Ketika Cinta Tidak Direstui Ayah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 10 March 2018

Saya adalah seorang pemuda, hidup di tengah keluarga bangsawan menengah ke atas. Ayah saya seorang perwira berpangkat tinggi, keturunan “Pasha” yang sangat terhormat di negeri yang tidak disebutkan namanya. Ibu saya tak kalah terhormatnya, seorang lady dari keluarga bangsawan terkemuka di Tanah kelahirannya, ia berpendidikan tinggi, pakar ekonomi lulusan terbaik yang memegang jabatan penting dan sangat dihormati kalangan elit politik negeri ini.

Saya anak sulung, adik saya dua, lelaki dan perempuan. Kami hidup dalam suasana kebangsawanan dengan aturan hidup tersendiri. Perjalanan hidup sepenuhnya diatur dengan undang-undang dan norma kebangsawanan. Keluarga besar kami hanya mengenal pergaulan dengan kalangan bangsawan atau kalangan high class sepadan! Entah mengapa, saya merasa tidak puas dengan cara hidup seperti ini. Saya merasa terkongkong dan terbelenggu oleh golongan sosial yang didewa-dewakan keluarga. Saya tidak merasakan hidup sebenarnya yang saya cari (bak hidup dalam penjara). Saya lebih merasa hidup? justru saat bergaul dengan teman-teman dan kalangan bawahan yang menghadapi kehidupan dengan penuh tentangan dan perjuangan.
Hal ini ternyata membuat keluarga saya gusar, mereka menganggap saya ceroboh dan tidak bisa menjaga status sosial keluarga. Pergaulan saya dengan orang-orang yang selalu basah keringat dalam mencari pengalas perut dan sesuap nasi dianggap memalukan keluarga. Namun saya tidak ambil peduli.

Di tempat saya menimba ilmu, saya jatuh cinta pada teman seperguruan. Seorang gadis yang penuh pesona zahir batin. Saya tertarik dengan kesederhanaan, kesahajaan dan kemuliaan akhlaknya. Dari keteduhan wajahnya saya menangkap dalam relung hatinya tersimpan kesetiaan dan kelembutan tiada tara. Kecantikan dan kecerdasannya sangat menakjubkan. Ia gadis yang beradab dan berprestasi, sama seperti saya.

Cinta pun bersambut. Dia ternyata juga merasakan apa saya yang saya rasakan. Saya merasa telah menemukan pasangan hidup yang tepat. Kami berjanji untuk menempatkan cinta ini dalam ikatan suci yang diredhai Allah, yaitu ikatan pernikahan.

Akhirnya kami berdua lulus dengan nilai tertinggi di fakultas dengan gelar mahasiswa mahasiswi teladan. Maka datanglah saatnya untuk mewujudkan impian kami berdua menjadi kenyataan. Kami ingin memadu cinta penuh bahagia di jalan yang lurus. Saya berkeinginan untuk melamar dan menikahi gadis pujaan hati pada keluarga. Saya ajak dia berkunjung ke rumah. Ayah, ibu dan saudara saya semuanya takjub dengan kecantikan, kelembutan, dan kecerdasannya. Ibu saya memuji cita rasanya dalam memilih warna pakaian serta tutur bahasanya yang halus.

Seusai kunjungan itu, ayah bertanya tentang pekerjaan ayahnya. Saya pun memberi tau, serta merta meledaklah badai kemarahan ayah saya dan terus membanting gelas yang ada di dekatnya. Bahkan beliau mengancam “Pernikahan ini tidak boleh terjadi selamanya!” Bapak saya menegaskan bahwa selama ia masih hidup rancangan pernikahan dengan gadis berakhlak mulia itu tidak boleh terjadi. Pembuluh otak saya nyaris pecah pada saat itu menahan remuk redam kepedihan batin yang tak terkira.

Cerpen Karangan: Asmaul Husba
@MuhammadNaufalFirdaus

Cerpen Ketika Cinta Tidak Direstui Ayah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


B.I.R

Oleh:
Malam dingin ini aku menikmati sebatang coklat dan kopi hangat, di depan komputer aku melihat seluruh fotomu. angin berhembus kencang menerpa gorden di tambah teriakan bunyi kilat, menambah beban

Gara Gara Telat

Oleh:
Pada saat liburan kenaikan kelas, keluarga Ratna, anak perempuan yang duduk di bangku kelas 5 SD, merencanakan sebuah liburan keluarga sekaligus merayakan ulang tahun Ratna. “Bagaimana kalau kita pergi

Berhenti Menunggu

Oleh:
Di sini, di tengah gelapnya malam aku masih menunggunya, menunggu dia yang amat ku cintai, walaupun mustahil untuk kembali tapi aku tetap menunggunya. Aku menjadi bodoh karena cinta aku

Wanita Di Balik Jendela

Oleh:
Sesore menyingsing senja ke arah pangkuan sang surya. Gemericik hujan menggelantung per satu di atas genting, jatuh bergantian berirama membuai syahdu. Di sebuah gubuk reyot tepian sungai yang tanahnya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *