Kamu Bisa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 24 November 2017

Ada sebuah keluarga yang tinggal di Palangkaraya. Mereka baru saja pindah dari Jakarta ke kota ini sekitar 2 minggu yang lalu. Mereka pindah ke Palangkaraya karena Ayah dipindahkan oleh atasannya untuk bekerja di kota ini. Keluarga ini terdiri dari Ayah, Ibu dan dua anaknya. Anak sulungnya bernama Ari, sementara anak bungsunya bernama Ana. Keluarga ini selalu hidup rukun, baik dengan keluarga maupun dengan tetangga. Mereka selalu ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di perumahan mereka; baik berupa lomba, pemilihan ketua RT dan ketua RW, dan kegiatan gotong royong dalam rangka menjaga kebersihan perumahan itu, semuanya diikuti. Mereka juga berlaku sopan, ramah, dan baik terhadap sesama, sehingga mereka disenangi dan disegani oleh para tetangga walaupun mereka baru tinggal di perumahan ini selama 2 minggu.

Ari dan Ana adalah anak-anak yang rajin. Ana sering membantu ibunya membersihkan rumah, menjemur pakaian, dan memetik sayur dan buah di kebun. Sementara Ari sering membantu ayahnya membersihkan mobil dan motor, mengecat rumah, dan memperbaiki alat-alat yang rusak. Setiap Sabtu pagi mereka berlari di sekitar perumahan. Mereka dapat berlari hingga lima kali putaran jika mereka merasa sanggup, tetapi biasanya mereka hanya berlari hingga tiga kali putaran. Sejak mereka masih kecil, mereka diajar untuk selalu berolahraga agar mereka memiliki tubuh yang sehat dan juga postur tubuh yang diinginkan oleh para remaja seusia mereka. Setiap malam mereka selalu belajar dan mengerjakan pr yang diberi oleh guru mereka. Mereka juga selalu berpakaian rapi seperti para murid teladan lainnya.

Suatu hari, saat waktu istirahat telah tiba, Ana dan teman-temannya bergegas menuju ke kantin. Tiba-tiba langkah mereka terhenti. Mereka melihat pengumuman yang berada di papan kayu yang berwarna cokelat tua. Di situ tertulis bahwa

‘Semua murid wajib mengikuti salah satu lomba. Pilihan lomba:
1. Melukis
2. Basket
3. Menyanyi
4. Menari
5. Berenang
Lomba ini akan diselenggarakan bulan depan. Untuk pendaftaran peserta lomba, silahkan hubungi wali kelas masing-masing’.

Rasanya benar-benar sedih saat Ana menyadari bahwa dia tidak bisa melakukan kelimanya. Dia bingung harus berbuat apa. Tapi karena rasa lapar yang sudah ditahannya sedari tadi, sehingga ia memutuskan untuk menuju kantin terlebih dahulu bersama teman-temannya.

Setelah selesai makan, ia pun menuju kelas kakaknya, Ari. Namun sesampainya di sana, ia tidak menemukan kakaknya. Akhirnya Ana memutuskan untuk berlari menuju lapangan. Di sana ia melihat kakaknya yang sedang bermain basket bersama teman-temannya. Sebenarnya Ana ingin bertanya pada kakaknya tentang apa harus ia pilih untuk perlombaan tersebut, tapi karena ia melihat kakaknya sedang berlatih dengan serius, sehingga ia pun mengurungkan niatnya untuk bertanya di sekolah.

Sesampainya di rumah, Ana menceritakan semua kejadian yang terjadi di sekolah hari ini pada keluarganya yang sedang berkumpul di ruang tamu. Mereka bertiga mengusulkan agar Ana mengikuti lomba berenang. Ana menyetujui usul mereka, tapi yang dia pikirkan adalah bagaimana caranya mengikuti perlombaan itu, jika dia sendiri tidak tahu bagaimana caranya untuk berenang.

Setelah beberapa menit, akhirnya mereka memutuskan agar setiap dua hari, Ana pergi bersama ayah, ibu ataupun Ari untuk dilatih berenang di danau dekat perumahan mereka. Pada awalnya, Ana merasa bahwa dia tidak sanggup melakukannya karena menurutnya tidak ada kemajuan yang terjadi saat ia sedang berlatih, tetapi keluarganya terus menyemangatinya dan berkata padanya bahwa dia harus percaya bahwa dia pasti bisa. Itulah yang selalu dikatakan keluarganya saat ia patah semangat. Dan ia yakin bahwa apa yang dikatakan mereka itu pasti ia bisa lakukan. Ia hanya perlu serius dan tekun saat melakukannya.

Lama-kelamaan, Ana pun dapat berenang. Ia dapat berenang dalam berbagai macam gaya. Dan ia sangat senang saat mengetahui bahwa ia menjadi juara satu dalam lomba berenang tersebut. Ia sangat berterima kasih pada ayah, ibu dan juga kak Ari. Ia tahu bahwa kemampuan dan semangat dari diri sendiri kurang berarti tanpa adanya semangat dan dorongan dari keluarga.

Cerpen Karangan: Yizri Rumalutur
Facebook: Riri Rumalutur

Cerpen Kamu Bisa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Wanita Kertas

Oleh:
Sebuah catatan kecil seorang wanita yang memiliki sifat seperti kertas, lembut dan penuh lekukan. sebuah cerita seorang wanita yang hidup sendiri tanpa ada 1 cinta pun yang ia punya

Arti Berpulang Sebenarnya

Oleh:
Awan cerah mulai bertransformasi, perlahan namun pasti Sang Awan menunjukkan gelapnya malam. Tak lama kemudian rintik-rintik air mulai membasahi pipi ini. Yap.. tepat di sini, di Pelabuhan aku mengukir

Sepeninggal Ayah

Oleh:
Budi hanya bisa tertunduk dan membisu menatap jazat ayahnya. Hatinya diselimuti rasa sedih dan duka yang mendalam. Mulai hari ini dia tak akan pernah lagi melihat otot-otot kekar ayahnya

Caroline

Oleh:
“Aku menghindar bukan karena aku seorang yang penakut atau pecundang yang takut ketika aku melihat mukamu. Aku menghindar untuk menahan emosiku yang mengebu-gebu tiap aku mendengar kata-kata itu dari

Dia Kakak Ku

Oleh:
“Ly, kamu baik aja kan?” Lily segera mengusap matanya yang mulai berkaca-kaca. Ia mencoba tersenyum pada Mimi, sahabatnya. “Aku baik aja kok” “Yakin?” tanya Mimi lagi. Lily mengangguk. “Pulang,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *