Keluargaku Adalah Hartaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 9 November 2016

Namaku Raisa Viladyka. umurku 8 tahun. aku anak bungsu dari 3 bersaudara yang berarti aku mempunyai 2 kakak bunda dan ayahku sangat sibuk bekerja tapi 2 kakakku inilah yang selalu ada untukku. Aku sangat suka dengan mereka.

Keluargaku sangat sempurnan punya rumah mewah, keluarga yang utuh juga semua kebutuhanku sangat tersedia. namun aku merasa ada yang kurang dalam kehidupanku setiap hari. dan inilah kisahku yang membuatku sadar kalau ayah dan bunda sangat sibuk.

Di pagi yang cerah kak Vella sudah membangunkanku. lalu aku pun segera mandi dan mengganti pakaianku dengan seragam. “kak dimana, ayah bunda?” tanyaku pada kak Alan “ayah dan bunda sudah kerja dari tadi dan minggu depan baru pulang.” kak Alan menjawabku sambil mengambilkan sarapan.
“Ayo non kita udah mau terlambat lho…” pak sarip mengingatkan. pak sarip adalah sopir untukku dan 2 kakakku dia sudah bekerja sejak aku masih bayi. “oke pak”.

Sesudah sekolah aku langsung membuka tas dan menghampiri kamar kak Vella. “Kak Vella besok minggu di sekolahku ada open house kak. kakak dateng ya!” aku menghampiri kak Vella sambil mengacungkan surat undangan dari sekolah.
“Pasti dong sayang”
“Kak Alan juga kan?, oh iya ayah bunda ikut juga?” aku bertanya lagi dan lagi. “maaf ya sayang ayah bunda nggak bisa ikut ada pekerjaan.” kak Vella mengelus rambutku ia pasti tahu kalau aku kecewa pada ayah dan bunda. aku berlari ke kamar dengan persaan marah dan sedih.

Mengapa ayah dan bunda harus sama-sama bekerja padahal teman temanku bundanya pada di rumah dan mengurus pekerjaan rumah. aku melampiaskan amarahku dengan melempar bantal dan gulingku sehingga membuat kamarku berantakan.
“Ahhhh… kenapa ayah bunda selalu sibuk… padahal pas waktu kecil ayah bunda selalu menghabiskan waktu untuk bermain bareng…” aku berteriak dan berkata dengan menangis. “aku benci ayah… aku benci bunda… sekarang ayah bunda udah berubah. sudah nggak ngurus aku sama kakak…” aku berteriak berkali kali mengucapkan kata kata benci.

Seketika amarahku mereda. terdengar suara ketukan pintu. dari luar “dekk ayo dek keluar, gak usah marah kayak gitu dong”. aku pun ke luar kamar mengikuti kedua kakakku
“Dek di taman ini kak Alan dan Kak Vella pernah dengar kalau bunda itu sangat dibutuhkan di sebuah perusahaan. bunda menolak untuk bekerja tapi kalau bunda menolak perusahaan ayah terancam bangkrut. dan akhirnya bunda mau bekerja.” Jadi bunda itu bekerja karena bunda mau menolong ayah ya… aku berkata dalam hati tapi amarahku itu belum reda.
Terus kalau perusahaanya ayah udah maju kenapa bunda nggak kembali jadi ibu rumah tangga? aku bertanya dalam hati.

Kak Alan lalu menggandengku ke bingkai foto. “lihat disana kan ada kamu bunda dan ayah coba kalau gambarnya ayah dan bunda ditutup. gimana?.” “Jadi jelek kak!” kataku sambil menyingkirkan tangan kak Alan “kita ini harus bersyukur dek kita masih punya kedua orangtua. coba kalau ayah bunda nggak ada.”
“Iya kak aku bersyukur…” kataku dengan lembut dan ikhlas. “ya udah yuk ke dalam mesti Kak Vella udah siapin makan malam yang enak.” kak Alan menggandengku masuk rumah.

Di hari open house aku pergi bersama kedua kakakku. Saat hari sudah sore ayah dan bundaku pulang dan membawa oleh oleh untuk kami. “Bunda… aku kangen bunda…” aku menghambur ke pelukan bunda. “yah kan seminggu mesti kamu kangen ya udah jelas… tapi mesti kamu nggak kangen lagi habis ini dan seterusnya.” aku bingung dengan ucapan bunda. “Nah bunda habis ini akan di rumah terus. bunda udah nggak lagi kerja. “bunda mengucapkan kalimat yang tak bisa kupercaya.
“Hah yang bener. bun?” kak Alan dan Kak Vella lalu menghambur ke pelukan bunda. “aku sayang bunda sama ayah…” aku berkata sambil menggeret ayah untuk mendekat. ayah lalu mengambil kamera dan diletakkan di meja depan kami
dan lalu ayah ikut berpelukan. dan…
JEPRETT… gambar kami saat berpelukan

Sangatlah.. hangat… lalu di saat aku sudah lepas dari pelukan aku berkata “keluargaku adalah harta yang sangat berharga bagiku. ingatlah walaupun oangtuamu sibuk, dia marah marah dia pergi untuk beberapa hari. sadarilah kalau mereka sangat sayang padamu.

Cerpen Karangan: Adiba Ghafira Aininda
namaku adiba ghafira aininda aku lahir tanggal 12 november tahun 2006

Cerpen Keluargaku Adalah Hartaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sabtu Terakhir Bersama Ayah

Oleh:
Sabtu, 08 Oktober 2016 22:35 Malam ini aku tak bisa tidur, teringat padamu. Jadi kuputusan untuk membuat cerpen ini, untuk mengenangmu. Ditemani dinginnya malam disertai gerimis ini. Hari ini

Bunda Kembalilah

Oleh:
Tidak terasa 14 hari berlalu. Masih ku ingat jelas bagaimana aku menangisi jenazah Ibuku yang tak berdaya. Masih teringat jelas perkataan terakhir yang beliau ucapkan. Beliau mengingatkanku untuk tidak

Supercake

Oleh:
Lelah. Hanya itu yang dapat ku ungkapkan selama sehari penuh. Noda bekas cream cake, air, mentega, tepung, tumpahan telur, dan berbagai karya seni hari ini yang dapat ku buat

Shooting Stars

Oleh:
Merindu di tengah kegelisahan adalah hal yang paling menyakitkan. Terlebih bagiku -Ai. Aku rindu dengan masa-masaku dahulu. Masa ketika aku dapat tersenyum dan tertawa menghabiskan hari-hari bahagia bersama ibu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *