Kecelakaan Berakhir Bahagia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 18 October 2016

Namaku Neirsya Khumaira Nazaresya, panggil saja Neirsya, aku adalah seorang anak Presdir Mobil, dapat diduga kehidupanku bagaimana, kaya ya tentu saja.

“Neirsya, Papa mau kerja, ke tamannya ditemankan Zaenal saja ya!” pinta Papa.
“Kalau mama kemana?” tanyaku.
“Dia mau ketemu artis dari Hollywood, mamamu kan desaigner baju terkenal!” balas papa.
“Setiap aku mau jalan-jalan selalu ditemankan kak Zaenal, rapat juga dihadirin Tante Syaza!” marahku.
Papa tak menjawab dan langsung berangkat kerja, papa orang yang keras, bagaimana ia mendidikku, Papa mengikutkanku les Matematika, Inggris dan Sains, belum lagi les privat dan menggambar, itu sungguh membebankanku.

“Missbe sudah waktunya berangkat sekolah!” kata Kak Zaenal.
Missbe panggilan para pegawai papa.
“Eh kak Zaenal, aku jalan kaki saja ya! sekalian ke taman, masuknya siang kok!” kataku
“Missbe, kalau jalan kaki bisa capek dan kepanasan!” balas Kak Zaenal.
“Enggak usah ya nggak usah kak!” balasku.
“Tapi nanti dijemput kakak ya!” balas kak Zaenal.
“Iya!” balasku.

Aku berjalan ke taman, tamannya lumayan ramai, para pedagang yang mempersempit jalan, tamannya terletak di samping kantor papa, dan kebetulan ada papa yang menyeberang, ia tak melihat jalan dan hanya melihat arloji miliknya.
“Awasssss!” teriakku berlari menyelamatkan papa.
Ambulan membawaku ke rumah sakit.

“Tuuut tuuuut tuuut” bunyi sebuah alat yang ada di rumah sakit, aku membuka mataku dan nampak alat alat dokter berada di sampingku, sebuah selang melilit di hidungku.
“Nak kau sudah sadar?” tanya papa.
“Papa!” kataku, papa memelukku erat.
“Makasih ya nak, engkau malaikatku yang tak bersayap!” ucap papa.
Entah kenapa sejak saat itu, papa selalu menemaniku kemana pun sama halnya dengan mama.

Cerpen Karangan: Arachelly Sucipto

Cerpen Kecelakaan Berakhir Bahagia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pentingnya Mencuci Tangan

Oleh:
“Krruuukk… duh laper ya, lama banget sih pelajarannya” pikirku dalam hati. Jam sudah menunjukan pukul 1 siang. “15 menit lagi pulang nih, jajan apa ya Di enaknya?” tanyaku pada

Terpisahkan

Oleh:
Namaku Keyla. Duduk di bangku SMP kelas 3. Aku mempunyai seorang sahabat bernama Meyla. Dia adalah kembaranku. Dari di perut ibuku aku sudah berteman dengannya. Dialah satu-satunya sahabatku di

Siang Itu Masih Berbekas

Oleh:
“Umi jahat! Umi gak sayang sama Meta!” begitulah kata Meta dengan nada tinggi sambil membanting pintu kamarnya. Entah perasaan apa yang berrkelebat di benaknya hingga ia menaikkan nada suaranya

Bahagiakah Aku?

Oleh:
Satu kata yang diharapkan oleh setiap orang agar tak pernah lepas dari hidupnya. Kata ini begitu sederhana, sesederhana orang mengucapkannya. Hanya saja cara unuk memperjuangkannya tidaklah mudah untuk dilakukan.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *