Kisah Dua Bersaudari

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 2 May 2016

Di malam yang pekat, Amanda duduk termenung di kasur kamarnya, memegang sebuah benda yang dianggapnya paling berharga. Bukan sekedar benda, tetapi benda yang penuh dengan arti kenangan. Dipeluknya benda itu erat-erat. Air matanya mulai menetes pada sebuah foto yang kembali menjadi pusat pandangannya. Benar, benda itu adalah sebuah fotonya bersama kakak kandungnya yang bernama Renata. Bukan karena pergi jauh meninggalkannya, melainkan karena adopsi 10 tahun lalu yang memaksakan mereka harus berpisah.

Ketika di panti asuhan, Amanda memang sangat dekat dengan Renata. Kedua orangtua mereka telah meninggal sejak Amanda berusia 5 tahun dan Renata 6 tahun. Renata harus merelakan adiknya untuk diadopsi dan pindah ke Jakarta. Semenjak hari itu, mereka tak pernah bertemu kembali. Berulang kali Amanda datang ke panti asuhan untuk bertemu kakaknya. Namun ternyata, usahanya itu sia-sia. Kakaknya telah diadopsi seseorang beberapa tahun yang lalu. Esok hari, sang mentari telah kembali bersinar cerah menerangi bumi. Amanda telah memakai putih abu-abunya dengan sangat rapi, bersiap akan berangkat ke sekolah. Ia berjalan menuju mobilnya, kemudian segera berangkat dengan diantar oleh sopirnya.

Saat di perjalanan, tiba-tiba pak sopir mengerem mendadak. Terdengar suara teriakan seorang perempuan dari depan mobil, “Aaa!!!” Hal itu lantas membuat Amanda sangat terkejut. Ia melihat perempuan dengan perban di kepalanya, terus dipandangnya dari dalam mobil. Wajahnya seperti tak asing, layaknya mereka sudah pernah bertemu sebelumnya. Tiba-tiba, matanya tertuju pada sebuah tanda lahir berwarna hitam di tangan kanan perempuan itu. Ia baru menyadari akan satu hal. Amanda segera membuka pintu mobilnya dan berlari memeluk perempuan itu sambil menitikkan air mata. Namun tampaknya, perempuan itu bingung menyikapinya.

“Kamu siapa?” tanya perempuan itu.
“Aku Amanda Kak, Adik Kakak. Kakak Renata kan?”
“Amanda? Renata? Maksudnya apa? Aku Nasya bukan Renata..” Sejenak Amanda menatap matanya.
“Kakak lupa sama aku? Aku Adik Kakak. Dulu kita sering bermain bersama pas di panti. Kakak selalu bilang sama aku, kalau Kakak akan selalu jagain aku sampai kapan pun. Kakak lupa?”

Perempuan itu memegangi kepalanya, seakan mengingat sesuatu. Amanda mengambil sesuatu dari dalam sakunya. Sebuah gelang bertuliskan “Amanda” yang diharapkan dapat membantu perempuan itu mengingat masa lalunya. Terbayang sesuatu di ingatannya. Dan benar, perempuan itu adalah Renata. Renata mengalami sebuah kecelakaan seminggu yang lalu, menyebabkan dirinya kehilangan seluruh ingatannya. Terbayang seluruh kenangan indah saat di panti. Hingga semuanya terbayar dengan kehancuran yang memisahkan mereka. Namun mereka senang. Karena pada akhirnya, mereka dapat bertemu kembali.

Cerpen Karangan: Ria Puspita
Facebook: Puspita Elfa

Cerpen Kisah Dua Bersaudari merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Good bye, Sarah

Oleh:
Sarah, seorang anak berusia sekitar 9 tahun sedang duduk termenung di lapangan sekolahnya. Ia dihukum oleh gurunya karena tidak mengerjakan pr. Jika ia mengulangi perbuatan itu lagi, maka orangtuanya

Sayap Yang Tak Seimbang

Oleh:
Tuhan telah memiliki takdir yang berbeda kepada hamba-Nya. Tuhan telah menciptakan sepasang sayap yang kembar yang lahir dari rahim ibu yang sama. Seperti halnya aku dan Angga. Serupa tapi

Impian Kayra

Oleh:
Halo! Namaku Kayra. Aku lahir dalam keluarga kurang berada. Aku tidak bisa sekolah karena tidak bisa membayar buku-buku sekolah. Kehidupan ini tidak akan berlangsung lama, kok. Pagi itu, aku

Jalan Terbaik

Oleh:
Pagi ini tak seperti biasanya, terlihat di salah satu kompleks perumahan yang biasanya sepi, khusus pagi ini sangat ramai sekali orang di luar rumah. Oh… ternyata mereka sedang menyambut

Fantastic Holiday

Oleh:
Tanggal 30 Desember 2014, aku dan keluargaku pergi liburan bersama. Kami sepakat untuk pergi ke Padang, Sumbar. Pukul 5 pagi, aku dan adikku bangun. Kami merapikan tempat tidur, cuci

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *