Kebahagiaan Yang Hilang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 27 October 2018

Hari ini aku bangun pagi pagi sekali karena hari ini ayahku berulang tahun yang ke 34, aku adalah anak tunggal, aku mengetuk pintu kamar ibuku dengan sangat pelan takut nanti ayah terbangun, ibu segera membukakan pintu kamar lalu kami membagi tugas ibu memompa semua balon dan aku menghias meja dapur menjadi lebih bagus aku juga menambahkan gliter warna warni dan kami menempelkan balon balon di sudut dinding, setelah semua beres, aku langsung berpura pura haus dam minta minum kepada ayah sedangkan ibu ngumpet di kolong meja.

“Ayah aku haus tolong ambilkan minum”, kataku sambil menggoyangkan tubuh ayahku, “eehm iya”, kata ayahku, lalu kami langsung menuju dapur, aku berjalan lebih cepat dan langsung bersembunyi juga tanpa disadari ayahku, “salsaaa katanya mau diambilin minum, kamu di manaa”, teriak ayahku dan kami langsung teriak suprieseee selamat ulang tahun ayah, aku langsung mengecup kening ayah lalu kami menikmati kue bersama

1 minggu sudah berlalu, sepulang sekolah aku langsung menuju kamar ibu aku mengecup keningnya, ayah masih kerja paling pulang malam kataku dalam hati, tetapi sampai malam belum juga pulang aku jadi penasaran, ke mana ayah? tanyaku dalam hati, triingg.. telepon rumah berbunyi ibu segera mengangkatnya, “apa, tidak, tidak mungkin”, ibu menangis dan langsung mengajaku ke rumah sakit terdekat, lalu ibu mengajaku ke kamar catlia 6B.

Aku melihat wajah seorang lelaki, wajahnya tidak asing bagiku, itu adalah “ayaah”, aku langsung berteriak, aku melihat ayah sudah terbujur kaku, aku menagis sekencang kencangnya, “sabar nak ini adalah cobaan”, kata ibuku menenangkanku, ternyata ayah terkena musibah kecelakaan mobil, aku mencoba tabah.

Sudah tiga minggu aku hidup tanpa ayah, dubraak, aku terkaget, aku langsung ke dapur ternyata ibu pingsan, aku segera membawanya ke rumah sakit dengan tetangga tetangga, ternyata nyawa ibu tidak bisa diselamatkan, ibu punya penyakit jantung, aku memeluk ibuku, baru tiga minggu kita bahagia kenapa ibu dan ayah meninggalkanku sekarang aku tinggal di panti asuhan tanpa ayah dan ibu.

Cerpen Karangan: Litania lintang
Blog: Lintanggita.wordpress.com
Hay namaku lintang, kelas 5 sd di sdit AL-mubarak, maaf kalau kurang jelas tulisannya dan berantakan, kalau kalian mau mengenal aku lebih jauh bisa kalian lihat di instagramku litanialintang jangan lupa follow aku, memakai kerudung biru, bye

Cerpen Kebahagiaan Yang Hilang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Happy Ramadhan

Oleh:
Siang hari ini cuacanya sangat panas, Annisa yang sedag berpuasa pun jadi sangat haus, tapi ia berusaha untuk menahan hausnya. “Siang ini panas banget ya kak” kata Aminah adik

Just A Dream For Me And My Life

Oleh:
Hari itu fajar telah menyising, mama membangunkanku dari mimpiku. Aku terbangun menyadari sesosok wanita disampingku, “Airyn… ayo bangun! Kamu gak mau kan dokter Sally menunggumu!” kata lembut itu meluncur

Detektif Cilik

Oleh:
Hari itu Vino Cristhanio atau yang lebih sering dipanggil vino, sedang menyelesaikan suatu perkara, ya anak berumur 11 tahun itu sudah pandai menjadi Detektif, Masalah yang harus ia selesaikan

Surga Kecil

Oleh:
Sekarang, hal yang paling kuinginkan adalah pulang. Kerinduanku pada ibu memang sebuah harapan yang tak bisa ditawar. Mungkin diusiaku menuju dewasa ini, waktu tak lagi lama untuk membersamai orangtua.

Diary Arcita

Oleh:
What’s Up guys, perkenalkan namaku Arcita zahiya, aku kelas 5. Aku mempunyai seorang kakak yaitu arcati zaelani, ia kelas 1 smp. lalu aku mempunyai 2 orang teman yaitu Monica

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *