Kembar Yang Terpisah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 4 July 2016

Halo namaku Arimbi! Aku punya sahabat namanya itu hampir sama kayak namaku, namanya Marimbi. Muka kami hampir sama, tanggal lahir kami sama lebih tepatnya tanggal 23 maret. Kami lahir hanya selisih beberapa menit saja. Apakah kami kembar yang terpisah? Entahlah aku tidak mengerti tentang masalah keluarga.

Hari ini senin, aku bangun pukul 05. 00. Aku segera mengambil air wudhu dan langsung shalat subuh. Selepas shalat aku mengambil hamduk dan pergi ke kamar mandi. Sesudah mandi aku pakai baju seragam sekolah ku. Tak menunggu lama aku selesai dan turun ke bawah untuk serapan. Aku memilih sarapan yang simple saja yaitu roti selai strawbery dan susu putih. Aku makan terlalu cepat hingga akhirnya aku tersedak. “Makanya sayang kalau makan hati-hati, ayo cepat minum!” suruh mama “Iya ma” selesai sarapan aku pamit dengan mama, adikku dan papa. “Assalamu’alaikum” salamku sambil menyalami tangan kedua orangtuaku dan adikku, silvi. “Wa’alaikum salam, hati-hati di jalan ya!” kata mama. Mama selalu mengatakan ‘hati-hati di jalan’ atau ‘jangan nakal ya di sekolah!’.

Setelah berpamitan aku mengambil sepedaku di garasi. Cepat-cepatlah aku mengayuh sepedaku. Hingga akhirnya aku sampai di depan sekolah ku. Aku memarkirkan sepedaku di tempat parkir sepeda. Setelah itu aku langsung lari ke lantai dua. Setelah sampai di kelas aku menyimpan tasku di kursi sebelah Marimbi. “Marimbi ayo ke bawah sudah mau baris!” kataku kepada Marimbi. “Iya ayo” Marimbi menjawab. Sesudah otu alu dan Marimbi pun pergi ke bawah untuk baris sekalian upacara.

Satu setengah jam berlalu baris dan upacara pun selesai. Setelah itu aku dan murid lain, termasuk Marimbi masuk ke dalam kelasnya masing-masing. Pelajaran pun dimula. Pelajaran kali ini adalah ips setelah ips, bahasa indonesia lalu, pkn dan sbk. Pelajaran pun dimulai dengan tenang. Setelah itu pelajaran bahasa indonesia. Setelah itu istirahat. Ah tenang sekali sudah istirahat. Setelah istirahat pelajaran pkn dan sbk. Dua jam kemudian saatnya pulang. Horeeeeee! Tak ada pr.

Aku pun pulang memakai sepedaku lagi. Marimbi sudah pulang duluan. Aku buru-buru ulang. Sesudah sampai di depan rumah ada sepatu Marimbi! Aku penasaran dan ingin cepat-cepat masuk rumah. Wah ternyata benar ada Marimbi di ruang tamu “Arimbi sini duduk!” suruh papa. Aku hanya mengangguk. “Sebenarnya ada yang mau papa bicarakan.” kata papa memulai pembicaraan. “Emmm begini nak, sebenarnya emmm Marimbi adalah emmm saudari kembar kamu nak.” ucap papa dengan terbata-bata. Aku hanya melongo mendengar ucapan papa. “Jadi aku anak siapa? Anak papa atau anaknya papa Marimbi?” tanyaku agak sedih “Sebenarnya kamu anak papa, pak dani hanya mengadopsi Marimbi, jadi Marimbi adalah adik kamu.” kata papa. “Horeeee aku punya adik lagi! Yipiii!” aku senang sekali. Akhirnya kembar yang terpisah bersatu kembali. Horeeee!

Cerpen Karangan: Amira. S. Firdaus

Cerpen Kembar Yang Terpisah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bunga Seroja Dari Ibunda

Oleh:
Malam itu di sebuah desa yang mana semilir angin merasuk ke rumah-rumah. Semua orang karena terbawa suasana, menjadi terlena, tidur di dalam balutan hangatnya selimut dan lampu teplok rumah

Itu Bukan Salahku

Oleh:
Hening malam membuat seorang gadis tertidur di meja belajarnya. Keheningan itu terpecahkan oleh suara rintikan air hujan yang semakin deras. Tetesan air hujan yang jatuh di leher gadis itu,

Seminggu Bersama Ibu (Part 2)

Oleh:
Waktu mulai berlalu dengan lambatnya sampai sore mulai menjelang, dan pamanku juga datang di rumah. Namun cuaca seolah tidak bersahabat hari ini hujan disertai angin kencang menambah suasana menjadi

Bukan Benci, Tapi Takut

Oleh:
Aku tetap menahan kakiku untuk tetap berdiri di depan pintu kelas. Fikiranku berputar-putar dari itu ke itu saja. Aku merasa gelisah setelah rombongan teman-temanku mengatakan bahwa aku berhasil menjuarai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *