Baca Juga Cerpen Lain’nya:

My Special Day

Awan hitam masih menaungi langit kota Bandung, gemericik air hujan dan gelegar halilintar membuatku semakin bergidik ngeri. Di cuaca seburuk ini aku masih berdiam di halte depan sekolah. ku edarkan mata elangku menatap sekeliling,...

Regret

Biar hujan datang membasahi bumi, aku masih termenung dalam renungku. Terdiam, menatap rintik air berjatuhan ke tanah. Enggan ku, untuk beranjak dari disini. Dari tempat ini. Kilatan petir bak lampu blits tak kan mampu buatku...

Bagaimana Mungkin?

Sinar matahari menembus kaca kamar dan membuatku harus terpaksa bangun. Pertama membuka mata dan “Selamat ulang tahun Diniiiii”, sorak ketiga temanku, Ibu, Ayah dan Tri. Hari yang bersinar ini selalu aku tunggu karena...

Salah Siapa

Bangunan berdinding putih, lantai putih dengan tirainya yang berwarna hijau, itulah tempatku bekerja saat ini. Setiap hari rintihan orang sakit telah biasa ku dengar. Aku bidan tetap di sebuah rumah sakit umum Kabupaten Jembarna,...

Mutiara Hati

Awan masih diselimuti embun dan udara yang masih menyejukkan badan. Ketika orang-orang masih terlelap tidur dan azan subuh pun berkumandang, aku merasakan kepedihan batin ketika ku lihat ibu yang sudah bangun terlebih dahulu...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply