Kakakku Tersayang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Nasihat
Lolos moderasi pada: 25 August 2013

Pada suatu hari, aku melamun saja di sekolah. Aku ditanya oleh Shasa.
“Hey, kok melamun aja sih ada apa? Ayo main!” kata Shasa.
“Gak ah aku lagi gak mau main” kataku.
“Lho, kenapa?” kata Shasa.
“mau tau aja apa mau tau banget?” kataku sambil berlalu.
“Lho… lho. Kok begitu sih?” kata Shasa.

Setelah itu aku ke kantin untuk membeli makanan. Ternyata uangku hanya tinggal Rp.2000,- dan tidak cukup untuk membeli burger.
“Gak cukup nih neng. Harganya Rp.5000,- bukan Rp.2000,- neng.” kata bang Somad.
Tiba-tiba ada Shasa dari arah belakang.
“Nih, kurangnya cepet bikinin buat Cinta!” kata Shasa.
“Ya neng.” kata bang Somad.
“Gak usah kali Sha…” kata-kataku terputus karena Shasa mendahului.
“Sttt… udah jangan mikir begitu, tuh burgernya udah mateng!” kata Shasa.
Aku pun terkejut dengan katanya Shasa itu. Dan lalu Shasa menanyakan sesuatu kepada ku.
“Cinta, ada apa sih Cin?” kata Shasa
“Eh iya, kamu bawa bekel apa? Aku lupa aku bawa bekal hari ini.” Katanya lagi
“Aku gak bawa bekal. Tadi kakak ku sedang sakit jadi ibu tidak sempat memasak untuk bekalku.” jelasku panjang lebar.
“Ya sudah ikut aku yuk!” kata Shasa sambil menarik tangan ku.

Di kelas ia mengeluarkan sesuatu.
“Ini ambil, biskuit ini diberi oleh pamanku dari Bali. Yang ini untuk kakak mu yang sedang sakit. Dan ini untuk kakak mu yang agak gemuk itu.” kata Shasa panjang lebar.
“Kenapa ya kalau punya kakak selalu harus berbagi, saling menolong. Kamu enak gak punya kakak. Tapi kalau kakak aku sedang sakit aku terus yang jadi disuruh suruh.” Kataku.
“Tapi kalau misalnya aku… gak ada yang nemenin kalau aku sedih atau takut. Gak ada yang ngajak bercanda.” kata Shasa.
Aku terdiam oleh omongan Shasa itu benar juga ya.

Tring… tring… tring bel pulang berbunyi aku keluar kelas. Dan masih merenungkan omongan Shasa itu.
“Semoga cepat sembuhya kak Shinta.” kata Shasa yang sedang melambaikan tangan pada kakakku.

Benar apa yang di katakan Shasa kepadaku. Akhirnya aku sadar sebagaimana pun aku tidak suka kakakku tetap ada sayang di hati.

Cerpen Karangan: Angel Lika. S.
Hai namaku Angel, umurku 10 tahun. Aku siswa kelas 5 Sekolah Dasar.
Salam kenal:)

Cerpen Kakakku Tersayang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perbedaan Tidak Memisahkan

Oleh:
Arin senang membaca buku. Sementara, Rina senang bermain. Rina adalah adik Arin. Suatu hari, Clara, teman akrabnya berkunjung ke rumah Arin. “Ar, mengapa kamu senang membaca? Bagiku membaca itu

Seperti Bukan Negeriku

Oleh:
Hari itu aku ingat sekali bagaimana wajah ayahku pulang dari kantor dengan wajah yang begitu marah dan menyedihkan. Aku ingat sekali bagaimana ibu menyambut ayah dengan tangisan yang tidak

Seribu Cintaku Untuk Ayah

Oleh:
Surga memang berada di telapak kaki Ibu. Tetapi pernahkah terlintas sejenak dalam pikiran kalian, bahwa seorang Ayah juga punya peran yang sangat berharga dalam kehidupan kalian? Ya, memang benar

Topeng

Oleh:
Dalam tengahnya hujan, aku menanti kendaraan. Kulihat titik hujan jatuh beraturan membasahi bumi. Menimbulkan percikan bunyi yang berdendang seperti irama piano yang dibunyikan. Samar-samar aku melihat sosok wajah teduh

Rain and I

Oleh:
Namaku Allison Rain. Panggil saja Rain. Entah apa yang membuat orangtuaku tertarik memberiku nama seperti itu. Aku rasa aku adalah gadis yang paling tidak beruntung. Aku hidup dalam penderitaan.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kakakku Tersayang”

  1. Lukiluck says:

    wah, masih 10 tahun sudah ada bakat nulis ya? hebat hebat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *