Kejutan Spesial di Hari yang Spesial

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 10 December 2016

Hari ini adalah hari Rabu dan hari ini bertepatan dengan hari ulang tahunku. Pukul 5 pagi, aku bangun dari ranjangku dan mandi.
“Kira-kira apa ya yang orang-orang berikan di hari ulang tahunku kali ini?” Pikirku dalam kamar mandi.
Belum selesai aku berpikir, tiba-tiba lampu kamar mandiku berkedip-kedip seperti lampu disko. Lalu ada yang mengetuk-ngetuk pintu kamar mandiku sambil memanggil-manggil namaku.
“Cindy… Cindy… Cindy…” Katanya.
“Kak Kevin bercandanya nggak lucu ih!” Kataku sambil ketakutan.
Lampunya berhenti berkedip, aku lega. Aku melanjutkan mandiku sambil bernyanyi. Tiba-tiba, lampu kamar mandiku mati sendiri.
“Aaaaaaaa!!!” Jeritku
Aku pun cepat-cepat memakai seragam sekolahku dan keluar dari kamar mandi.
“Huh.. Akhirnya selesai juga.” Batinku.

Aku mengambil tasku dan turun ke lantai bawah untuk sarapan.
“Loh kok sepi? Di mana mama dan papa yang biasanya sudah ada di meja makan?” Batinku heran.
Aku pun membuka tudung saji dan melihat ada 2 gelas susu, beberapa roti coklat kesukaanku dan kakakku, dan 4 buah apel merah. Saat aku ingin memakan apel, ada sepucuk surat di bawah apel yang berisi,

To: Cindy sayang By: Mama Papa
Cindy sayang! Maaf ya kali ini mama sama papa nggak bisa nemenin kamu sarapan kayak biasanya, soalnya papa ada proyek dadakan di Jakarta. Jadi, kami harus ke Jakarta selama 3 hari. Itu udah ada roti coklat kesukaanmu dan kakakmu. Jangan lupa bangunin kakakmu! Hati-hati di rumah ya, nak! Love you…

“Oh ternyata mama sama papa pergi ke Jakarta karena ada proyek dadakan dan mereka lupa kalau hari ini adalah hari spesialku. Huh.. Ya sudahlah jalani saja!” Keluhku.

Setelah jatah sarapanku habis, aku naik ke atas untuk menengok kakak. Di depan pintu kamar kakakku ada tulisan “Jangan masuk! Lagi mimpi indah. Yang ngganggu temennya setan.”
“Astaga.. Pake ditulisin segala.” Kataku.
Aku pun menggedor-gedor pintu sambil berteriak mamanggil nama kakakku.
“Kakak… Bangun! Jangan ngorok terus kayak kebo! Woy…” Teriakku.

Tak lama kemudian kakakku keluar dari kamarnya.
“Apa sih, Nyet? Buta huruf ya? Tuh baca!” Kata Kak Kevin.
“Iya iya ah. Aku disuruh mama bangunin kakak sampai bangun.” Jelasku.
“Nggak tanya!” Jawabnya ketus.
“Iya cepetan mandi terus sarapan ini udah jam 6.” Kataku.
“Yoi. Tunggu aja di luar. 5 menit lagi kakak ke sana terus berangkat.” Katanya.
“Awas ya kalo lebih!” Kataku sambil mengancamnya.
“Bawel ah.” Jawab Kak Kevin.
Kak Kevin menutup pintu kamarnya dengan sangat kencang sampai-sampai tulisannya terjatuh. Aku pun menunggu Kak Kevin di luar. Dan benar 5 menit kemudian Kak Kevin ada di depanku dengan menaiki motor ninja merahnya.
“Ayo! Kunci pintunya!” Perintah Kak Kevin sambil melempar kunci ke arahku.
Aku pun segera mengunci pintu dan pergi ke sekolah.

Di tengah perjalanan, aku bertanya kepada Kak Kevin apakah dia ingat kalau hari ini adalah hari ulang tahunku.
“Kak!” Kataku.
“Apa?” Jawab Kak Kevin.
“Kakak inget nggak ini hari apa?” Tanyaku ke Kak Kevin.
“Inget!” Jawabnya.
“Hari apa?” Tanyaku lagi.
“Hari Rabu lah, masak hari Minggu. Kalau hari Minggu kan kita nggak pergi ke sekolahan kayak gini.” Jelasnya.
“Huuhh… Ya maksudku kakak inget nggak kalau hari ini ada yang ulang tahun?” Kataku sambil sedikit emosi.
“Nggak! Seingetku hari ini nggak ada yang ulang tahun. Paham?” Katanya sedikit ketus.
“Iya, aku paham.” Kataku.

Jam setengah 7 kami sampai di sekolah. Saat aku masuk ke kelas, kelas sangat sepi. Di kelas, hanya ada aku dan Rossa. Tak seperti biasanya, Rossa yang cerewetnya luar biasa itu hari ini hanya terdiam di bangku pojok kelas. Aku pun menghampirinya dan duduk di sebelahnya.
“Ros, kamu kenapa?” Tanyaku.
Rossa tidak menjawab pertanyaanku dia malah pergi keluar meninggalkanku.

Tenggg… Tenggg… Tenggg…
Bel tanda masuk pun berbunyi. Tidak ada guru pada jam pertama. Akan tetapi, seisi kelas diam seakan ada guru killer yang sedang murka. Aku pun ikut diam. Saat istirahat pun kelas hening sekali. Mereka pergi ke luar kelas tanpa bicara sekata pun. Tak ada yang menghampiriku untuk pergi ke kantin bahkan sahabat-sahabatku. Aku menangis.
“Kenapa mereka begitu ya? Lebih baik aku diam saja di sini.” Kataku.

Tenggg… Tenggg… Tenggg…
Bel pulang telah berbunyi. Aku menunggu kakakku mengambil motor.
“Lama banget sih. Aku udah nunggu sejam masak kakak nggak dateng-dateng sih? Apa mungkin dia lupa sama aku? Ya sudah aku jalan kaki saja ah.” Batinku.
Aku pun pulang dengan jalan kaki. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya.
“Duh, hujan lagi. Kakak emang gila!” Kataku menggerutu.
Aku tetap melanjutkan perjalananku walaupun hujan semakin deras dan kilat menyambar-nyambar.
“Hari ulang tahun yang buruk. Kenapa bisa begini, Ya Tuhan?” Kataku sambil menendang-nendang batu.
Brukkk..
“Aduh… Pake jatuh segala lagi. Astaga! Seragamku kotor dan kakiku berdarah.” Kataku sambil menangis.

Sesampainya di lapangan sepak bola dekat rumahku hujan reda.
“Akhirnya sampai juga di rumah. Aku lewat pintu belakang aja deh.” Kataku.
Aku pun membersihkan dan membalut lukaku lalu pergi ke ruang tengah.
“Ni apa lagi? Lampunya gelap belum dinyalain sama Kak Kevin si rese itu.” Gerutuku sambil menyalakan lampu.
“Kejutannn!!! Selamat ulang tahun, Cindy!!” Kata mama, papa, kakak, temanku, dan sahabatku.
“Ada apa ini? Si.. siapa yang merencanakan semua ini? Kok mama sama papa ada di rumah sih? Bukannya di Jakarta, ya?” Tanyaku sambil menangis terharu.
“Kakakmu yang merencanakan semua ini, nak. Mama sama papa nggak pergi ke Jakarta. Itu hanya bagian dari rencana kakakmu.” Jawab mama.
“Kakak?” Kataku tidak percaya.
“Iya, Cindy. Kakakmu yang merencanakan semua ini.” Jelas papa.
“Kakak!!!” Teriakku sambil berlari memeluk Kak Kevin.
“Makasih buat semua ini ya, Kak. Aku sayang kakak.” Kataku sambil menangis.
“Iya. Maafin kakak ya udah bikin kamu jadi dekil kayak gini.” Kata Kak Kevin.
“Iya, nggak papa kok, Kak.” Kataku.

Pesta ulang tahunku yang ke-13 berjalan dengan sangat meriah dan mengharukan. Aku tidak menyangka bahwa Kak Kevin, kakakku yang jahil banget itu adalah dalang dibalik drama ini. Terima kasih, Kak…

Cerpen Karangan: Lafalmaa 02
Facebook: Almaida Lathifa Dilla

Cerpen Kejutan Spesial di Hari yang Spesial merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Apa Harus Cantik (Part 1)

Oleh:
Namaku Cika Afriska. Aku punya kakak perempuan yang nggak cantik-cantik banget, namanya Diana. Kak Diana itu, walaupun nggak cantik-cantik banget, dia punya banyak mantan pacar. Sekarang, Kak Diana sedang

Bukan Ann Tapi An

Oleh:
Jam dinding berwarna cokelat yang masih setia menempel di dinding ruang kelas menunjukan pukul 10.15 WIB. “Masih lama” ucapku yan sedari tadi telah menunggu detik-detik berbunyinya bel kebahagiaan, alias

Cinta Berbelit

Oleh:
“Res, aku mau ngomong sesuatu sama kamu” Kataku kepada Resya, sahabatku “Iya ngomong apaan” “Eemm aku suka sama Bagas senior kita kelas 10/1 SMA” “Ohh itu pantesan kamu suka,

Derita Seorang Anak

Oleh:
Di suatu desa terpencil, ada keluarga yang hidup harmonis. Mereka hidup berkecukupan, ayahnya bekerja sebagai seorang petani dan ibunya sebagai seorang ibu rumah tangga. Kehidupan mereka sangat bahagia. Mereka

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *