Kebahagiaan Keluargaku yang Hanya Sesaat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 21 July 2014

Minggu yang cerah, awal baik untuk berlibur bersama keluarga. Anne Cleody Devanca biasa dipanggil Anne atau Cleo. Anak pertama dari dua bersaudara. Anne tarlahir di keluarga yang serba berkecukupan. Kini Anne telah menginjak di bangku kelas 8 atau Kelas 2 SMP, ia bersekolah di SMP Negeri 23 Surabaya. Sedangkan adiknya bernama Leo Dewa Karyana, masih menginjak sekolah TK di Cahaya School. Anak dari pasangan Bima Karyana dan Mega Aulia Devanca, keluarga mereka cukup terbilang harmonis, sampai pada akhirnya mereka harus menanggung beban yang berat…

Hari Minggu, hari yang ditunggu tunggu oleh Anne dan sang adik. Orangtua mereka telah berjanji bahwa hari Minggu ini mereka akan berlibur ke Bali selama liburan semester ini. Betapa senangnya mereka mendengar pernyataan seperti itu.
“Anne, apa kau sudah bersiap-siap. Jam 9 nanti kita harus sudah di bandara” ucap bunda dari lantai bawah.
“iya bundaa… sebentar lagi Anne selesai” jawab Anne
“jangan bawa barang terlalu banya loh Anne, nanti kamunya ribet bawanya” ucap bunda memperingatkan putrinya
“iyaa… bundaa…” ucap Anne sedikit berteriak. Anne yang dari tadi mempersiapkan barang barangnya ini terlihat sedikit tergopoh gopoh, “waduh kurang apa lagi ya ini, hmm… pakaian sudah, hp sudah, laptop sudah, kamera sudah, charger sudah, trus apa lagi ya?” guman Anne yang sedari tadi bingung dengan barang yang kelupaan itu. “aha… aku ingat sekarang” bagaikan ada bohlam lampu terang yang muncul di atas kepala Anne, Anne teringat dengan boneka kesayangannya itu ‘Rilakkuma’.
“ayo sayang kita mandi dulu, terus kita berangkat deh… cusss…” seru bunda pada Leo, adik Anne.
“sipp… bunda…” seru Leo dengan senangnya. Lalu dengan sigap bunda Leo langsung membopong putra kecilnya ini lalu membawanya ke kamar mandi.

Setelah semuanya selesai, keluarga kecil ini lalu bergegas ke bandara karena gak mau kentinggalan pesawat. Anne yang bosan akan perjalan ini mulai membuka makanan ringannya, dan memasang handset pada telinganya lalu memutar lagu dari ponselnya. Leo hanya memainkan robot robotannya.

3 jam sudah perjalan yang ditempuh. Masih terlihat Anne yang masih seperti wajah bantal, karena tadi memang Anne tertidur di pesawat. Setelah, mengambil semua barang-barang, akhirnya mereka pergi ke sebuah penginapan di dekat pantai Kuta. Penginapan itu sudah lama sekali dipesan oleh keluarga Pak Bima. Terlihat tempat itu sangat asri sekali, penginapan itu menghadap langsung ke laut lepas, di depan penginapan terdapat halaman yang lumayan luas banyak tanaman-tanaman yang ada di situ termasuk bunga anggrek, bunga kesayangan bundanya Anne, di bagian belakang terdapat kolam renang yang gak terlalu besar, anggaplah seperti kolam renang keluarga.

“Anne suka gak sama tempatnya? Kalau gak suka, besok kita cari penginapan yang lain saja. Sekarang istirahat aja dulu” tanya pak Bima selaku ayah Anne. Sejenak Anne tersenyum pada ayahnya ini.
“Anne suka kok yah. Suka banget malahan. Makasih ya ayah” seru Anne langsung memeluk sang ayah dan sambil memejamkan matanya
“sama sama Anne. Ayah juga senang bisa bahagiakan kalian” jawab pak Bima membalas pelukan putrinya sambil mengelus lembut rambut Anne. “ya sudah kita cari makan dulu aja. Kalian pasti lapar kan” lanjut pak Bima sambil melepas pelukannya. Anne mendongak, menghadap ayahnya
“ayah telat banget sih nawarin makanannya, Anne udah dari tadi tau laparnya” ucap Anne sambil memegang perutnya yang sudah mulai keroncongan. Pak Bima hanya terkekeh kecil melihat tingkah putrinya ini
“ya sudah. Panggil bundamu dan adikmu, ayah tunggu di bawah” ucap pak Bima. Anne hanya menggangguk pelan, lalu meninggalkan ayahnya

“bunda… bunda di mana?” teriak Anne mencari bundanya
“aduh Anne gak usah teriak teriak juga dong, bunda kan gak tuli. Bunda ada di dapur, ada apa?” ucap bunda Mega atau bundanya Anne
“hehe… habis, tadi Anne cariin di kamar bunda gak ada, di kamar Leo juga gak ada, di ruang tengah juga gak ada. Anne kan bingung jadinya mau nyari bunda di mana lagi” ucap Anne cengengesan
“ya sudah, ada apa kamu cariin bunda” ucap bunda Mega
“ayah ngajakin kita makan bun. Oh iya sekalian ngajak Leo juga” ucap Anne
“ya jelas lah Leo di ajak, masa di tinggal sendirian di rumah, apa berani dia? Ya sudah, kamu susul ayahmu dulu saja, bunda mau ganti pakaian dulu sekalian bangunin Leo” ucap bunda Mega
“sipp bunda. Muach…” ucap Anne lalu mencium pipi bundanya

Selama di perjalanan, tidak ada yang membuka topik pembicaraan hening lah yang tercipta. Bunda Mega masih asyik memandang luar jendela, Anne sibuk dengan sosial medianya, Leo masih bermain di gadget-nya, ayah Bima fokus menyetir…
“jadi, kita mau makan apa?” tanya pak Bima memecah keheningan
“saranku sih, mumpung kita di Bali kenapa gak nyobain masakan khas Bali saja? Yah seperti ‘Ayam/Bebek Betutu’ gitu” saran Anne
“hmm… boleh juga” ucap pak Bima
“saran kamu bagus Anne” bunda Mega
“ah, biasa saja bunda” ucap Anne

Tidak lama kemudian, mereka telah sampai lah di restorant yang menyajikan ‘Ayam/Bebek Betutu’. Tidak sampai 1 jam, mereka sudah selesai. Pak Bima langsung ke kasir untuk membayar total pembayaran hidangannya tadi. Sedangkan bunda Mega, Anne, dan Leo, mereka langsung ke parkiran.
Setelah semua sudah berkumpul, mereka langsung meneruskan perjalanannya ke penginapan. Tak butuh waktu lama, mereka sudah tiba di penginapan kembali
“huuaahh… capek banget. Belum juga ada sehari, capeknya serasa sudah setahun” keluh Anne dengan gontai memasuki kamarnya
“jangan lupa, cuci kaki lalu gosok gigi kalau kamu mau tidur” ucap bunda Mega
“iyahh… bunda” ucap Anne dengan malas
Setelah sampai di kamar, Anne langsung menjalankan perintah bundanya tadi. Setelah itu dia mengganti pakaiannya lalu membuka laptop sejenak. ia membuka sosial medianya, lalu ia berkata “hari ini sungguh memuaskan hatiku. Terima kasih ayah dan bunda atas segalanya. Dan besok adalah hari ulang tahunku, aku berharap hariku besok berjalan dengan sempurna. Amin…” lalu Anne menutup laptopnya dan langsung membaringkan tubuhnya dan segera menutup matanya.

Keesokan kemudian
“happy birthday Anne” bisik bunda Mega di telinga Anne yang masih tertidur. Anne yang merasa terusik langsung membuka matanya
“happy birthday Anne” ucap bunda Mega mengulangi kata-katanya
“terima kasih bunda. Anne sayang sama bunda. Anne gak mau kehilangan kalian” ucap Anne memeluk bundanya, dan butiran demi butiran menetes keluar dari mata Anne
“Anne ngomong apa sih. Ya jelas kita pasti selalu bersama, gak ada yang akan kehilangan” ucap bunda Mega sambil menghilangkan air mata Anne dengan ibu jarinya
“entahlah bunda, perasaan Anne gak enak. Kaya sebuah peringatan dari Tuhan untuk keluarga kita” ucap Anne lagi lagi butiran bening itu jatuh kembali
“Anne gak boleh berfikiran negatif dulu, berpikirlah hal positif saja. Hari ini kan hari ulang tahunmu jadi jangan sedih-sedih lagi dong, keep smile” ucap bunda Mega
“hehe… chesar dong bun” ucap Anne mencoba tersenyum
“ya sudah, kamu cepet mandi terus turun ke bawah kita sarapan bersama” ucap bunda Mega
“siap bunda” ucap Anne langsung pergi ke kamar mandi

Anne sudah berada di depan cermin riasnya. Begitu cantiknya Anne hari ini, rambutnya yang panjang hanya ia gerai lalu memakai bando biru laut yang senada dengan dress dan juga sepatu cat-nya.
“perfect…” guman Anne memuji dirinya sendiri.
Anne langsung pergi menemui keluarganya di meja makan
“pagi ayah, pagi bunda, pagi Leo” sapa Anne lalu duduk di kursi meja makan yang telah di sediakan
“pagi juga Anne” jawab pak Bima dan bunda Mega bersama
“kakak, Leo punya ini buat kakak. Selamat ulang tahun ya kak. Maaf, Leo cuma punya ini buat kakak” ucap Leo lalu menyodorkan coklat batangan pada kakaknya
“makasih Leo. Gak papa kok Leo. Leo baik deh” ucap Anne yang gemas dengan adik satu-satunya ini sambil mencubit pelan pipi Leo
“aww… sakit atuh kak” ucap Leo sambil memanyunkan bibirnya. Semuanya hanya bisa terkekeh melihat tingkah Anne dan Leo
“ayah dan bunda juga punya sesuatu buat Anne” ucap pak Bima
“apa itu ayah” ucap Anne yang mulai penasaran
“rahasia dong, ya sudah teruskan sarapanmu itu, lalu kita pergi” ucap bunda Mega
Setelah semuanya selesai. Mereka segera pergi, tidak menggunakan mobil, tidak menggunakan sepeda motor, melainkan mereka hanya berjalan kaki. Mereka hanya mau pergi ke pantai Kuta, tidak seberapa jauh dari penginapannya
“huuhh… kencang sekali anginnya” seru Anne di bibir pantai
‘ayah, bunda, ada apa ini? Kenapa di sini perasaanku tambah gak enak? Tuhan ada apa ini? Jangan biarkan kami berpisah. Jangan Tuhan’ Jerit Anne dalam hati
“kakak…. ditunggu ayah sama bunda di sana” ucap Leo menunjukkan tempat di mana mereka akan makan siang. Pak Bima telah mempersiapkan ini semua, makan siang di dekat bibir pantai.
“oh ya Tuhan. Makasih ayah, makasih bunda. Kalian selalu bisa membuatku tersenyum kagum” ucap Anne
“ya sudah, duduklah dan makanlah hidangan ini” ucap bunda Mega
“di acara ulang tahunmu ini ayah sama bunda minta maaf sama kamu atas segala perilaku buruk kami” ucap pak Bima
“ahh… sudah lah ayah. Sebelum ayah dan bunda minta maaf juga aku sudah memaafkannya, yah memang mungkin akunya saja yang gak nurut sama kalian” ucap Anne
“kami bangga punya anak sepertimu Anne” lalu ayah dan bunda Anne mengecup pelan dahi Anne secara bergiliran
Di saat berkumpul dengan keluarga inilah saat yang paling Anne suka. Bisa bercengkrama bersama kedua orangtuanya serta adik satu-satunya ini.

Tiba-tiba tanah tempat Anne berpijak tergoyang, awan mulai gelap, angin bertiup kencang, air laut pun pasang. Anne dan sang adik pun merasa takut di campur rasa cemas, orangtua Anne juga tak kalah takutnya. Mereka segera berlari menjauhi bibir pantai itu.
“LARII… ANNE… LARII” teriak bunda Mega pada Anne. Anne tidak lupa menggandeng sang adik lalu berlari.
Lalu ketika pak Bima dan bunda Mega berlari, pak Bima tersandung batu yang lumayan besar mengakibatkan ia terjatuh, bunda Mega langsung menghampiri sang suami dan membantunya untuk berdiri. Ketika ia hendak mencoba berdiri walaupun kakinya terluka tiba-tiba ada pohon tumbang yang jatuh tepat di tubuh pak Bima
“AYAAHHH…” jerit Anne dan Leo dari kejauhan. Dengan sigap Anne berlari menghampiri ayahnya ini, dan membiarkan adiknya berada di tempat yang kejauhan. “Adik kamu lari ke penginapan dulu, nanti kakak nyusul” teriak Anne pada sang adik. Leo hanya mengangguk pada sang kakak. Lalu Anne meneruskan berlarinya.
“ayah… ayah harus kuat. Anne sayang sama ayah. Ayah harus hidup demi Anne dan juga Leo” ucap Anne menitihkan air mata sambil membantu bunda Mega mengangkat pohon tumbang itu
“LARII ANNE LARII. Jaga adikmu dengan baik” ucap pak Bima
“tap… tapi ayah” ucap Anne gugup
“LARII ANNE di sini terlalu berbahaya” ucap bunda Mega
“maafin aku ayah, bunda. Anne dan Leo sayang kalian” Anne berjalan mundur melihat ayah dan bundanya bersusah payah. Lalu Anne berlari menjemput sang adik di penginapan

“LEO DI MANA KAMU?” teriak Anne di dalam penginapan
“di sini kak… hiks hiks” ucap Leo yang sedang menangis di bawah meja makan. Lalu Anne menghampiri sang adik yang masih memeluk kakinya karena takut
“Leo takut kak… hiks hiks” ucap Leo lirih sambil memeluk tubuh Anne. Anne pun juga ikut menangis, setelah melihat kejadian yang baru saja terjadi.
“Leo gak boleh cengeng ya, sekarang kita keluar, kita cari tempat yang aman” ucap Anne sambil menggandeng adiknya keluar dari penginapan. Tidak lupa Anne membawa ATM dan uang cash milik orangtuanya

Setelah keluar dari penginapan. Anne dan Leo berlari menjauhi pantai. Saat Anne melihat ke arah pantai, betapa terkejutnya ia, melihat air laut menghantam orang-orang yang ada di situ. Yah memang benar itu tsunami
“ayah bunda, Anne sayang kalian, kenapa kalian pergi meninggalkan Anne? Sungguh ini hadiah yang luar biasa dari Tuhan untuk kekuatan batin Anne. Sungguh di luar pemikiran Anne” ucap Anne dalam hati sambil membawa sang adik berlari ke tempat yang lebih tinggi

Surabaya
“telah terjadi tsunami dahsyat sekitar pukul 12.45 dari pantai Kuta, Bali. Tsunami menewaskan banyak orang dan menghancurkan bangunan yang ada di sekitarnya…”
“Opa… bukankah Bima dan keluarganya juga berlibur ke pantai Kuta. Kok oma merasa gak enak ya” ucap Oma Anne yang ada di Surabaya ketika menonton berita yang ada di tv
“ditemukan 2 anak kecil yang menangis di depan jasad orangtuanya, mereka bernama Anne dan Leo. Bagi kerabat atau keluarga, di harap segera menjemput mereka di rumah sakit Harapan. Sekian” ucap wartawan tersebut
“ya tuhan.. itu Anne dan Leo Oma, dan itu Bima dan Mega” ucap Opa kepada Oma
“iya bener Opa, kita harus segera menjemput mereka” ucap Oma lalu bergegas membawa barang seadanya

Rumah Sakit Harapan, Bali
“Anne Leo..” teriak Opa
“Opa Oma…” ucap Anne dan Leo langsung memeluk Opa dan Omanya ini
“ayah dan bunda Oma…” ucap Anne yang tertahan. Lagi lagi Anne menangis
“iya Oma tau, yang sabar ya nak” ucap Oma juga ikut menangis melihat jasad anaknya

Surabaya
Jasad orangtua Anne telah dibawa ke Surabaya
Tertulis batu nisan ini “Bima bin Sigit” dan “Mega binti Priyadi” yang bersampingan. Acara pemakaman, di hadiri banyak orang yang berduka cita dengan pakaian hitam yang mereka kenakan. Acara telah selesai. Kini tinggal Oma, Opa, Anne, dan Leo yang berada di sini. Leo yang sedari tadi menangisi kepergian orangtuanya, kini mulai menghapus air matanya dan berusaha tegar
“ayo Anne kita pulang” ucap Opa
“Opa, Oma dan Leo duluan saja. Nanti Anne nyusul” ucap Anne
“ya sudah kalau begitu” ucap Opa lalu pergi menjauh
Anne masih mematung di depan makam orangtuanya
“ayah… kau adalah ayah yang terhebat buat Anne, ayah yang selalu membuat Anne tersenyum. Dan bunda… kau adalah pahlawan wanita yang hebat bagi keluarga kita. Kalian sangat berarti bagi hidup Anne. Tuhan terima kasih, karena kau telah mengirimkanku 2 malaikat yang sayang padaku. Tuhan berikan mereka tempat di sisimu, jagalah mereka Tuhan. Ayah, Bunda, Anne merindukan kalian. Anne janji bakal mengunjungi kalian terus menerus. Anne bahagia punya kalian. I LOVE YOU DAD, MOM” Ucap Anne. Anne melihat bayangan Ayah dan Bundanya tak jauh darinya. Anne melihat pasangan suami istri itu bahagia lalu tersenyum pada Anne. Lalu Anne membalas senyumannya dan langsung pergi meninggalkan pemakaman

TAMAT

Cerpen Karangan: Estan Silka Jovanka
Facebook: Estan Silka Jovanka

Cerpen Kebahagiaan Keluargaku yang Hanya Sesaat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sayang Mama Jangan Pergi

Oleh:
Seorang gadis remaja yang cantik tapi berasal dari keluarga yang sederhana. Ayahnya telah meninggal saat sedang bekerja jadi supir angkot dikarenakan kecalakaan disebabkan masuk jurang. Sejak saat itu kehidupannya

Bagian Dari Kejutan

Oleh:
Aku sheryl, gadis yang masih mengenakan seragam SMA. Hari ini adalah salah satu hari terbaik bagiku. 23 tahun yang lalu seorang gadis terlahir di dunia. Aku baru sadar hari

Lingkunganku Masa Depanku

Oleh:
Lidya adalah murid yang sekolah di SD Pertiwi, Kota Jakarta. Sekarang Lidya kelas 3 SD. Lidya adalah anak yang sangat cinta terhadap kebersihan, baik di sekolah, di rumah dan

Surat Terakhir

Oleh:
“dian” sapaku kepadanya saat aku melihat dia berlari-lari dari depan pintu perpustakaan, ia menoleh ke arahku namun tak menghiraukanku dan terlihat airmata telah keluar dari mata indahnya itu. kenapa

Ratapan hati

Oleh:
Dari sudut kamar, tampak sunyi. Tak terdengar bisikan udara. Hanya tampak wajah yang menyimpan sejuta kesedihan. Mulutnya diam. Namun hatinya selalu bergerak bertanya. “Mengapa aku sekarang bersedih?” ia tak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *