Kasih Sayang Bukan Kebencian Yah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 24 March 2018

Hai namaku adalah Emma Laurinda Couns. Kalian bisa memanggilku Emma. Ayahku berasal dari Amerika yang bernama Douwes Couns dan ibuku yang berasal dari Jawa Tengah yang bernama Landia Darla Couns. Kami adalah keluaga yang bahagia dan berkecukupan. Karena ayahku adalah pemilik Perusahaan terkenal di Jakarta dan ibuku adalah pemilik butik besar di Jakarta. Aku merupakan seorang anak semata wayang kedua orangtuaku dan sangat dimanjakan dan disayangi.

Pada saat liburan sekolah aku dan keluargaku berencana pergi ke Jepang. Karena aku ingin melihat langsung bunga sakura yang bermekaran dan Gunung Fuji yang terkenal akan keindahannya. Akhirnya kami pun pergi keesokan harinya. Setelah sampai di Bandara Jepang kami pun pergi ke hotel yang sudah lama ayahku pesan. Karena aku lapar saat itu aku bertanya “yah, kapan kita makan perutku sudah minta diisi nih!”. Ayah pun menjawab “baiklah, kita akan segera makan siang di mall dekat hotel ya, panggil ibumu juga sekarang!”. Kataku kepada ayah “yay, baiklah yah aku akan segera memanggil ibu”.

Setelah itu kami pun pergi ke mall di dekat hotel ke sebuah restoran Jepang dan memesan makanan sesuai keinginan kami. Tetapi tiba-tiba terdengar suara gemuruh air dan ternyata saat itu terjadi tsunami mendadak. Kami pun berusaha melarikan diri tetapi tiba-tiba ibu terjatuh dan mulai tenggelam di air. Saat kami ingin menyelamatkannya ibu berkata bahwa kami harus segera pergi. Kami pun menurutinya tetapi kami sangat sedih tidak dapat membantu ibu.
Akhirnya kami pun selamat tetapi ibu meninggal dan jasadnya pun dibawa ke rumah kami untuk segera dimakamkan.

Setelah kematian ibu sifat ayah berubah 180 derajat. Kini ayah mulai membenciku menjadi orang yang pemarah dan selalu memarahi dan memukulku ketika aku berbuat kesalahan kecil pun. Aku merasa tidak nyaman dengan perlakuan ayah. Sehingga aku berusaha melarikan diri tetapi ayah mengetahuinya dan mengejarku.

Ketika sedang berlari di tengah jalan tiba-tiba ada truk besar menabrakku aku pun terlempar jauh dengan kepala yang mengeluarkan darah. Ayah meneriaki namaku dan segera memanggil ambulan. Aku kemudian dibawa ke rumah sakit dan segera dioperasi.

Setelah operasi selesai aku mulai sadar tetapi karena badanku masih sakit semua aku pun tidak mengatakan apa-apa. Setelah itu aku berkata kepada dokter untuk memanggil ayahku. Ayahku masuk ke dalam ruanganku. Ia kemudian minta maaf kepada ku dan mengatakan ia menyesal karena telah membenciku karena kematian ibuku. Ia menganggap karena aku memaksa pergi ke Jepang sehingga ibu meninggal. Aku berkata kepada ayahku bahwa aku telah memaafkannya.

Tiba-tiba rasa sakit itu muncul lagi pandanganku menjadi gelap. Aku mendengar ayahku segera memanggil dokter tetapi ketika dokter datang aku sudah menghembuskan nafas terakhirku. Ayah merasa terpukul dan menyesal karena kematianku. Tetapi semua itu tidak ada gunanya karena yang terjadi tidak dapat di ulang lagi dan menyesal pun tak ada gunanya.

Cerpen Karangan: Rhema Rariu Ayudieny
Instagram: rhema_rariu_dieny
Aku adalah seorang murid kelas 6 ini adalah cerpen pertamaku. Berikan kritik atau saran agar aku bisa membuat yang lebih baik lagi.

Cerpen Kasih Sayang Bukan Kebencian Yah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Badai Pasti Berlalu

Oleh:
‘KRIIING!’ Bel alarm berbunyi tepat pukul setengah enam pagi. Dengan malas, Kintan berusaha meraih jam bekernya, tetapi jam tersebut malah jatuh. Alhasil bunyi alarm mati dengan sendirinya. Sudah 10

Because of Brother

Oleh:
Chayra Salsabilla gadis kelas 2 SMA yang berparas cantik, namun tak cukup orang yang menyadari itu, termasuk dirinya sendiri. Chayra selalu beranggapan bahwa dia tidak begitu cantik padahal cantik

Rantai Kenangan

Oleh:
Suara riak lumpur yang menyatu dengan langkah kaki kian menjauh, dalam rintik hujan terdengar suara beberapa orang di sekitarku saling berbisik. Pandanganku hanya tertuju kepada gundukan tanah merah yang

Sesuatu yang Hilang

Oleh:
Udara pagi yang begitu menusuk tulang. Seorang pemuda dengan perawakan yang sempurna merekatkan jaket pada tubuhnya. Dia mulai melangkahkan kaki ke sebuah tempat yang sebelumnya belum pernah ia datangi.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kasih Sayang Bukan Kebencian Yah”

  1. yaumiladhha says:

    cerpen nya bagus. kamu suka jepang ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *