Kepingan Tentang Dia

Judul Cerpen Kepingan Tentang Dia
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 27 December 2016

Aku merasa iri pada seorang wanita.

Wanita yang mana? Siapa?

Tentu saja pada dia! Sesosok wanita penginspirasi hidup, dia wanita yang cantik, berhati lembut, penyayang, saleha, penyabar, begitu sempurna.

Misalnya, apa yang pernah dia lakukan?!

Hm, tak perlu kau tanya tentang ‘misalnya’, tentu saja jibunan contoh dapat kusuguhkan. Dan akhirnya kau pun akan turut mengaguminya!

Bayangkanlah!
Dengan orang lain saja dia baik sekali apalagi dengan keluarganya sendiri. Bahkan karena kebaikan yang selalu dia taburkan, orang lain pun jadi sangat menyayangi dan menghormatinya.
Pun wanita itu sanggup mengurusi empat orang anak yang keras kepala. Bak bidadari penenang kalbu dia mampu membelai lembut jiwa-jiwa yang rapuh dan sayup. Pula seperti pijaran cahaya dalam gulita, dia mengispirasi hati yang terlumuri karat. Pun serupa hadiah terindah yang siapa pun jika mendapatkannya akan tersenyum senang. Ya, dia mampu membuat orang-orang di sekitarnya bahagia.

Kau tahu?!
Dia juga yang selalu menyemangatiku, tatkala aku gundah dan sendu.
Misalnya, ketika momen perpindahan statusku dari SMA ke Perguruan Tinggi, saat-saat labilku itu dia selalu mengoarkan motivasi dosis tinggi, membimbingku seakan dia pernah mengalami masa itu dan hasilnya, kau bisa lihat aku kan sekarang?! Alhamdulillah, aku lulus kuliah tepat waktu dengan predikat cumlaude.

Kau tahu?!
Dia yang selalu menyairkan doa-doa agar keberuntungan berpihak padaku, tanpa kuminta!

Kau tahu?!
Dan lagi-lagi selalu dia yang menampung ‘sampah’ dariku, membantuku waktu ‘badai’ menerpa, menolongku saat pilu merajam—tanpa pamrih!

Kau sudah tahu kan simpulannya?
Ya! Dia wanita yang cantik luar dalam.

Ah, ingin sekali bisa saperti dia.

“Ngelamunin apa hayo?!”
Ah, dia membuatku kaget saja.

“Ngelamunin apa?”

Apa aku harus jujur bahwa sesungguhnya aku tengah memikirkannya? Aku rasa tak perlu! Dia kan tidak suka dipuji.

“Mikirin apa?!”

“Ah, ini! Lagi…” aku terkelu.

Aih, dia tersenyum, cantik sekali.

Cantik?!
Ya, walau dia telah berusia hampir setengah abad namun, gigi-giginya masih tertata apik, guratan di wajahnya pun tersamarkan senyum yang selalu mengembang, kulit kuning langsatnya masih terlihat cerah dan kenyal. Dandanannya sangat anggun dengan jilbab lebar yang terjuntai menutupi punggung. Aku paling suka melihat tersenyumnya, menentramkan hingga ke relung. Ah, ingin sekali bisa saperti dia.

Siapa dia?!

Dia?!

Tentu saja dia seseorang wanita mulia. Wanita penginspirasi yang selalu membawa kesejukan serupa tetes embun. Wanita tangguh yang selalu menyembunyikan luka di balik senyum.
Dia pahlawan sejati dalam hidupku yang telah mensejarah, dalam hidupku yang tengah berjalan, dan dalam hidupku di masa depan.
Dia manusia berhati malaikat yang memiliki kesabaran seluas altar samudra. Ah, tidak, lebih pantasnya dia ibuku yang kesabaran dan kasih sayangnya sepanjang zaman —tak terbatas!
Dia bidadari dunia, yang selalu mencintaiku dan merengkuhku dengan hangat —yang tak memandang apa pun dan bagaimana pun aku.

Dan dia!

Tentu saja dia yang telah melahirkanku ke dunia bersama tetes-tetes airmata dan darah kesakitan. Yang secara takdir menstatuskanku menjadi anak sulung dari empat bersaudara.

Semua aku dapatkan.

Ah, apa aku jujur saja, bahwa sesungguhnya aku tengah memikirkannya? Aku rasa perlu! Agar dia merekahkan senyum lebarnya.

“Aku memikirkanmu!!”
“Aku mencintaimu Mak!”

Kebumen, Spesial Teruntuk Ibu
Terdapat dalam antologi ‘Indah dalam Rahasia-Nya’ Penerbit Asrifa, Juni 2013 dengan judul asli Kepingan Rasa Rasa Dia.

Cerpen Karangan: Kunti Zakiyah
Facebook: Fia Afiaa
Salah satu warga Tanjungmeru, Kutowinangun, Kabupaten Kebumen.

Cerita Kepingan Tentang Dia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sepucuk Surat Untuk Papa

Oleh:
Pagi ini sangat dingin sekali. Cuaca sangat tidak bersahabat denganku. Karena hujan masih turun padahal sekarang sudah menunjukkan pukul 07.00 wib. “Ma, gimana nay mau berangkat ke sekolah kalau

My Lovely Sister

Oleh:
“Subhanallah! A beautiful girl! Ada di sekolah ini? Tapi, sebelumnya, aku tidak pernah melihatnya! Apa ia anak baru?” sebutku dalam hati. “Bro, ngapain bengong aja? Pasti karena melihat perempuan

Kue Brownies Rasa Bedak

Oleh:
Hai namaku Keirasyta Inesia Mufidah!! Biasa dipanggil Mufi, tapi keluargaku memanggilku sih Rasyta, tapi kalian semua panggil aku Mufi saja… Aku bersekolah di MI (Madrasah Ibtidaiyah) NUR-ISLAMIATULLAH. Kelas 6-Hamzah

10 November (Part 1)

Oleh:
Hari ini hari upacara bendera dan seperti biasanya aku terlambat, akhirnya aku dihukum berdiri di tengah lapangan sampai pelajaran pertama selesai. Astaga, bayangkan saja di terik matahari pagi walaupun

Matahari di Timur

Oleh:
Matahari baru muncul di timur, tetapi Ana telah berjalan bersama ibunya ke sekolah sambil ngobrol. Tak terasa telah sampai di gerbang sekolah dan terlihat Pak Ngadiman yang lagi membetulkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *