Ketika Ibu Sakit

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 29 August 2017

Ibu sakit, siapa yang tidak sedih? Aku dan Ratifah pun tak dapat memungkiri hal itu. Hampir setiap malam, aku selalu berdo’a kepada Tuhan, supaya Ibu disembuhkan. Agar dapat kumpul lagi bersama kami.

Ayahlah yang paling menderita melihat penyakit Ibu, sejak Ibu tinggal di rumah sakit, beliau selalu merenung. Ratifah dan aku selalu menghiburnya, namun kuakui, sesungguhnya Ayah sangat terpukul dengan sakitnya Ibu.

Di pagi hari sekali, Ayah sudah menjenguk Ibu ke rumah sakit. Sebelum Ayah ke rumah sakit, aku dan Ratifah sibuk mengisi rantang dengan makanan kecil, terkadang Ratifah membuatkan ibu kolak pisang atau bubur sumsum. Aku senang dan berbesar hati melihat adikku tetap bersemangat.

Warung kami pun sudah agak terganggu waktu jualannya, terkadang tutup karena aku dan Ratifah menjenguk Ibu sedangkan Ayah tidak mungkin meninggalkan tugas sebagai pengamat ketinggian air.

Entah penyakit apa yang diderita Ibu, berapa banyak biaya yang telah Ayah keluarkan aku tak tahu. Biaya rumah sakit memang kantor Ayah yang tanggung, tetapi untuk biaya ongkos, membuat makanan dan lainnya cukup banyak terkuras.

Beberapa hari kemudian, akhinya sumber penyakit Ibu ditemukan tim dokter yaitu peradangan syaraf mata dan bekas benturan di kepala, kedua itulah yang menyebabkan Ibu suka memukul-mukul kepalanya sambil meringis menahan sakitnya.

Melalui pembedahan yang berjalan sukses akhirnya Ibu sembuh, betapa bahagianya hati kami sekeluarga Ratifah adikku, sembahyang tahajud tanda rasa syukurnya sementara matanya basah. Aku bahagia sungguh hatiku menangis melihat Ibu telah sembuh dan kini berkumpul kembali.

Terima Kasih Ya Allah..

Semoga bermanfaat bagi para pembaca, cerpen di atas mngajarkan kepada kita, betapa pentingnya sebuah keluarga yang sederhana tapi harmonis, bukan karena harta kita akan bahagia melainkan kebersamaan itu yang sangat penting..

Cerpen Karangan: Eka Nurhayanti
Facebook: Ekha Ekiiy Alwaysloveu

Cerpen Ketika Ibu Sakit merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kucing dan Monyet

Oleh:
Pada suatu hari di hutan yang sunyi terdapat seekor kucing yang bernama Komo. Komo hidup sendiri di hutan itu, dia yang dekil, bau, dan kotor sehingga hewan-hewan di hutan

Si Pendiam

Oleh:
Allahu akbar allahu akbar… Suara azan maghrib telah berkumandang. Huffh… penat sekali rasanya menahan ini semua. Menahan dari rasa lapar, haus dan godaan-godaan lainnya yang dilarang oleh agama. Gluk…

Senja Yang Abadi

Oleh:
Malam ini sungguh sunyi.. Hanya terdengar suara detingan jam di sudut ruang keluarga. Semerbak tiupan angin membelalak jendela rumah. Percikan hujan di luar membuatku gelisah nan gundah Malam ini

Toko Roti

Oleh:
Pada suatu hari ada seorang anak yang mempunyai sebuah roti, anak itu sangat suka sama roti itu. Bahkan dia memakannya dengan perlahan karena tidak ingin roti itu cepat habis.

Hutan yang Angker

Oleh:
Pada suatu hari aku dan teman-teman sedang bermain di hutan di sana aku melihat seorang Kakek-Kakek tua. “teman-teman lihat Kakek itu kasihan sekali ya Kakek itu” Kataku, saat itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *