Keluarga? Not Bad

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 15 November 2013

Aku hidup dengan keluarga yang sederhana. Hampir setiap pagi, sejak dua tahun lalu aku selalu mendengar perdebatan antara mereka, orang tua ku. Aku bersikap tidak tahu apa-apa penyebab mereka bertengkar, yang jelas sejak setahun lalu aku memberanikan diri hidup sendiri, meninggalkan mereka dengan keramaiannya, dan setelah dua bulan berikutnya aku diberitahu mama dan papa bahwa mereka berpisah. Syukurlah, tidak ada lagi teriakan antara mereka dan aku benar benar menjadi anak broken home, tak apalah, aku tak perduli. Karena mereka juga tak pernah perduli dengan nasihat yang pernah ku ucapkan, mereka tidak pernah mendengarkannya, karena aku hanya dianggap anak kecil bagi mereka, anak kecil yang tak dilindungi oleh mereka. Ah, biarlah, toh sekarang aku sudah terbiasa…

Bekerja di salah satu bank swasta membuat hidup yang monoton ini bertambah mumet, komputer dan hitungan merekalah teman setia ku. Dan selama ini aku hanya tinggal di kontrakan kecil di Jalan Ayani, rumah kecil ku. Dimana aku hanya mendengar sayup-sayup suara anak anak sebelah dan seberang kontrakan setiap paginya.

Hari ini aku masuk jam Delapan seperti biasa… aku punya rencana sehabis kerja aku ingin menengok mama, beberapa bulan terakhir aku tak pernah bertemu beliau, hanya mendengar suaranya setiap malam… kadang aku juga bosan ditelpon setiap malam, tapi tanpa suaranya aku pun merasa begitu sendirian… “Ay… habis ini kita jalan ke mall yuk” ajak Sisil teman sekantor ku di sela kami merapikan meja kerja. “Kan masih tanggal muda, berhubung ada banyak diskon loh” sambungnya lagi dengan senyum sumringahnya. Aku pun mengiyakan…

“Oya Ay, kita makan yuk, tapi…” ajaknya setelah sejam kami berkeliling. Aku hanya mengangkat alis sebelah tanda bertanya. “kita makan bareng sepupu ku ya, kami udah janjian, dia baru datang dari Jakarta jadi sekalian ya…” Cengirnya. “Jadi yang telponan sama kamu tadi sepupu kamu itu?” tanyaku sambil kami masuk ke dalam foodsquer. Sisil mengangguk dibarengi terangkatnya tangannya melambai ke salah satu meja di depan kami. “Hai… apa kabar?” Sapa Sisil pada sepupunya itu. Aku diam saja melihat mereka. sebelum Sisil menyadari ku yang berdiri di sampingnya dan memperkenalkan ku pada sepupunya itu. Ahhh, “Aya…” sahut ku menjabat tangannya yang terulur pada ku. Dia tersenyum manis… “Ay, kamu pesan apa?” Tanya Sisil menyadarkan ku. “Ngikut aja.” jawabku singkat. “Selalu… gak punya pilihan apa…” Sindir Sisil tapi aku sudah terbiasa dengan ceplas ceplosnya… Aku membalas nyengir. Dia melirik ke arahku… Sudah hampir maghrib, aku pamit duluan… aku sudah janji mau ketemu mama, berhubung besok libur sekalian menginap di sana…

Sejam perjalanan akhirnya aku sampai rumah, tidak berubah dari rumah ini, hanya penghuninya yang berbeda, tidak utuh lagi… “Assalamualaikum…” pintu terbuka setelah beberapa kali aku mengetuk.
“Ayyaa…” peluk mama setelah pintu tebuka. Miris hati ku melihat beliau… “Oya, ini Aya bawain kue… tadi Aya sama teman belanja ke mall. Heee” Aku berusaha bersikap biasa… “Mama sudah makan kan?” Mama mengangguk. Aku pun tersenyum melihatnya. Tak lama bibi datang dengan segelas susu. Minuman kesukaan ku, Bibi masih ingat ya… “Habis ini, kamu mandi gih, terus istirahat… Mama mau keluar sebentar, ada janji sama teman” Bibirnya melengkung, pantas saja beliau terlihat rapi… Percuma!

Hampir tengah malam, aku hanya uring-uringan di kasur ku, kamar ku tidak berubah, masih sama seperti dulu… Bekali-kali aku menenangkan pikiran ini tapi mata ini sulit terpejam. Sampai aku teringat pertemuan tadi sore… entah kenapa jantung ku berdetak aneh. Ahhh, aku tak mau memikirkannya…

Sebulan kemudian
“Ay, minggu depan kan aku merried tuh… dan aku juga bakalan cuti kerja…” Sela Sisil disela makan siang kami
“Hmmm…?”
“Trus, kamu kapan nyusul?” tanyanya berlagak lugu sambil nyengir. Mata ku melotot ke arahnya. “Hahaa, sorry sorry. Becanda.” Tangan Sisil terangakat membentuk huruf V. “Oya. Bagaimana kalau kamu aku jodohin sama Andra Ay?” Godanya lagi. “Ini, serius!” Sambungnya. Aku menggeleng “Di kemanain pacarnya?” Jawab ku sedikit ingin tau. “Nah, maka dari itu dia balik ke Banjarmasin buat nyari istri. Sepertinya dia tertarik sama kamu” Tambah Sisil. “Ohhh… Trus dibawa ke Jakarta?” Jawab ku asal. Nyari itu ibarat barang, pengucapan yang sangat mudah, nyari. “Ya gak lah, dia kan punya usaha di sini. Mungkin sesekali aja ke Jakarta cuma buat survey…” Jelas Sisil. Andra pengusaha muda yang sukses, dia sarjana Ekonomi sama seperti ku, bedanya aku hanya seorang pegawai biasa… Aku tak pernah berpikir menjalin hubungan, pacaran pun tidak, apalagi nikah, melihat keluarga ku yang berpisah. Apa ada yang mau menerima ku seperti ini? “Kamu tu cantik Ay, baik lagi… tapi cuek!” Tambah Sisil sambil beranjak. “Plus perawan tua! Hahaa” Sialan! Umurku baru 24 tahun dan Sisil 23 tahun, berbeda hanya setahun saja membuatnya bangga. Cih, dasar tu anak!

Rabu malam, aku berjalan-jalan di sekitar Sabilal, Pantai Jodoh anak-anak Banjarmasin menyebutnya… Malam ini tak seramai seperti malam minggu, tapi aku menyukai suasananya… Berdiri diiringi memandang sungai dan sepertinya bintang terlihat enggan menampakkan sinarnya. Tak terasa pukul Sepuluh, pikiran ku entah melayang kemana, kosong sepertinya… Tapi terasa penuh… “Aya?” Seseorang berjalan mendekatiku, jantungku kembali berdetak aneh. “Hai, ngapain sendirian di sini?” tanyanya lagi yang sudah berdiri di sampingku. “Ehh, kamu… gak, cuma main aja. Kalau kamu?” Aku tersenyum ke arahnya. Ini ke Lima kali kami bertemu, hanya itu. “Tadi pas aku lewat gak sengaja lihat kamu di sini, penasaran jadi aku muter balik… Ternyata memang benar kamu.” Jelas Andra, rupanya dia baru pulang kerja… Mulut ku hanya bergumam, tapi mataku lekat memandangnya… Dia terlihat sempurna, matanya yang berbinar tiap kali dia bicara, bibirnya yang tipis terlihat selalu tersenyum dan… dia juga menatap ku balik… “Sudah malam Ay…” Suaranya memecah keheningan. “Bagaimana kalau aku antar kamu pulang?” Tambahnya lagi. Aku berpaling kembali menatap sungai di depanku. Aku tau ada sesuatu antara kami berdua, Pertemuan yang singkat menumbuhkan rasa aneh yang terpatri. “Boleh.” Jawabku mengiyakan. Dia kembali tersenyum dan menuntunku ke arah parkiran mobilnya…

“Andra?” Sapa seorang pria. Tangannya erat menggandeng pasangannya. “Dino! Tania?” Andra balas tersenyum, sumringan. “Hai Bro apa kabar” Dino merangkul Andra, sejenak melupakan pasangannya. Rupanya mereka teman Andra dan mereka suami istri. “Oya, kenalin. Aya..” tak lupa Andra mengenalkanku. “Calon kamu ya Dra?” sahut Tania. Andra balas tertawa. “Mungkin.” Tambahnya kemudian sambil melirik ke arah ku. Tania tersenyum pada ku, “Eh, BTW hari ini kan ulang tahun kamu Dra… hmmm yang 27 kan? Selamat ya…” Oh, aku gak tau. “Ingat aja kamu Tan… Terimakasih” Balas Andra. “Iya dong, aku kan selalu ingat ultah teman-teman dekatku, sayang kita gak ngerayain kaya tahun kemaren…” Tania kembali menggandeng tangan Dino. “Bagaimana kalau kita makan jagung bakar? Kamu yang traktir Dra!” Tambahnya lagi. Andra terlihat berpikir “Sebenarnya aku mau ngantar Aya pulang…” Sahutnya. “Ehh, gak papa kok An, lagian perut ku juga agak lapar nih. Heee” Andra terlihat tak yakin. Tapi Tania keburu menggandeng kami menuju deretan gerobak jagung bakar. Kami memilih tempat duduk dekat sungai. Ahh, udaranya semakin dingin saja, namun semua tak terasa dengan celoteh Tania, Dino dan Andra… Kami tertawa bersama…

“Maaf ya Ay kamu jadi pulang kemalaman… dan perkataan Tania tadi gak usah diambil hati ya” Sela Andra ketika kami mendekati mobil. Aku melirik jam tangan ku yang menunjukan angka Dua belas kurang. “Santai aja An… lagian menyenangkan kok” “Hmm, selamat bertambah umur ya An… heee. Maaf aku gak tau.” Ucapku ketika Andra siap menancap gas. Dia hanya balas tersenyum… Kami pun larut dalam pikiran masing-masing…

“Ay, bangun…” Andra menyentuh bahu ku lembut. “Ahh. Sudah sampe ya?” Rupanya aku ketiduran. “Yap! Lumayan.”
“Hah, lumayan apa?” tanyaku heran.
“Kita sudah sampai Lima belas menit yang lalu Ay” Jelasnya menyadarkan ku. “Ih, kok kamu gak langsung bangunin aku An.” Sahut ku sambil menyampirkan tas. “Hee, kamu sih tidurnya pulas banget jadi gak tega aku bangunin… dan kamu terlihat…”
“Ahh, maaf ya udah ngerepotin.” Aku berusaha bersikap biasa dan segera membuka pintu. “Ay…” Andra mendekat ke arah ku. Dan mengecup keningku lembut. “Malam sayang…” Ucapnya pelan. Dia berhasil menghipnotisku. “Malam…” Sahut ku hampir tak terdengar. Dia kembali tersenyum… Aku langsung keluar tanpa menoleh lagi, tak peduli dia memandangku atau tidak. Yang jelas sekarang aku berjalan terasa melayang… Ahh. Andra…

Cerpen Karangan: Iyach Achmad
Blog: http://iyachachmad.blogspot.com/
Salam kenal, saya Iyach.
semoga cerpen saya menyenangkan ya…
Trims

Cerpen Keluarga? Not Bad merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ibu Baru Untuk Melli

Oleh:
“Pokoknya aku gak mau kalau Papa nikah lagi!!” kata Melli. “Aku juga gak setuju kalau Papa nikah lagi!!” kata Kak Ardi. “Apa Papa udah gak sayang lagi sama Mama?!”

Jangan Terlalu Membenci

Oleh:
Saya Aisyah, aku adalah perempuan yang super duper cuek dan jutek di kelas IPA 1, kebanyakan sih yang bilang gitu. Dan aku paling enggak suka dijailin sama teman cowok

Gadis Bermata Sendu

Oleh:
Gadis itu berlari, tak peduli angin menerpa. Matahari begitu terik, sampai burung tak berkutik. ia terus melangkah dengan derap yang sangat cepat. “Ibu kembali, Bu! Kumohon” teriak si gadis

Bukan Aku

Oleh:
Suasana ketegangan, hati yang cemas dan gelisah serta perasaan takut seolah-olah sedang bersatu untuk menghantuinya. Bahkan semua pasang mata yang ada di ruangan itu tertuju pada gadis kecil usia

Dua Puluh Lima Juta (Part 1)

Oleh:
“Dua puluh lima juta?” Tanya Nina shock mendengar nominal yang disebutkan oleh dokter. “Benar sekali. Total biaya operasi Ibu anda adalah dua puluh lima juta.” Jelas sang dokter. Mendengar

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *