Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Tears Of Melody

Ketika sang rembulan malu menampakan wujudnya dikala itu, disaat seorang anak manusia tengah menangis dan berdoa di sebuah istana kecil di tengah malam yang teramat mencekat dalam aungan binatang buas, terucap kata kecewa...

Ketika Waktu Menggenang

Ada suara jerejak seperti pelepah dan ranting pohon yang diseret, ada derit suara timba yang ditarik diperigi. Kelopak mataku bergerak-gerak hendak menuruti telinga yang lebih dulu terjaga….lalu sunyi…..seorang...

Badai Saat Memeluk Karang

“Bu Irma, Rayyan gak diajak nih?” Sapaku pada Bu Irma yang sedang merapikan baju yang akan dipakianya besok untuk kegiatan lapangan. “Nggak bu, Rayyan lagi di rumah bapaknya. kalau di rumah nggak mungkin...

Haru no Sora (Langit Musim Semi)

Angin lembut musim semi terasa hangat di pipiku. Mentari mulai memancarkan sinarnya. Aku duduk di balkon rumahku dengan menggunakan seragam. Iya, seragam ini. Seragam yang membuatku bangga. Entah mengapa aku bangga dengan...

Satu Rindu di Tetesan Hujan

Hiruk pikuk kota semakin terasa. Cuaca yang terasa begitu panas di siang hari, banyak kendaraan bermotor yang ramai melintas setiap detiknya, bahkan kurang dari satu detik sudah lebih dari lima kendaraan bermotor yang lewat....

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply