Ketika Jatuh Berusaha Untuk Bangkit

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 12 June 2017

Aku lahir di keluarga yang baik, tentram dan bahagia. Tapi tidak berlanjut untuk sekarang, keluarga yang dulu kubanggakan kini telah hancur. Namaku Cahaya aku anak kedua dari tiga bersaudara. Di sinilah ceritaku dimulai…

Pertengkaran, kebencian, emosi yang tak terkendali, dan keributan ayah dan ibu yang selalu kulihat dan kudengar. Hatiku semakin tak kuat, aku selalu menyalahkan diriku sendiri mengapa aku lahir di keluarga ini? aku bosan dengan semua ini!! ayah yang egois, ibu yang terlalu emosi tidak ada yang mengalah.

Aku hanya bisa berdoa kepada tuhan agar aku diberi kekuatan dan ketabahan untuk menghadapi semua ini. Aku menjalani hari-hari dengan semua masalah yang ada. Hingga akhirnya ayah dan ibuku bercerai. Hatiku tak mampu untuk bertahan hatiku yang dulunya hidup kini telah mati dan mebeku. Aku sangat terpukul dan merasa benci terhadap diriku sendiri.

Aku tinggal bersama ayahku yang pengangguran dan kakakku yang sedang duduk di bangku SMA, sementara adikku dibawa pergi oleh ibuku. Kami hidup dengan menumpang tempat tinggal di rumah saudara ayahku dikarenakan rumah yang dulu kami tempati sudah dijual oleh ayahku. Aku pun harus berhenti sekolah karena tidak mempunyai biaya.

Suatu hari ayahku pergi dan menitipkanku ke tempat bibi. Di sana hidupku dipenuhi kesedihan aku diperlakukan tidak adil, aku dijadikan seperti pembantu. Aku merindukan Keluargaku. Keluarga yang selalu mendukungku, membuatku bahagia. aku hanya bisa berdoa, baerdoa dan berdoa kepada tuhan agar kelak suatu saat nanti hidupku berubah menjadi lebih baik. Dan aku akan berusaha keras untuk tidak akan mudah menyerah menghadapi masalah yang ada. Demi Keluargaku Kembali.

Cerpen Karangan: Cantika Namira
Facebook: Cantika Namira
Nama saya cantika ersa namira. Saya bersekolah di SMP NEGERI 6 MEDAN, kelas 2. Cita-cita ingin menjadi Penulis Terkenal (amiinn)

Cerpen Ketika Jatuh Berusaha Untuk Bangkit merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mentari Yang Belum Bisa Bersinar

Oleh:
Tuhan Maha Kuasa, sadarkah kita? semua yang diberikannya adalah benar yang terbaik untuk kita. Perlahan mulai ku sadari itu. Banyak sekali pikiran yang berkecamuk di benakku belakangan ini. Tidak

Kado Untuk Mama

Oleh:
‘Ah gimana nih?’ Batin Putri, Putri sedang memikirkan kado apa yang pas untuk mamanya karena sebentar lagi adalah hari ibu, ia ingin memberi kado yang biasa saja tapi berkesan

Jangan Cepat Mengambil Kesimpulan

Oleh:
Kata kebanyakan orang malam minggu adalah malamnya untuk para muda-mudi. Terbukti yang terjadi di kota bandung saat ini. Hiruk pikuk keramaian kota pun sudah menjadi ketenaran tersendiri setiap malam

Memandang Lewat Matamu

Oleh:
Aku bisa merasakan betapa dingin tangannya. Aku juga bisa mendengar alat pendeteksi detak jantung dengan nada putus putus di sampingnya. Entah di samping mana. Kiri atau kanannya aku tidak

Kapsul Cita-Cita

Oleh:
Matahari mulai terbit dari ufuk timur dan mulai menyelinap masuk menerobos jendela kamar Nia. Tak lama kemudian terdengar seseorang membuka pintu kamar Nia perlahan dan dengan suara lembutnya membangunkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *