Kenapa Harus Aku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 7 October 2018

Perkenalkan namaku Xica (panggil: sica). aku mempunyai seorang kakak. Ia bernama Xico (panggil: sico. Papa dan mamaku sedang ada di luar negeri. Jadi, aku di rumah hanya bersama kakakku dan bibi Briella.

Pada suatu hari…
“Kak, ayo main dong sama dek Xica!” pintaku.
“Iih siapa yang sudi mau main sama kamu. Dan tolong jangan manggil aku kakak. aku gak sudi punya adik kayak kamu!” bentak kan Xico.
“Kak, apa salahku sama kakak? Apa kak, apa?” tanyaku.
“Salahmu banyak sekali padaku. Kau telah merebut kasih sayang mama dan papa dariku!” bentak kak Xico lagi.
aku pun yang mendengar itu pun langsung masuk kamar.

Di kamar, aku menangis tersedu sedu.
“Ya tuhan, kenapa harus aku ya tuhan!” gumamku di dalam isakanku.
Jika kakak tak menginginkanku, aku harus pergi dari sini. Untuk apa aku di sini kalau kedatanganku merusak kebahagian kakak. Pikirku.
Aku pun segera mengemasi barang barang dan menulis surat untuk yang ada di sini. aku pun segera kabur lewat jendela.

“Non Xica, ayo makan non..” ajak bi Briella.
Tak ada jawaban.
“Non… non!” panggil bi Briella.
Tak ada jawaban.
Bi Briella pun segera mencari kunci duplikat kamarku.
Setelah di buka, hanya ada sebuah surat bi Briella pun membaca.

“Bi Briella, tolong ucapin ke kak Xico, bahwa aku nggak ada di rumah. Jadi, kak Xico bisa dapat kasih sayang dari mama dan papa. Dan tolong jangan bilangin sama mama dan papa bahwa Xica kabur. Dan tolong, bi Briella merhatiin kak Xico. Karena Xica kan udah gak ada. Sekali lagi tolong bilangin ke mama papa Xica berterima kasih sama mereka dan bibi, makasih udah merhatiin aku. Maksih semua.
Xica.”

Bi Briella pun menangis membacanya. Dan langsung kasih suratnya pada Xico.
“Bi, ini surat apa?” tanyanya.
“Tolong baca aja den!” jawabnya.
Setelah membaca, Xico menyesali perbuatannya. Ternyata adiknya sangat sayang padanya. Ia pun tak bisa berbuat apa apa kecuali penyesalan.

Balik ke Xica.
Di jalan, aku kehujanan dan berteduh di halte bus. aku pun berpikir kenapa harus aku yang mengalami. Setelah menangis, aku pun tertidur selamanya karena aliran darahku membeku.

Cerpen Karangan: Rizqy Charissa
Blog / Facebook: tak punya

Cerpen Kenapa Harus Aku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kasih Sayang Seorang Ayah

Oleh:
Hai namaku Aisyah, aku hidup bersama ayahku. Ibu ku sudah meninggal saat ibuku melahirkanku. Aku tak sempat untuk melihat wajahnya. Tapi foto-foto ibulah yang membuat ku menjadi semangat. Ayah

Dulu Aku Berbeda

Oleh:
Terkadang aku harus menangis meninggalkan apa yang harus kutinggal. Namun aku tak menyalahkan siapapun, apalagi tuhan. Suatu kehormatan bagiku untuk mengatasi hidup sendiri di rantau orang. Ahh tak asik

Girls Under Twilight

Oleh:
Kupandangi lagi sosok di atas kursi roda itu. Kulangkahkan kakiku mendekatinya. Bertanya siapa namanya. Dia menjawab, “Elise”. Ingatanku jatuh ke masa lalu. Aku berlari penuh semangat. Tak sabar menceritakan

Tak Terlihat

Oleh:
Pernahkah kau berpikir bahwa kau merasa kesal, kecewa, dan tak ada yang mengerti akan dirimu? Ya, aku tengah merasakannya sekarang. Dimana saat-saat kebahagiaanku sudah mulai renggang, semua menghilang begitu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *