Lala Ternyata Kembaranku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 31 March 2017

Hai! kenalin, namaku Lily Aninda Sulistya, kalian cukup panggil aku Lily.

Suatu Hari
“Lily! hai!” sapa Lala padaku.
“Oh! hai juga! kenapa?” ucapku.
“Eh gini! aku heran? kok nama kita sama ya? kamu Lily Aninda Sulistya, aku Lala Aninda Sulistya, orang-orang selalu nyangka kita kembar kan? apa aku sama kamu memang kembar?” ucap Lala memperjelas.
“Oh, e, e, e, e kayanya nggak deh! mama sama papaku udah bilang sama aku kalau kembaranku meninggal pas setelah aku lahir!” ucapku.
“Ya udah! aku pergi dulu ya!” ucap Lala berlalu.
“Aneh? kenapa dia nanyain itu?” tanyaku dalam hati.

“Huuaaah! ngantuknya!” ucapku menguap.
Aku pun tidur-tiduran di kasur empukku.
“Papah! mama bilang! ayo ceritakan semuanya tentang Lala dan Lily pah! biar semuanya jelas!” wah! terdengar lagi deh pertengkaran mama dan papa! tapi tunggu! mereka nyebutin nama aku dan Lala? aku dan Lala emang kenapa? batinku.
Aku pun keluar.
“Ma, pa! emang kenapa aku sama Lala?” tanyaku pada mama dan papaku.
Wajah mereka berkerut, menimbulkan wajah yang pucat pasi.
“Ma, pa! jawab dong!” ucapku.
“Ng, ng, ng nggak kok! kamu sama Lala nggak apa-apa kok! hehehehe!” ucap Mama.
“I, i, iya! kamu sama Lala nggak apa-apa kok!” ucap Ayah juga.
“Oh! ya udah! aku ke kamar dulu ya!” ucapku berlalu.

“Gimana nih pa? Lily udah curiga, kita harus apa?” tanya mama pada papa.
“E, e, e gini aja! kita pura-pura pindah ke jogja papah ada urusan kerja? gimana?” tawar papa.
“Kayanya kalau itu pilihan satu-satunya oke! mama akan nyetujui rencana itu!” ucap mama.

“Hai! Lily!” sapa Lala.
“Hai juga Lala!” balasku.
“E, apa ya?” ucap Lala bingung.
“Lala! kayanya ini Obrolan terlama aku sama kamu untuk pertama kali dan terakhir deh!” ucapku sedih.
“Lily! kenapa kamu ngomongnya kaya gitu!” ucap Lala marah.
“Sebenarnya aku mau pindah ke Jogja! mama papaku ada urusan kerja! kayanya aku bakal tinggal di Jogja selamanya deh!” ucapku.
“Jangan ngomong gitu ah! paling kalau nanti aku ke jogja ketemu kamu! kita kan ditakdirkan bersama! iya kan?” ucap Lala.
Aku pun pergi.

“Perhatian-perhatian! kereta menuju Jogja telah datang! harap persiapkan barang-barang anda” ucap Kakak muda yang berbicara di monitor.
“Pah! ayo! keretanya udah nyampe tu loh! ayo naik!” ucapku.
Aku pun naik kereta bersama mama dan papa.

Sampai Jogja
“Telilit… telilit…” bunyi I-PHone 7-ku. Aku angkat.
“Halo? ini dari siapa ya?” tanyaku.
“Masa kamu nggak inget temenmu sendiri? ini aku Lily! Lala!” ucap Lala.
“Oh Lala! apa kabarmu! aku sehat!” ucapku.
“Aku sehat!” ucap Lala.
“Ting… tong…” bunyi bel rumahku.
“Bentar ya! ada tamu! aku buka dulu ya!” ucapku.
“Oke!” ucap Lala.

Kubuka pintu Rumahku, aku terkejut melihat tante Risna (mamahnya Lala) om Krisna (papahnya Lala) dan Lala.
“Lala!” ucapku girang langsung memeluknya.
“Zidan, Alina, apa kita bicarakan semuanya?” ucap Om Krisna, aku tak mengerti.
“Bicarain apa ma, pa?” tanyaku tak mengerti.
“Sebenernya, kamu sama Lala tuh kembar, tapi Tante Risna dan Om Krisna nggak punya anak, jadi, Lala mamah berikan kepada Tante Risna Dan Om Krisna” jelas mama.
“Jadi? aku kembaran sama Lala gitu?” ucap aku tak percaya.
“Bener!” yakin mama.
“Ye! aku kembaran sama Lily! Lily kan orangnya pinter! jadi aku mau sama Lily!” ucap Lala girang

Cerpen Karangan: Sabila Salwa Putri Wahyuhadi
Facebook: Salsabila Eva Putri

Cerpen Lala Ternyata Kembaranku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dia Adalah Mutiaraku

Oleh:
Langit berselimut awan hitam, tak lama kemudian turunlah hujan dengan derasnya. Vira yang berada di jendela pun mengamati tiap tetes air hujan tak terasa air matanya pun menetes mensyukuri

Kebahagiaan Ayah

Oleh:
Aku melihat kesedihan yang dalam dari matanya. Matanya yang dulu tegar kini seakan rapuh. Serapuh pelepah kurma yang sudah berumur puluhan tahun. Aku mendekapnya guna menyampaikan bahwa ia tidak

Sawah Sahabat

Oleh:
Nino adalah anak dari seorang petani, walaupun kehidupannya jauh dari harta yang melimpah, Nino tetap bahagia. Setiap sore hari, Nino selalu membantu ayahnya di sawah, Nino membantu segala pekerjaan

Dari Rahim Yang Sama

Oleh:
Seharian penuh mentari menyinari bumi pertiwi. Kini ia telah kembali ke peraduannya, bercumbu dengan belahan bumi lainnya. Pendarnya yang memancar dari sela-sela awan sore di petala langit senja, kini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *