Karangan Alyena

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 7 December 2013

Alyena orang yang cantik dan pintar namun dia pendiam dia bingung setiap ia bersekolah tak ada yang menyapanya. Pada saat pelajaran nona herd, nona herd menyuruh semua murud muridnya untuk mengarang tema’nya adalah ibu dan ada pemenangya. Alyena bingung harus menulis kata kata apa di buku nya, karena sudah pukul 14.30, akhirnya karangan itu di buat PR, di rumah ia masih bingung. Mamanya masuk ke kamar alyena dengan wajah yang penuh perhatian “alyena kenapa wajahmu sedih?” Kata mama “tidak ma tidak ada apa apa aku hanya bingung tentang pelajaran nona herd, ada pr juga tapi mama tidak usah membantu akan ku tanyakan pada ilayda”. Jawab alyena, ilayda adalah temannya di sekolah yang begitu dekat dengan alyena “ya sudah mama mau lanjutin membuat kue ya” “ma, aku mau bantuin mama boleh ya” “boleh tapi katanya ada pr kerjakan dulu donk.” “Itu mudah nanti saja ya ma”. Akhirnya alyena membantu mamanya setelah selesai membuat kue alyena pergi ke kamar untuk mengerjakan pr dari nona herd ia tidak bingung sekarang, akhirnya alyena berhasil membuat karangan nya

Esok harinya…
Saat pelajaran nona herd kembali yang membacakan karangan pertama kali adalah emeli dia membacakannya dengan sangat perhatian yang dia tulis:
“Mama adalah orang terhebat yang aku kenal, dia begitu menyayangiku tak ada yang dapat menandinginya, mama sangat pandai dalam hal memasak apa lagi saat membuat kue dimulai dari kue nastar, kue donat, kue sus., kue bolu dan lain lain kemarin aku membantu mama membuat rainbow cake. Aku membuat yang berukuran kecil sementara mama yang besar itu sangat menyenangkan” begitu karangan yang di tulis emeli

Yang kedua adalah ilayda “mama disini ku tinggal bersama keluargaku tinggal di dalam kedamaian, tinggal di kerumunan orang yang menyayangiku mama dia yang paling ku sayang sangat sayang, tangisan nakal dari ku tidaakan akan membuat nya kesal aku sayang mama. Mama is the best” itu yang ditulis ilayda

Dan yang ke tiga adalah alyena tiba tiba sisi orang yang paling sombong berkata “oh rupanya yang ketiga alyena ya pasti karangan nya jelek sekali hAhaha” kata sisi dengan nada yang sombong. “Heh sisi kamu jangan begitu alyena ayo semangat” kata ilayda alyena pun membaakan karangannya “mama adalah cinta abadi, sebuah cinta yang luar biasa tak ada tempat paling nyaman selain pangkuan mu, tak ada bunga yang lebih cantik selain senyummu. Di pangkuan mu lah kurebahkan semua masalah, ku tau keinginanmu kau ingin menjadikan ku mandiri dan disiplin. Andai ku mampu kan ku balas jasa mu ingin ku tulis semua nasehat mu selama ini tapi rasanya tak cukup seratus buku ku mencatat semuanya, mama aku akan berjuang untuk membuat mu bahagia selesai” karangan alyena itu membuat semua nya terdiam seketika suasana hening sesaat, semua menangis teringat mama di rumah, begitu juga nona herd ia juga menangis “alyena kau hebat kau bisa membuat karangan sebagus itu” puji nona herd “iya alyena maaf kan aku ya aku sering mengejekmu” “tidak apa apa sisi aku maafkan” “wah alyena kau pintar” puji ilayda “ah jangan begitu” lalu nona herd berkata “jadi pemenang karangan ibu adalah alyena” kata nona herd semua bertepuk tangan.

Cerpen Karangan: Charisa Dwi Santika

Cerpen Karangan Alyena merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Andri Sayang Papa (Part 2)

Oleh:
Sudah terhitung beberapa minggu Intan di sini, sebentar lagi dia kembali untuk melanjutkan kuliahnya, dan hari itu dia menyempatkan untuk membeli segala kebutuhannya, jelas saja dia lebih memilih berbelanja

Ayahku Seorang Pembohong

Oleh:
Pintar, baik dan cantik adalah sosok yang didambakan setiap kaum hawa, dan karakter itu terdapat pada dara manis kelahiran 07 maret 1998. Di keluarganya dia biasa dipanggil “Dian”, namun

Ibu, Syurga Nyata Bagiku

Oleh:
Di sudut kamar bada maghrib, seorang wanita setengah baya duduk meyendiri setelah shalat maghrib. Pandangannya kosong menerawang jauh kedepan. Berat. Sepertinya ia memikirkan beban yang sangat berat. Ia hanya

Teman Yang Tertukar

Oleh:
Pagi itu, seperti hari Sabtu setiap minggunya, Verina pergi les melukis. Ia berjalan kaki ke ke sanggar lukis karena tempatnya tidak jauh dari rumahnya. Ia selalu senang pergi ke

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Karangan Alyena”

  1. Dara Falssha says:

    Bagus, tp penulisannya harus dirapikan lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *