Lantunan Sendu Melodi Biolaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Motivasi, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 25 November 2013

Mungkin aku memang tak sempurna. Sedari kecil tak ada yang mau menerima kekuranaganku. Tak terkecuali orangtuaku sendiri. Bahkan nama indah yang kupunya bukan pemberian mereka. Namaku Angelica Melodi. Nama indah pemberian mendiang kakekku.

Dua bulan lalu langit seperti runtuh menimpaku. Hidupku bagai telah berakhir. Satu-satunya orang yang menerimaku dengan penuh senyum pergi meninggalkanku. Bukan untuk sesaat. Bukan untuk sekejap. Ia telah pergi jauh menghadap Tuan hidup.

Hidupku kembali terombang-ambing. Ingin hidup tak ada alasan lagi. Tapi mimpi mendiang kakekku yang beliau titipkan padaku belum juga kuraih. Berkali-kali kupikirkan semuanya, berkali-kali juga aku menyerah. Pasrah.
Kulangkahkan kakiku mantap menuju panggung impianku bersama mendiang kakekku. Sedikit senyum kusunggingkan menambah semangatku. Kuingat kembali kata terakhir mendiang kakekku.
“Tunjukkan alunan melodi indahmu. Biarkan seluruh dunia tahu. Jangan biarkan mereka hentikan langkahmu walau hanya selangkah. Kakek yakin kamu pasti bisa.”

Kulihat sayup-sayup mata yang memandangku aneh tak percaya. Melihatku berada di panggung ini. Memang aku tak berdiri. Aku duduk di atas kursi roda yang menompang tubuhku. Kursi roda yang mungkin bisa dikatakan saksi bisu pahitnya duniaku. Yang menopang tubuh rentaku sedari kecil.

Terkadang aku merasa iri dengan mereka yang dapat berlari sejauh mereka mau, menaiki sepeda sekadar berkeliling taman. Hal-hal yang tak bisa kulakukan sendiri tanpa kaki renta tua itu. Sepasang kaki milik mendiang kakekku.
Ku mulai menarik napasku perlahan. Kusadari puluhan mata di depanku melihatku dengan tatap cerca. Kuhela napasku lagi. Ku mulai memainkan melodi-melodi indah biolaku. Perlahan tatap cerca itu luluh. Ku mulai menikmati melodi biolaku.

Satu persatu suara telapak tangan bertemu mengiringi akhir permainan biolaku. Sungguh aku tak percaya dengan apa yang kulihat. Setetes cairan bening terjun bebas tanpa malu-malu membasahi pipiku.

“Mimpimu telah kuraih.”

Cerpen Karangan: Riska Putri Meiyana
Facebook: Riska Putri Meiyana

Cerpen Lantunan Sendu Melodi Biolaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Adalah Jiwaku

Oleh:
Hai teman! Namaku catherine ariany mamaku orang bandung papaku orang pakistan. Hari ini adalah hari pertama aku sekolah aku sekolah di sekolah permata bakti mulyo (nama sekolahnya karangan) sekolah

Happy Birthday Fay

Oleh:
Sabtu 11 desember, Jarum jam menunjukkan tepat pukul 11 malam, tapi belum juga ku lihat tanda kehadiran Fay dan Nabil, padahal pada waktu itu aku, tante Lina dan Om

Pelangi Sederhana

Oleh:
Elsia adalah namaku Pagi buta.. bunyi kericikan air wudlu membangunankanku. Seperti biasa ibuku bangun lebih awal. Bahkan dia bangun sebelum suara adzan subuh berkumandang. rumah kecil ini hanya ada

Setetes Harapan Kampung Puse

Oleh:
Pelangi itu sudah tidak seindah dulu, kini ia mulai sering merusak hingga ulu hatiku. Perasaan ini terasa sesak saat aku ingat kembali raut wajah dan tatapaan tajam matanya. Bagai

Apakah Engkau Kenal Aku?

Oleh:
Suatu saat berjalanlah ketiga sahabat baik, mereka sangat akrab dan masing asing menganggap bahwa kita adalah saudara. Ketika akan pergi ke sebuah acara Ulang Tahun Naira, salah satu teman

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *