Kasih Sayang Yang Terlupakan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 21 July 2013

Tempat yang pas untuk rangga memulai aksinya. Di belakang sekolah, di tengah pelajaran ia masih sempat melakukan hal yang tidak pantas untuk dilakukan seorang pelajar. secara sembunyi-sembunyi diambilnya sebungkus rok*k di sakunya. ia mengeluarkan 1 batang rok*k untuk di hisap, sisanya ia simpan untuk persediaan nanti jika ia menginginkanya lagi. Beberapa menit lamanya ia masih tetap pada tempat yang sama dengan mengapit sebatang rok*k diantara 2 jari tanganya. bel sudah menunjukan akhir pembelajaran. rangga bergegas kembali ke kelas.
Hal itu selalu dilakukanya demi mengisi kekosongan dimasa remajanya. bukan itu saja yang dilakukanya. uang sekolahnya selalu dihabiskan, demi menjajakan minuman keras dan obat-obatan terlarang bahkan jud* pun ia lakukan bila saja ia terpaksa kehabisan uang.

Rangga merupakan anak tunggal ia merasa dirinya bisa melakukan banyak hal, karena ia berasal dari keluarga yang cukup mampu. ayahnya yang sering keluar kota untuk menyelesaikan tugas pekerjaanya dan ibunya memiliki usaha restoran di luar pulau, jadi rangga merasa kurang diperhatikan kedua orang tuanya di umur yang sudah menginjak 17 tahun, sampai-sampai masa ABGnya ia habiskan dengan hal yang tidak berguna sedikit pun.

Sepulang sekolah ia selalu mampir di warung, sekedar bertemu orang yang ia butuhkan. “bang, barangnya ada?” ucapnya sambil berbisik. tempat yang selalu ramai dipenuhi semua kalangan para pelajar nakal ini, sudah tidak asing lagi baginya. di tempat itu ia sedang berbincang dengan salah satu seseorang. tampak di raut muka keduanya terlihat serius. yang berbincang denganya namanya bang ipul. seorang bandar obat-obatan terlarang yang selalu ditemui rangga kalau ia dalam kondisi cemas akibat kecanduan obat-obatan tersebut.
“barangnya ada.. tapi mahal” balasnya. rangga merasa dirinya diperdaya, sontak tegas.
“bang, yang bener aja! prasaan kemarin barangnya harganya sama” celetuk rangga.
“loe mau barangnya apa nggak.. kalok nggak gue pake sendiri” ujarnya. rangga kehabisan akal. gimana lagi ia mencari uang. ia merogoh saku celananya.
“nih, bang adanya segini.. ntar kuranganya nanti” ucapnya menyodorkan beberapa lembaran uang. tanpa basa basi diambilnya uang tersebut oleh bang ipul sang bandar.
“oke hari ini gua kasih kesempatan.. tapi besok-besok jangan harap” ucapnya. “nih barangnya..” sambil memberikan bungkusan kecil. diambilnya bungkusan tersebut, lalu rangga bergegas pergi dari tempat itu.

Semakin hari kesehatan rangga semakin memburuk. badanya terlihat kurus dan wajahnya sangat pucat. semua uang dan tabunganya terkuras habis untuk membeli barang haram tersebut. di kamar ia meraung raung layak harimau kehabisan persediaan makanan. sekarang ia mengalami kecanduan berat. bibi santi yang mengetahui kondisi rangga merasa khawatir. dengan segera ia menelpon majikanya, untuk memberi tahu kondisi putranya yang tiba tiba saja mengalami perubahan. besok lusa mereka akan kembali untuk melihat kondisi rangga.

Di ruangan yang warnanya serba putih. rangga membuka matanya perlahan. ditanganya terpasang jarum infus. sekarang tubuhnya terbaring lemas di ranjang rumah sakit. ia melihat ibunya tertidur di ranjang dekat ia berbaring.
“kamu sudah bangun sayang?” kata ibunya.
“bu, mana ayah?”
“ayah sedang keluar sebentar, cari makan”
“bu, maafkan rangga atas kelakuan rangga selama ini. rangga sudah menyusahkan ibu dan ayah” rangga menyesal. ibunya hanya tersenyum simpul.
“bukan kamu kok yang salah sayang.. semua ini kesalahan ibu dan ayah, telah meninggalkanmu sendiri di saat kamu membutuhkan perhatian penuh bagi seorang remaja seperti kamu” tutur ibunya. tak berapa lama kemudian suara dari bilik pintu kamar terbuka.
“rangga sudah siuman” ucap seorang laki laki yang masuk barusan. lalu dengan segera ia memeluk erat rangga.
“rangga, maafkan ayah.. ayah sudah membuat kamu menjadi begini. sekali lagi maafkan ayah..” kata laki laki itu menyesal bercampur isak tangis. ia adalah ayah rangga. yang sudah lama jarang pulang ke rumah untuk menengok keadaan rangga saat ia masih sehat. dan baru kali ini ia menengok rangga dalam keadaan dirinya terbujur lemah di ranjang rumah sakit.

Dalam isak tangis disana, semuanya baru sadar akan pentingya kasih sayang ataupun perhatian lebih pada anak. setelah kejadian itu ayah rangga memilih mengurungkan niatnya bekerja di luar kota. dan ibunya memilih menyewa asisten untuk memantau usahanya yang berada di luar pulau. akhirnya mereka menjalankan kehidupan rumah tangga yang layak semestinya dilakukan. sekarang dan selanjutnya kedepan mereka baru sadar.. keluargalah yang terpenting ketimbang karier.

Cerpen Karangan: Ralindra Kartanama
Facebook: ralindra kartanama

Cerpen Kasih Sayang Yang Terlupakan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Akhir Sebuah Mimpi

Oleh:
Aku tidak tahu dari mana semua berawal. Jatuh, rapuh, kecewa, dan bahagia. Ya, itulah hidup. Ada baik ada pula yang buruk. Ada hitam dan ada yang putih. Ada manis

Tak Pernah Kusadari

Oleh:
Pagi yang dingin menyapaku hari ini, dengan berat hati aku bangkit dari tempat tidurku, langsung kuambil air untuk bersuci dan melaksanakan kewajiban bagi seluruh umat islam (sholat) setelah kewajiban

Cinta Triple A

Oleh:
Angin berhembus begitu lembut. Mengibarkan ujung jilbab yang membalut kepalaku. Di pinggiran pantai mataku menerawang jauh. Mengingat peristiwa 5 tahun lalu. — “Jadi kamu mau nikah?”, tanyaku pada Aris,

Peri Roselsa

Oleh:
Pagi ini hujan deras sekali, untung saja aku sedang liburan seminggu. Aku nyaman sekali tinggal di rumah ini, aku sedih ketika dengar kabar dari ibu “Bel, ayo bantu ibu

Karenamu

Oleh:
Desau angin berhembus merayap menyingkap jilbab neza malam ini. Getar hati akan getirnya kecewa masih segar terasa di bibir hatinya. Entah sejak kapan tetes bening dari mata menjamah pipinya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Kasih Sayang Yang Terlupakan”

  1. aufari naura says:

    bagus tapi agak gak nyambung.
    maaf ya kalau tersinggung?

  2. indra says:

    iya terima kasih ya uda baca
    dan saranya juga 😀 🙂 sering2 baca cerpenku 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *