Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Menggandeng Tanganmu, Aura

Sebuah kado yang terletak dikedua telapak tanganku. Dia Aura telah menunggu pagi sepesialnya hari ini dia berada di taman kota. Diseberang jalan sana aku melihat ia sangat gembira dan tersenyum dengan ayah dan ibuku. Dan...

Rindu Si Anak Pemulung

Entah apa yang sedang dia fikirkan, aku tidak tahu. Sedari, sejam yang lalu dia hanya duduk dan terus memperhatikan langit. Aku mencoba untuk memperhatikan juga apa kira-kira yang sedang diperhatikan anak itu. Aku mencoba...

Diary Ana 2

Hari ini kami memberi kejutan untuk Nia karena hari ini dia ulang tahun. Bahkan Nia sampai meneteskan air mata karena terharu, dan kami juga berencana membuat party malam ini untuk merayakan ulang tahunnya Nia. Jadi malam...

Merajut Kepingan Hati

Sudah tiga jam lebih Fani menunggu kedatangan fina di serambi samping rumahnya sambil mendengarkan musik dari ipad nano yang baru ia beli satu minggu yang lalu. Fani sangat cemas dengan keadaan fina yang merupakan saudara...

Selamat Tinggal Rara

Rara, itu lah namaku. Nama yang merupakan pemberian terakhir dari ibuku. Ya aku adalah seorang anak yang sudah tak lagi memiliki sosok seorang ibu, ibuku meninggal dunia setelah beberapa saat melahirkanku ke dunia ini. Hari...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply