Keinginan Hidupku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 25 April 2013

Hari begitu indah, dilengkapi suasana angin yang sejuk dan pohon yang rindang, Hati dan pikiran ini Begitu nyaman saat aku berada disini, semua masalah ku jadi hilang, tak heran jika tempat ini menjadi salah satu tempat favorit ku, setiap pulang sekolah pun aku selalu mampir ke taman ini..
Sampai tak terasa mata ku terpejam sejenak..
Saat itu aku berangan-angan..

“TUHAN..
Andaikan suasana di keluargaku nyaman seperti suasana taman ini..
Aku pasti tidak akan seperti sekarang..
Hidup tak tau arah dan tujuan..
Kenapa aku harus seperti ini..
Kembalikanlah keluargaku seperti dulu..

Tak terasa tiba tiba air mata ku jatuh secara perlahan.. “aduh.. aku gak boleh nangis, aku harus kuat” ucap ku dalam hati..
Hari mulai senja waktu pun berjalan begitu cepat, akupun segera beranjak pulang..

Setelah sampai dirumah, aku terkejut dengan suara tangisan ibu ku yang sedang bertengkar dengan ayah ku, jujur aku gak tahan harus hidup seperti ini, hidup di antara mereka yang terus membuat ku SAKIT dan tersiksa… Aku merasa terbebani dengan suasana keluarga yang seperti ini, hampir setiap hari aku mendengar, melihat sesuatu hal yang tidak aku inginkan terjadi, seakan bagaikan neraka dan mencekam buat ku..

Aku hanya bisa menangis menjalani ini semua, menangis karena sesuatu hal yang bisa membuat ku merasa tidak pantas hidup.. “TUHAN kenapa ini harus terjadi dalam keluargaku, kenapa aku harus hidup seperti ini..” Aku sudah tidak kuat, kenapa aku yang harus menjadi pelampiasan semua masalah yang terjadi dalam keluarga ku.. Percuma aku hidup, hidup di bawah lubang neraka yang dapat membuatku hancur..

Keesokan hari nya.. Aku memutuskan untuk pergi, pergi jauh dari kehidupan keluarga ku.. Tapi.. Saat itu, aku merasakan sakit, sakit yang sangat hebat di sebelah kepala ku dan keluar banyak darah yang mengalir dari hidung ku.. Aku sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan, sehingga pada saat itu aku tidak sadarkan diri.. Saat itu Hati ku menangis, setelah mendengar dokter memvonis ku dengan penyakit kanker otak yang menyerangku saat ini..
“Oh TUHAN.. cobaan apalagi ini?”
Mata ku terpejam, menikmati sakit yang benar benar aku rasakan..
“sakit, sakit” itu yang aku rasakan sekarang ..
Tapi bagiku tidak akan jadi masalah..

TUHAN..
Biarkan aku sakit seperti ini..
Asalkan aku sakit di dalam pelukan ayah & ibu ku..
Bila aku harus pergi,
Biarkanlah aku pergi..
Asalkan keluargaku utuh dan kembali seperti dulu lagi..
Hanya itu yang aku ingin kan..
Aku ingin melihat keluargaku tersenyum untukku..
Tersenyum di sisa akhir hidup ku..
Dan Akan ku bawa senyuman itu, sampai akhir mata ku terpejam untuk selamanya..

Cerpen Karangan: Wahidatul Nur Azizah
Facebook: azyezyah rextextoris arphenda

beginilah hidup ku..
aku percaya TUHAN akan memberikan jalan yang terbaik untuk hidup dan masa depan ku esok…

Cerpen Keinginan Hidupku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perjalanan Kisah Cinta ku

Oleh:
tgl 15 bln 05 tahun 2012 aku melamar kerja di restoran, aku yang hanya bekerja sebagai waiters biasa. aku merasa nyaman dengan semua pekerjaan ku, tapi tiba-tiba aku mengenal

Buku Harian Laurabelle

Oleh:
Malam begitu dingin hari berteman sepi bintang begitu terang bulan begitu indah namun sosok gadis bernama Laurabelle wajahnya tampak lelah, matanya sembab dan terbaring di atas ranjangnya sekali lagi

Brother, I Am Sorry

Oleh:
Pagi itu seperti biasa, aku berangkat sekolah tanpa senyuman, itu mungkin telah menghilang sejak seorang gadis yang dekat denganku yang bernama Gita secara tiba-tiba menjadi kekasih kakakku, dan juga

Doa Ku Meranggas

Oleh:
3 Desember 2015 Doaku meranggas teduh. Daun-daun kamboja kuning berguguran di sisi kananku. Syahdu dan hening. Semilir angin berhembus sepoi-sepoi namun merayu. Beberapa helai rambutku terayun pelan, dan hampir

Mawar Putih Untuk Thalita

Oleh:
Seperti biasa, setiap pagi keluarga ini berkumpul, sarapan bersama di meja makan. Mama tiba-tiba mengatakan sesuatu kepada Thalita, “besok ada yang bertambah umur satu tahun nih.” Thalita hanya tersenyum.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *