Kakak

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 12 March 2016

Kring…Kring…Kring. Alarm berbunyi tandanya udah mau masuk subuh. Namaku Ira Anggraini Andriana panggil saja Anggraini atau terserahlah karena itu gak penting. Saat alarm berbunyi segera aku bergegas mandi ambil wudhu dan salat berjama’ah bersama keluargaku. Saat hendak salat kakakku yang bernama Desi tidak ada awalnya aku tidak menaruh curiga. Apa karena aku pikir dia lagi halangan (haid) makanya aku gak nanya sama keluargaku.

Matahari muncul..
“Whaaa seger banget hari ini,” ucapku agak lantang. “Pas banget buat ngerjain Kak Desi yang lagi tidur,” sambungku tanpa berpikir panjang aku menyelidiki seluruh ruangan guna untuk mengagetkan Kak Desi. Aku berjalan berjinjit seperti maling dan ketika aku hendak membuka pintu kamar Kak Desi mama memanggilku dari belakang, “Anggra ngapain kamu di situ?” tanya mama yang sepertinya selesai menangis.

“Mama jangan berisik aku lagi mau ngagetin Kak Desi,” Ucapku setengah berbisik, lalu mama menyuruhku duduk untuk mendengarkan ceritanya.
“Sayang jangan sedih ya,” ucap mama.
“kenapa ma? Apa yang sedih?” tanyaku penasaran.
“Sayaaaang, mobil Kakak kamu semalam tabrakan dengan truk pembawa tebu, saat kamu tidur. Mama sengaja tidak memberitahumu semua ini, karena mama takut kamu syok dengan semua apa yang telah terjadi Nak, Kakak kamu. Muka Kakak kamu hancur Nak, dilindas truk itu.” jelas mama.

Aku tak terima apa yang telah terjadi aku mau semua terulang kembali agar aku bisa ikut dengan kakakku aku syok dan tiba-tiba semuanya gelap aku tak ingat apa-apa. Saat aku bangun aku lihat semua keluargaku di sampingku. Aku menangis saat aku telah tahu kakak akan pergi selamanya meninggalkanku. Dalam isak tangisku aku melihat Kak Desi dia melambaikan tangannya untuk yang terakhir kalinya. Aku memanggilnya dengan pelan. “Kakak.. hiks hiks.”

Cerpen Karangan: Ira Anggraini Andriana

Cerpen Kakak merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


MIsteri Bakpao Penyelamat

Oleh:
Lagi-lagi aku terbangun tepat jam 12 malam. Wangi khas bakpao ayam yang baru matang menggelitik perutku hingga suara kriyak-kriyuk pertanda lapar saling bersahutan. Namun aku ragu tuk beranjak dari

Matahariku Telah Pergi

Oleh:
Bulan tersenyum padaku, bintang menari-nari di atas awan, terlihat sangat bahagia. Waktu berlalu begitu cepat, tanpa ku sadari saat ini aku telah berusia 16 tahun lebih, ya sebentar lagi

Keluarga dan Arti

Oleh:
Dari awal aku menyadari bahwa hidup tidaklah seindah yang dibayangkan. Dan aku tahu bahwa keberadaanku di dunia bukanlah sesuatu yang diharapkan. — sejak menginjak masa pubertas, aku begitu paham

Kartini Masa Kini

Oleh:
Pramugari. Pekerjaanku? Hah, sayangnya bukan. Itu hanyalah cita-citaku sedari kecil yang tentu saja tak kesampaian. Kau tahu karena apa? Karena tinggi badanku -uh sampai sekarang aku benci bila harus

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *