Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Selendang Hijau

Tampak bengkak kedua mata Putri, ia hanya bisa duduk terdiam dan terpaku pada seujung dipan yang memang sedari tadi telah menemaninya. Gejolak batin yang saat ini sedang ia rasakan benar-benar telah menguras air matanya....

Sang Proklamator

Memang, dia bukan laki-laki gagah tampan nan rupawan, bukanlah laki-laki berotot besi seperti gajah mada, dia bukanlah sangkuriang yang dapat memindah bendungan air dalam waktu semalam sebelum matahari terbit, Tapi dialah...

Surat Terakhir

“dian” sapaku kepadanya saat aku melihat dia berlari-lari dari depan pintu perpustakaan, ia menoleh ke arahku namun tak menghiraukanku dan terlihat airmata telah keluar dari mata indahnya itu. kenapa dia? ah sudahlah...

Bisakah Papah Tak Menyakiti Mamah

Ini sebuah takdir yang tak dapat ku ubah, Tuhan bisa kah kau tak memberi ku cobaan disaat aku masih berusia 5 tahun? aku ingin bercerita sedikit tentang masa kecilku Tuhan, Bolehkah? ini dulu ketika aku mungkin tak banyak...

Nasehat Sang Nenek

“Pagi, ayah…, pagi, ibu…” Jeritan Suzy yang keras itu sempat membangunkan kedua orangtuanya yang tersayang. Dengan wajah yang bersemangat Suzy yang baru saja terbangun langsung pergi ke toilet untuk mandi,...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply