Kebahagiaan Jessy

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 26 April 2016

Siang ini, Jessy sedang membantu Ibunya membuat Cake di Toko Ibunya.
“Klinting….” suara bel tanda pelanggan masuk.
“Jessy.. Bantu Ibu melayani pelanggan!” teriak Ibu.
“Baik Bu.” kata Jessy lesu. Sejak pagi, Jessy membantu Ibunya memasak Cake. Wajah cantik Jessy tetap terlihat cantik.

“Mau beli apa?” tanya Jessy lesu. Ia menghampiri seorang gadis sebayanya. Wajah gadis itu tampak ceria, cantik, dan manis.
“Aku mau beli…” kata-katanya terpotong.
“Kamu kenapa? Sakit?” tanya gadis itu.
“Tak apa. Ini sudah biasa. Aku membantu Ibuku membuat beberapa pesanan Cake sejak pagi. Oh ya kau mau beli apa tadi?”
“Strawberry Short Cake JUMBO, dan Choco Banana Beauty Cake JUMBO.” jawab gadis itu.

Jessy mengangguk, lalu menghampiri etalase cake. Gadis itu mengikuti. Mata Jessy menyapu setiap cake. Harum cake membuat mata gadis itu berbinar-binar.
Gadis itu menatap baju Jessy. Di sakunya, terlihat sebuah nama. JESSYCA RAISYA SYAKILA.
“Nama yang bagus…” gumam gadis itu. Jessy tersenyum.
“Namamu siapa?” tanya Jessy basa-basi, sambil menata cake pesanan gadis itu dan membungkusnya.
“Kimmy Ceria Shafa panggil Kimmy.”
“Waww, pantas saja kamu selalu ceria. Rupanya nama mempengaruhi kepribadian seseorang, yah!” celoteh Jessy. Gadis itu tertawa. Ya, Jessy sekarang menyebutnya Kimmy, bukan ‘gadis’ lagi.

Adzan maghrib berkumandang. Jessy bersiap-siap menutup Tokonya. Ibunya sudah pulang sejak tadi, mungkin pusing karena banyak sekali pelanggan hari ini. Jessy memasuki halaman Rumahnya. Dilihatnya sang Ibu sedang menatap sepeda milik Jessy.

“Ibu sakit?” tanya Jessy khawatir.
“Tidak. Ibu hanya pusing, Ibu lelah. Ibu tidur duluan yah?” pinta Ibunya lalu masuk kamar.
“Kenapa Ibu begini? Biasanya Ibu menyambutku,” gumam Jessy lirih.
“Ayah pulang…” kata seseorang. Ya! Itu Ayah Jessy.
“Ayah!” seru Jessy.
“Hai, Jessy. Bagaimana perkembangan Toko Cake-mu dan Ibu?” tanya Ayah membelai lembut rambut Jessy yang panjang.
“Baik, Yah! Namun, pelanggan hari ini membludak drastis! Toko penuh.. So, Jessy agak lelah mengurusnya,” celoteh Jessy. “Wow, it’s good! Lalu Ibu mana?”
“Ibu tidur Yah. Entah kenapa, kok Ibu sepertinya tidak menyambutku.” desah Jessy khawatir.
“Ah, kamu ini tak tahu ya. Ibu dan Ayah mu sudah beranjak tua, Jess. Jadi mudah lelah,” terang Ayah memberikan penjelasan.

“Tapi kan? Ayah baru berumur 31 tahun, sedangkan Ibu 30 tahun. Jess 15 tahun,” tanya Jess heran.
“Sebaiknya kau tanya sendiri ke Ibu. Ayah pun hari ini banyak klien. Apa makan malam sudah disiapkan?”
Jessy menggeleng. Ayah tertawa. “Baiklah, Ayah bantu Jess membuat cake.” Ayahnya memang memanggil Jessy dengan panggilan kesayangan, yaitu Jess. Jessy tersenyum lebar. Inilah yang selama ini diimpikannya, membuat cake bersama Ayah.

Cerpen Karangan: Salma Suhailah Rajwa
Hai, namaku Salma Suhailah Rajwa. Tolong comment cerpenku ini yah. Aku baru pemula. Alamat Rumahku di jalan Nusa Indah 1, RT 012/RW 002 no. 65 jagakarsa-Jaksel.

Cerpen Kebahagiaan Jessy merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Teddy Bear

Oleh:
Pagi yang membosankan bagi Milli. Ia harus pergi ke tempat laundry untuk mengambil boneka Tedy Bear miliknya yang membosankan. Entah mengapa ia sangat membenci boneka itu. “Huh, andaikan hari

Gadis Pemandang Langit (Part 1)

Oleh:
Dia gadis yang menawan, kebiasaannya adalah memandangi langit, siang atau malam di taman kota. Namanya Niky Bilqis, sering dipanggil Kiki, ia akan memandangi langit dengan banyak ekspresi, seperti nangis,

Kado Ulang Tahun Spesial

Oleh:
Besok ulang tahun Fani, sahabat Intan. Tetapi, Intan masih bingung apa yang harus diberikan pada Fani. Intan memang anak yang kurang mampu. “Bu, besok ulang tahun Fani. Intan bingung

Kisah Nyataku

Oleh:
Kenalin namaku putri andini miftakhu mas’udah, biasa di panggil putri. Sekarang saya bersekolah di SMPN 1 PRAMBON, saya kelas 7e. Cerita saya kisah nyata saya dulu waktu saya masih

Emakku Sayang Emakku Malang

Oleh:
Hatiku berdesir saat mendengar jeritan itu. Aku terpaku dan ternganga. Segera aku berpikir memutar otak untuk menemukan dari arah mana datangnya suara itu. Jerit tangis kian menjadi seakan memanggil

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *