Kasih Seorang Mama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Pengorbanan, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 11 September 2017

Aku dilahirkan untuk mempunyai mama dengan satu mata. Dia sangat memalukan bagiku. Dia bekerja di tempat aku bersekolah. Dia berjualan di sana.

Di suatu hari dia sempat menyapa di depan teman-teman sekelasku. Aku sangat malu waktu itu. Jadi kuacuhkan dia dan langsung memasuki kelas.
Waktu bel istirahat berbunyi teman-teman mengejekku karena memiliki ibu yang cacat.

Saat aku pulang, aku memanggilnya dan berteriak padanya. “Aku sangat membencimu. Jika kau hanya ingin membuatku malu kenapa tidak mati saja!!!” Saat itu juga aku benar-benar hilang komunikasi dengan mama. Aku bekerja keras untuk memenuhi hidupku sendiri. Dan akhirnya aku dapat melanjutkan pendidikanku ke bangku kuliah dan mendapat beasiswa.

Setelah aku mendapat gelar S1 ku, aku langsung melamar sang pujaan hatiku dan menikah. Selang beberapa bulan aku juga telah memiliki anak.

Sampai suatu hari, mama datang untuk menemuiku dan mengucapkan selamat padaku atas pernikahanku. Sesampainya ia di gerbang depan rumahku, anakku melihatnya dan langsung ketakutan. Aku mengetahuinya. Dan aku katakan kepadanya saat itu juga, “Hei beraninya kau datang kemari dan menakut-nakuti anak-anakku. Pergi kau dan jangan kemari lagi.” Dia terkejut dan langsung menjawab. “Maafkan aku, aku mungkin salah alamat.” Dia langsung berlalu pergi untuk meninggalkan pelataran rumahku.

1 Tahun berlalu begitu cepat dan aku mendapat undangan reuni saat aku sekolah dulu. Dan aku menghadirinya. Aku memandang kampung halamanku dulu. Dan ada warga sekitar yang menghampiriku seraya berkata “Nak, ini titipan dari ibumu sebelum ia meninggal beberapa bulan yang lalu.” Ia menyerahkan sebuah surat.

Untuk anakku satu-satunya
Anakku yang sangat aku cintai, aku sangat merindukanmu. Aku selalu memikirkanmu setiap saat. Dan maafkan mama jika mama waktu itu sudah menakut-nakuti anak-anakmu. Maafkan mama jika selama ini kau telah malu karena mama.
Kau harus mengerti bahwa dulu saat kau kecil, kau mengalami kecelakaan dan kehilangan satu mata. Karena aku tidak tega melihat anak yang sangat aku cintai mengalami hal itu di hadapanku, maka kuberikan satu mata untukmu demi pertumbuhanmu. Aku sangat bahagia karena kau akan melihat seluruh dunia untuk mamamu dengan mata itu saat aku telah tiada.
With love, mama

Saat aku membacanya, aku sangat terpukul dan sangat menyesal. Karena dulu aku tidak mengerti keadaan mamaku.

Cerpen Karangan: Annisa Nur Agustin
Facebook: Annisa InsomNisa
Annisa Nur Agustin, sekolah di SMKN 2 Semarang
jika ingin lebih mengenal penulis follow akun instagramnya di @Annisa_Agustin21

Cerpen Kasih Seorang Mama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Izinkan Aku Menangis dalam Senyummu

Oleh:
Langit begitu muram, membakar awan hingga tampak merah menganga. Menyulut hingga dasar hatiku, membakat rongga-rongga dada hingga jantungku. Membuat hatiku murka pada Kekuatan Abadi yang memaksa bapakku kembali ke

Kakak

Oleh:
Kring…Kring…Kring. Alarm berbunyi tandanya udah mau masuk subuh. Namaku Ira Anggraini Andriana panggil saja Anggraini atau terserahlah karena itu gak penting. Saat alarm berbunyi segera aku bergegas mandi ambil

Burung Pipit dan Seekor Singa (Part 1)

Oleh:
Sangat sulit menjelaskan mengapa aku sangat mencintainya. Kesempurnaan yang begitu nyata dari segi fisiknya. Namun, pengorbanan yang tak begitu tulus membuatku selalu mengalah. Tapi aku yakin suatu saat nanti

Tak Ada Guna

Oleh:
Temaram lampu di sepanjang jalan menerangi kawasan rantauprapat. Di sepanjang jalan, beberapa orang asyik bercengkerama dan sepasang muda-mudi melintas bergandengan tangan. Di sudut lain, Klara sedang menikmati sayup-sayup angin

Menembus Kelabu

Oleh:
Xenia hitam yang sedang ku tumpangi menerobos pagi buta bergelayut embun. Keadaan di sekitar jalan belum menampakkan hiruk pikuk aktivitas manusia atau deru mesin kendaraan yang memekakkan telinga. Mata

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *