Kasih Sayang Ku Takkan Pernah Mati Untukmu Ayah dan Ibu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 26 March 2014

Dikala sang surya menepi.. langit yang biru berubah warna menjadi merah kekuningan yang menyilaukan mata.. rumput-rumput hijau yang tertiup angin sore seakan-akan bersuka ria menyaksikan peristiwa yang indah ini.. membuatku terpaku dan membisu menyaksikan semua itu.. mengingatkanku pada sebuah kisah lalu..

Awal cerita..

Suatu malam di bulan oktober, hujan turun cukup deras.. seorang gadis bernama Sinta tengah duduk di depan jendela kamarnya.. ia sedang memperhatikan tetesan air hujan yang jatuh di luar rumahnya.. ia amat menyukai hujan.. karena menurutnya.. disaat hujan turun bisa memberikan ketenangan dan ketentraman jiwa..

Tiba-tiba suara bising cekcok mulut terdengar dari luar kamarnya.. ia bergegas melihat apa yang sebenarnya terjadi.. ketika ia melihatnya ternyata kedua orangtuanya yang tengah bertengkar.. entah apa yang mereka ributkan, sinta tak tau dan tak mau tau karena hal itu sudah biasa untuknya.. namun satu yang pasti di saat kedua orangtuanya bertengkar masalah apapun pasti terdengar olehnya yang akhirnya tertuju pada sinta.. ayah sinta sangat mmbenci sinta karena menurutnya sinta itu anak haram hasil hubungan gelap ibunya.. namun sinta tak mau ambil pusing. karena ia sangat menyayangi kedua orangtuanya.. setiap kedua orangtuanya bertengkar selalu sinta yang disalahkan.. “ayah, ibu mengapa kalian selalu bertengkar?” tanya sinta dengan polosnya.. “diam kamu anak haram!!” sebuah bentakan dari ayahnya membuat sinta menangis dan berlari masuk kamar, sinta hanya bisa membuka buku dan menuliskan semua perasaannya di dalam kertas.. dan malam pun berlalu dengan penuh air mata.

Suatu ketika ayah sinta mengalami kecelakaan beruntun yang membuat kedua kakinya harus diamputansi.. sinta dan ibunya selalu merawat ayahnya meskipun ayahnya tak mau mereka rawat.. ia tetap membenci sinta.. “ayah makan dulu ya.. nih sinta buatin bubur buat ayah”.. “puas kamu melihat saya seperti ini hah!! sudah jangan sok perduli kamu.. pergi sana!!” bentak sang ayah pada sinta.. ibunya hanya bisa menangis menyaksikan anaknya dibentak dan dicaci-maki seperti itu namun apa daya, walaupun sang ibu melarang sinta merawat ayahnya.. tapi sinta bersikeras pantang menyerah.. setiap sinta dibentak ayahnya sinta tetap tersenyum dan selalu berusaha agar ayahnya menerima sinta.

Suatu sore di halaman belakang rumah sinta.. ayahnya tengah duduk di sebuah kursi roda.. sinta berniat mendekatinya lalu memeluk ayahnya dari arah belakang.. namun apa balasan sang ayah.. ia malah mendorong sinta hingga terjatuh.. “pergi kamu jangan ganggu saya” meskipun di dalam hati sang ayah sudah mulai tumbuh rasa kasih sayang untuk sinta, akan tetapi sang ayah berusaha melawan rasa itu.. kali ini senyum sinta mulai redup, dengan berlinangan air mata sinta bersujud di kaki sang ayah.. “ayah.. begitu hinakah sinta ini, sehingga ayah sangat membenci sinta?. apa yang harus sinta lakukan lagi, agar ayah bia menerima sibta?” “tidak ada yang harus kamu kakukan.. saya bisa mengurus hidup saya sendiri.. pergi kamu jangan ganggu saya” dengan bercucuran air mata sang ayah membentak sinta.. air mata mengalir deras di pipi mereka berdua.. kehidupan di rumah sinta berlalu penuh derita.. setiap ayah sinta tak mau makan, sinta pun tak mau makan sebelum sang ayah makan..

hari ini terpancar senyum kebahagiaan dari wajah sinta, rupanya ini pertama kalinya ayah sinta mau disuapi oleh sinta.. senyuman itu seakan takkan pernah bisa luntur.. ternyata hati beku sang ayah mulai luluh oleh kasih sayang sinta yang tak pernah padam..
Namun ketika sinta menyuapi sang ayah makan.. tiba-tiba sinta jatuh pingsan di pangkuan sang ayah.. “sinta!! sinta!! kamu kenapa nak? sinta bangun!!.. sinta bangun!!” dengan pehuh rasa cemas terpancar dari wajah ayahnya.. ia memanggil ibu sinta untuk segera memanggil ambulan…

Sesampainya di rumah sakit.. dokter keluar dari ruang UGD dengan raut wajah kecewa.. “maaf pak, bu.. kami sudah berusaha semampu kami.. tapi tuhan berkehendak lain, nyawa sinta tak tertolong” “APA DOK!!! coba anda periksa lagi dok mungkin anda salah!!” ayah sinta begitu kecewa dan tak percaya dengan apa yang dokter katakan.. sedangkan ibu sinta hanya bisa menagis mendengar semua ini.

Hari ini hujan turun sangat deras, seakan ikut menangisi kepergian sinta.. terlihat gundukan tanah pemkaman yang masih basah diguyur hujan sang ayah tak henti-hentinya menangis turut membasi pemakaman sinta.. “maafkan ayah nak.. menyesal tidak bisa menjadi ayah yang baik untukmu.. maafkan ayah sinta maafkan ayah” sang ibu merangkul ayah sinta “sudahlah.. semua ini sudah terjadi.. ayo kita pulang”

Sampai di rumah pun air mata tak henti-henti mengalir.. ayah sinta memperhatikan seluruh ruangan kamar sinta, ini kali pertama ia memasuki kamar sinta.. terlihat di dinding penuh dengan gambar hasil karya tangan sinta.. di gambar itu terdapat 3 orang yang seang bergandengan tangan seperti sebuah keluarga.. ibu sinta menemukan sebuah buku di bawah bantal sinta.. yang ternyata itu adalah diary sinta.. sang ibu membaca lembar demi lembar buku itu.. tertulis
“ayah, ibu mengapa kalian selalu bertengkar karena sinta. maafkann sinta karena sinta bukan anak yang baik untuk kalian. tapi sinta akan berusaha menjadi anak yang berguna untuk ayah dan ibu.. oh iya, untuk ayah. sinta kali ini menjadi juara kelas loh.. sinta mendapat rangking satu..” sang ayah tak pernah menemani anaknya untuk menerima rapot.. lagi-lagi rasa sesal menusuk hatinya..

di halaman lain..
“ayah ibu yang sangat sinta sayangi..
untuk ayah sinta tulus menyayangi ayah meskipun ayah sangat membenci sinta tapi sinta yakin suatu saat nanti akan ada rasa sayang dari ayah buat sinta.” air mata tak hentinya mengalir dari sang ayah..

di halaman terakhir,
“ayah ibu yang sangat sinta sayangi..
akhirnya lengkap sudah.. pagi tadi sinta berhasil membujuk ayah makan bahkan sinta yang menyuapinya.. sinta bahagiiiaaa banget.. sinta rasa kasih sayang itu mulai tumbuh dalam hati ayah.. tapi maaf waktu sinta tidak banyak.. karena beberapa hari ini tuhan memberi sinta pesan agar sinta kembali pada-NYA, sebenarnya sinta tidak ingin meninggalkan kalian. namun jika tuhan menghendaki sinta pergi sinta iklas. karena semua keinginan sinta sudah terkabul.. harapan sinta hanya ingin melihat senyuman tulus dari ayah untuk sinta dan melihat keluarga kita utuh selamanya..” terlihat beberapa tetes darah membasahi krtas itu.. “sebenarnya selama ini sinta mengidap penyakit kanker darah stadium akhir.. tapi sinta tak mau membuat ayah dan ibu susah atau pun sedih.. selama ini sinta tahan semua rasa sakit ini dan memohon kepada tuhan agar memberikan sinta waktu untuk membuat ayah dan ibu bahagia.. sinta hanya takut disaat kasih sayang membanjiri keluarga ku ini sinta sudah tak ada lagi di dunaia ini.. maaf jika selama ini sinta selalu membuat ayah dan ibu susah.. salam sayang.. sinta..” kembali air mata mengalir di kedua pipi orang tua sinta. dan tak prcaya secepat ini sinta pergi.. kini hanya penyesalan yang tersisa..

SEKIAN

Cerpen Karangan: Cpenk
Facebook: Http://www.facebook.com/cpenk.shunda

Cerpen Kasih Sayang Ku Takkan Pernah Mati Untukmu Ayah dan Ibu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Maaf Adikku

Oleh:
Seperti pagi-pagi sebelumnya, tidak ada sapaan pagi darinya, senyumnya yang ceria, dan suaranya yang selalu membangunkan tidurku. Sekitar 3 tahun sudah, semua itu hilang. Dia… takut padaku. Bukan apa

Monochrome Rainbow

Oleh:
“Aku sudah tau semuanya, termasuk penyakit yang kau derita.. Tidak apa, aku tidak akan marah.. Aku ingin kita lebih terbuka sekarang, jadi aku akan memberitahukan sedikit rahasiaku padamu… Hidupku

Misteri Surat Selia

Oleh:
Hai, namaku Naifa Aqilah. Selia Zarine adalah sahabat karibku. Sejak kecil, kami sudah bersahabat. Belum lama ini, kami berdua bertengkar. Yaah, aku memeng sering memprotesnya, terkadang ia merasa kesal

Ayahku Punya Pacar

Oleh:
Pagi yang cerah, seperti biasa aku ikut ayahku ke kantor bersama ibuku. Aku yang tidak kuliah tahun lalu akhirnya mengikuti kemana ayahku pergi, mengurus kantor, mengurus urusan yang penting

My Stepbrother

Oleh:
Senyuman terus terpancar di wajah seorang wanita dengan balutan gaun berwarna pastel yang berdiri dengan anggun bersama pria pujaannya, wanita yang masih terlihat cantik di usia yang tak muda

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *