudhu dan menunaikan kewajibannya dan pukul 05.00 Tasya membaca-baca majalah terkini. Anak pejabat ini memang seorang Fashionable dan bisa dibilang cukup alay namun hatinya sangatlah ramah.

“Tasya, Cepat turun” Teriak ibunya bermaksud menyuruhnya makan.
Tasya tak menghiraukan, ia begitu fokus terhadap rambutnya yang indah gemulai.
“Pagi mom, pagi dad” sapa Tasya sembari menuruni anak tangga.
“Zuppa Soup! Waw aku sudah lama tak makan ini” Seru Tasya.
Oya, kalian tau Zuppa Soup? Itu, loh, Sup khas Itali yang di mulut mangkuknya ditutupi oleh roti yang mengembang bulat, Yummy.

“Mom, liburan panjang ini kita ke mana?” Tanya Tasya
“Nanti kakakmu akan kemari” Ucap ibu
Tasya tersentak, Kakak? Bukankah aku anak tunggal, pikir Tasya.
“Kakak? Bukankah Mom cuma punya anak satu? Yaitu aku” Semua pertanyaan tentang kakak terlontar dari mulut Tasya.
Sembari tersenyum, Ayah menjawab “kamu nanti buka lemari tua di gudang. Ayah dan Ibu ingin ke kantor dulu”
Dengan rasa penasaran Tasya menghabiskan Zuppa Soupnya dan segera ia ke gudang. Dan membuka lemari tua.

“Ih Jijik banget sih” Keluh Tasya.
Ia melihat sebuah tas kecil bergambar Paris. Ia membawa ke kamarnya. Di tas itu berisi sebuah kartu keluarga, amplop yang berisi surat, dan hmm… sebuah… Album foto!.
Ia membuka kartu keluarga, ternyata ibu tak bohong. Di atas kolom bertulisan “Ratu Anatasya” tertampang sebuah nama yaitu “Ratu Berliana Cherin”
Kemudian Ratu Anatasya, ups!, maksudku Tasya membuka sebuah amplop biru. Ia membacanya.

Dear Tasya, Adikku, ini aku, Liana. Bagaimana kabarmu sekarang? Aku akan menceritakan semuanya. Dulu usia kita baru berumur sekitar 3 tahun. Dan saat itu terjadi kecalakaan dimana ayah lumpuh dan kamu mengidap lupa ingatan. Dan waktu itu ibu membawaku ke desa tempat nenek tinggal karena ibu kasihan nenek tinggal sendiri sementara kakek hmm… kakek sudah meninggal saat kamu belum lahir. Oya, Tasya, kamu tahu gak kalau kita ini kembar loh! Tapi mungkin sekarang udah gak mirip lagi. Eh, udahan dulu, ya, Wassalamualaikum.

Tasya tersenyum. Ting! Hp Tasya berbunyi menandakan ada satu pesan. Ia melihat hpnya. “Tasya ini gue Chika, temen sekelas lo dulu, gua mau kasih tau bahwa kata bu Rena -Wali Kelas yang dulu- suruh bawa buku tentang kisah-kisah menakjubkan soalnya mau dibawa. Nanti ada acara reunian tgl 25-5-2012. Ok.” Hhhmmm… berarti harus beli dulu dong, pikir Tasya.

Karena ia tak membuang waktu lagi, segeralah ia mengeluarkan mobilnya dan pergi ke Gramedia. Ia membeli 5 buku tentang kisah-kisah menakjubkan. Lalu ia berniat ingin makan dulu. Tetapi seorang perempuan desa memakai kaca mata yang sepertinya seorang kutu buku menghampirinya dan bertanya “Permisi, apakah kamu tahu keberadaan Kompleks Hijau Residence di mana?” Tanya si gadis desa. Tasya mengangguk. Jelas ia sangat tau kompleks itu karena kompleks itu adalah perumahan dia.
Karena ibu mengajarinya untuk menolong orang yang kesusahan, dia rela menunda makan siangnya.
“Ya! Aku tahu itu mari ikut ke mobilku biar kuantarkan”
“Makasih, ya,”

Di perjalanan si kutu buku diam saja. Lalu Tasya memulai topik obrolan.
“Oh, ya, kenalin nama gue Tasya, lo siapa?” Tasya memulai topik.
“Namaku Liana, Ratu Berliana Cherin”
Tasya yang mendengarnya akhirnya nge-rem mendadak.
“A… Apa…? Nama kamu siapa tadi?” Tanya Tasya tak percaya.
“Ratu Berliana Cherin, biasa dipanggil Liana” Tasya yang mendengarnya akhirnya memeluk Liana.
“E… eh ada apa ini?” Tanya Liana sedikit bingung dan gerogi.
“Biar aku jelasin nanti” Jawaban yang terlontar di mulut Tasya membuat Liana kebingungan. Tasya segera membawa Liana ke rumahnya.

“Kak, kakak kenal kan rumah ini? Ini rumah kita, pasti rumah ini kan yang kakak cari, kak ini aku Tasya, Ratu Anatasya.” Ucap Tasya ketika sampai dirumah mewahnya.
“Ja… jadi ka… kamu a… adik aku?” Tanya Liana. Tasya mengangguk pasti. Lalu mengambil hp pink nya “Halo, mam”
“…”
“Mam, cepet pulang ke sini,”
“…”
“Pokoknya ceeepet”
Klik! Tasya mengakhiri obrolannya di telepon dan segera mengajak masuk Kak Liana Ke dalam rumah. Dalam sekejap, Liana dan Tasya sudah begitu akrab. Ibu dan Ayahnya yang melihat seorang perempuan cantik segera memeluknya. Pelukannya bagaikan melepas rindu yang sangat… dalam.

“Kamu! Belajarlah dengan kakakmu. Dia anak pandai di Desa nenekmu. Belajarlah dengan giat karena kamu sebentar lagi ada ujian” Suruh Ibu
“Yes Mom,”

Tasya sangat belajar banyak dari Kak Liana. Mulai dari dirinya yang tidak suka membaca menjadi Kutu buku. Dia tidak jijik lagi. Dan tidak alay pastinya. Nilai nilainya yang jelek menjadi tertinggi.
Liana pun bercerita banyak tentang kehidupannya di desa yang amat merindukan Keluarganya.
Yang amat senang lagi, Mereka-Liana, Tasya, Ibu Dan ayah- akan tinggal di desa.
Tentu senang bukan mempunyai keluarga seperti ini -Fadiyah-

Cerpen Karangan: Fadiyah
Facebook: Fadiyah

Cerpen Kakak Si Kutu Buku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Air Mataku Kekuatanku

Oleh:
19 tahun silam lahirlah bayi perempuan yang memiliki berat 3,5 kg, seluruh keluarga sorak sorai bergembira menyambutnya, karena bayi mungil ini lahir pada malam hari, maka ia diberi nama

Ibu

Oleh:
Kutarik lagi tas yang melorot di pundak kananku. Pegal rasanya berjalan kaki mengelilingi kota ini. Mungkin tidak hanya diriku yang berjalan dengan menenteng amplop cokelat di tengah kota yang

Allah Give More

Oleh:
Aisyah Nurunnisa adalah anak yang memiliki kekurangan pada fisiknya walaupun dia memiliki kekurangan namun dia mampu menghadapi berbagai lika-liku hidup dengan yakin kepada Allah bahwa Allah sangat menyayanginya. Dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *