Kecelakaan Maut Kereta Api

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Pengorbanan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 19 May 2015

Sungguh tragis nasib remaja berusia 21 tahun bernama Minto. Dia bekerja di kota sebagai pegawai kantor. Di hari liburnya dia menelepon orangtuanya lewat hp tuk mengabari ibunya bahwa dia akan pulang. Ibunya berkata bahwa dia akan menunggu di stasiun nanti. Tapi penantian ibunya tadi akan berakhir sia-sia. Anaknya yang menaiki kereta tadi terus menelepon ibunya bahwa dia akan pulang dan berkali-kali juga ia meminta ibunya untuk mendoakannya. Di tengah perjalanannya pulang kampung, 1 per 1 keanehan mulai terjadi. Mulai dari kereta yang berjalan dengan cepat sehingga membuat salah satu penumpang yang muntah, sampai pada lampu yang nyala-mati sampai lampunya pecah.

Malam telah tiba jam tangan minto menunjukkan jam 20.00 dan langit pun mulai gelap petir, mulai menyambar dari sana ke sini seperti langit yang mengamuk, angin malam berhembus sangat keras menerbangkan semua yang dilaluinya. Sementara itu ibunya yang berada di stasiun mulai khawatir dengan keadaan ini. Ibu pun mulai berdoa untuk keselamatan anaknya namun, ALLAH telah menentukan semua yang akan terjadi pada manusia, hidup matinya manusia tergantung pada ALLAH. Kereta yang dinaiki Minto mulai berjalan tanpa kendali ditambah angin yang sangat keras yang perlahan mengangkat kereta yang dinaiki Minto. Semua yang ada di kereta meloncat dari kereta kecuali Minto saat dia ingin keluar dari kereta ada suara tangisan anak kecil di dalam gerbong kereta api itu. Sedangkan di luar seorang ibu sedang memanggil-manggil nama anaknya tadi. Minto yang teringat akan ibunya yang merawatnya sampai sekarang menjadi memikirkan bagaimana jika ibu itu kehilangan anaknya maka dia tidak akan bisa melihat anaknya menjadi sukses seperti dirinya. Minto yang ingin keluar dari kereta kembali ke dalam kereta dan menggendong anak itu dan membawa anak itu ke pintu gerbang dia melemparkan anak itu ke ibunya sampai tertangakap oleh ibunya.

Angin mengangkat kereta lebih tinggi lagi dan melempar kereta sangat jauh sampai menabrak pom bensin. Minto masih mencoba keluar dari kereta. Tiba-tiba petir menyambar ke arah pom bensin dan menyebabkan ledakan besar sehingga membuat kereta terbakar sementara Minto masih ada di dalam kereta dia terjebak di dalam sana tubuhnya mulai merasakan panasnya api rasanya seperti di neraka tapi pasti lebih panas disana. Mengingat rasa panasnya api ini dia ingat bahwa dia belum meminta maaf untuk yang terakhir kalinya pada ibunya. Dia masih bersyukur pada ALLAH di tengah terbakarnya seluruh tubuh minto, mulutnya masih dapat mengucapkan kata ASTAGFIRULLAH HAL ADZIM.

Sementara itu ibunya yang masih menunggu anaknya di stasiun tiba-tiba melihat anaknya yang ada di depannya memakai baju serba putih, wajahnya memancarkan cahaya putih dan tubuhnya berbau harum. Dia berkata pada ibunya “ma, aku mau pulang dulu ya” dengan wajah tersenyum manis. Sementara itu ada juga cahaya putih di belakangnya yang seperti mengajak Minto untuk pergi dengan menarik tangan Minto. Ibunya meneteskan air mata mengingat pesan terakhir anaknya yang sudah disampaikan dari beberapa jam lalu saat Minto menelepon ibunya dan berkata dia ingin pulang. Akhirnya dipastikkan bahwa Minto meninggal dunia setelah ditemukan jasadnya di dalam gerbong kereta api dengan luka bakar di sekujur tubuh pada jam 21.00 tanggal 21 Desember saat umurnya 21.

Keesokan harinya Minto dikuburkan di makam pahlawan karena menyelamatkan anak dari ibu yang di kereta tadi. Ibu dan anaknya yang diselamatkan Minto juga mengikuti proses pemakaman Minto dan memberi ibu Minto tanda terima kasih berupa uang. Ibunya menerima uang itu dan melihat Minto tersenyum di sebelah makamnya

Cerpen Karangan: Jhaka Sena Putra Jala
Facebook: jhaka Sena Lupred

Cerpen Kecelakaan Maut Kereta Api merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Memeluk Duka Dua Wanita

Oleh:
Aku masih ingat saat keluargaku pindah ke kampung tanah tosora pada tahun 1985. Saat itu, aku berumur 9 bulan. Sebelumnya, keluargaku hidup dalam gubuk di kampung bersebelahan yang tak

Pendidikan Modal Merubah Nasib

Oleh:
Suatu ketika di sebuah desa, ada anak yang bernama Budi. Budi adalah anak yang cerdas bahkan bisa terbilang jenius. Dia berasal dari keluarga miskin, namun hal itu tidak menyurutkan

Maafkan Aku Sahabat

Oleh:
Alesya Namira namanya. Alesya mempunyai sahabat bernama Anggi Fatinah. Alesya dan Anggi bersahabat sejak tk. Sekarang mereka telah kelas 4 SD. Suatu hari, ada anak baru yang bernama Ratna

Mutiara Kusam

Oleh:
Operasi pelastik, kata yang cukup tabu bagiku, tak pernah sekalipun terlintas di anganku untuk mencobanya meskipun semua teman sebayaku telah berbondong-bondong melakukannya untuk memoles diri mereka. Dimana mata memandang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *