Liburan Bersama Keluarga Tercinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Liburan
Lolos moderasi pada: 19 December 2016

Hai! perkenalkan namaku Alyaniza Nur Adelawina. Kalian bisa panggil aku Alya. Aku tinggal di dusun Banyumeneng, desa pucangan, Kec. Ngrambe, Kab. Ngawi Jawa timur. Aku bersekolah di MI MUHAMMADIYAH PUCANGAN. Aku akan menceritakan liburanku saat Lebaran. Sungguh menyenangkan!

HARI PERTAMA LEBARAN…
“Dek! Ayo bangun! dah jam setengah enam!” teriak mamaku. Aku tak tahu mengapa aku dipanggil Adek. Padahal, aku anak tunggal, lho…
“Uh! Iya!” jawabku dengan setengah malas. Aku mengambil handuk bergambar minnie mouse lalu masuk ke kamar mandi. Untuk apa? untuk mandi lha…!
Aku juga sekalian berwudhu. Setelah itu, aku bergegas menuju kamar. Aku memakai Manset hitam, baju dress semata kaki warna ungu-putih (lengannya hanya sebesar tali), Celana pendek warna hijau muda, Jilbab pasmina warna hitam, dan Bros bunga warna oranye-kuning. Usai berdandan, aku mengambil piring, nasi, dan opor ayam buatan mamaku yang sangat lezat. Keluargaku tak sarapan. Katanya setelah pulang sholat Ied.

Usai semuanya siap, kami bergegas menuju masjid terdekat. Mamaku menggelar Sajadahnya, aku mengenakan mukenaku warna putih bergambar bunga. Lalu kami Sholat Ied. Usai sholat Ied dan mendengar ceramah (yang sangat lebar), kami menuju rumah. Sesampai di rumah, kami maaf-maafan. Usai Maaf-maafan, kami sekeluarga makan nasi dan opor ayam (soalnya aku laper lagi he… he… he…). Aku dan kedua orangtuaku bergegas naik mobil, dan menuju rumah eyang. Ya, lebaran hari pertama ini hanya berkunjung ke rumah Saudara.

HARI KEDUA LEBARAN…
“Hoam…,” aku bangun pukul delapan pagi (lupa sholat subuh aku!). Aku segera mandi. Aku memakai dress lengan panjang tak sampai mata kaki, warna putih motif polkadot hitam. Kukucir satu rambutku. Aku hari Ini tak sabar! kenapa, karena keluarga besar (dari papa) akan datang!! Uh, tak sabar rasanya aku ketemu sama mbak kesayanganku (mbak Devi dan Mbak Bintang), dan My Nephew (keponakan laki-lakiku), Egy. Pukul sepuluh atau sembilan pagi, Bude Rini, Mbak Mala, Pakde Tamirun, Mbak Bintang, Pakde Danang, Bude Iin, mbak Devi, dan mas Rendi sudah datang. Aku girang bukan kepalang. Tapi, dimana mbak Imang, mas Andrie, Egy, dan bude Anik? kutanya pada Papa. “Pa, Egy mana? kok belum datang, sih!”. Papa menjawab. “Mungkin malam,”. “Kok malam, sih!?” cetusku. “Ya kan ke Pare dulu,” jelas Papa. “Oya!” sahutku. Aku tahu kenapa Mbak Imang ke Pare.

Aku bermain dengan mbak-mbakku ini. Kami bermain game Tebak kata saku di handphone mbak Mala.

Pada malam hari, sekitar pukul delapan malam lewat, Egy belum kunjung datang. Sembari menunggu Egy, Aku, mbak Mala, Mbak Bintang, mbak Devi, dan mas Rendi bermain monopoli milikku yang bergambar Frozen. Aku bertugas menjadi Bankir (itu loh, yang tugasnya memberi dan menerima uang). Ditengah bermain monopoli, Azan Isya’ berkumandang. Kami bergiliran sholat. Aku sih, sholatnya sama mbak Bintang.

Usai Sholat Isya’ (semuanya), kami melanjutkan Permainan. Usai bosan, kami main Ular tangga. Yang pertama menang ialah… jeng.. jeng.. jeng… MBAK DEVI!!
Kami membereskan mainannya. Pada Larut malam, Egy sudah datang. Oya umur Egy itu, tahun ini menginjak 2 tahun pada bulan November. Wah senangnya hatiku!! Tapi, ketika didekati oleh orang, ia menangis dan menangis. Kata Papa, “Egy tuh stress, masih cape! kan perjalanannya jauh,” nasihat Papa. Aku menghibur Egy dengan boneka Oggie milik Mbak Devi. Ia pun tertawa. Aku senang melihat Egi tertawa. Lalu, aku kasih Egy boneka teddy milikku (lumayan besar lah…), Egy menerimanya, dan membuang boneka oggie tersebut. Egy, Egy!

Ia aktif kembali (maksudnya tidak Cape lagi). Aku dan mbak Bintang merekam aksi Egy. Mulai pukuli kaleng (sampai telingaku budeg/dengung), dan lainnya. Sampai aku ngantuk kali. Ugh! mataku berat dibuka. Saatnya tidur. Aku tidur di kamar sama mbak Bintang, Egy, mbak Imang dan mas Andrie, Egy malah buat ulah. Hadooh! Maklum lah!!
Aku tertidur sangat pulas karena kecapean.

HARI LEBARAN KETIGA…
Ada ribut-ribut di luar kamar. Suara tersebut membuatku terbangun. “Eh Dah bangun anak Mama! Wudhu sana, sholat subuh sama Mbak Bintang!” Mamaku. Aku menuruti perintah mama. “Yok, mbak!” ajakku pada mbak Bintang. “Yuk!!”. Kami wudhu, lalu sholat. Usai sholat, aku menyimpan mukenaku. Sembari menunggu giliran mandi, aku tidur-tiduran. Giliranku mandi. Aku siram air ke badan, BRR!!! Macam mandi air dikasih es batu! dingin buanget tahu gak.

Teman, hari ini, aku ada acara arisan dari keluarga mbahku. Jadi, mbak Imang membeli baju dan hijab (bagi perempuan) yang kembar. Tapi, aku tak pakai seragamnya. Aku memakai manset hitam, baju putih lengan pendek, celanan warnanya sih, hitam-putih semata kaki. Juga jilbab yang dibelikan Mbak Imang. Alasannya, bajunya kebesaran.

Sembari menunggu yang lain siap-siap, Aku, mbak-mbakku dan Mas Rendi selfie-selfie menggunakan tongsis milik mbak Mala. Usai semua siap, sebelum ke acaranya, kami foto sekeluarga di depan rumahku menggunakan kamera mahal milik Mbak Imang dan Mas Andrie. By the way, Mbak Imang dan Mas Andrie itu adalah seorang fhotografer. Mereka bekerja di Ai Photowork di Malang. Yang tinggal di Malang, ada yang tau Ai Photowork?

Kami Berjalan kaki menuju tempat acara, yaitu rumah mbah Katin (kakaknya mbahku). Rumahnya dekat kok dari rumahku. Oya, bude Anik menjadi Mc-nya, lho…

Usai acara, kami pulang untuk Istirahat. Hari ini, hanya di rumah saja.

HARI LEBARAN KEEMPAT…
Pada jam Lima sore, kami sampai di rumah kawan Papa ku(mungkin) yang berada di Sragen, jawa Tengah. Menjenguk orang sakit alasannya. Hari makin malam, kami menginap di salah satu rumah Saudara Papa.

HARI KELIMA LEBARAN…
Esoknya, usai mandi, setelah sarapan, Kami menuju candi prambanan. Yup! kami akan berlibur ke Candi tersebut. Psst… kami sempat Nyasar, lho…

Kami sampai siang. Mungkin sekitar pukul 2 siang. Kami naik-turun candi (walaupun penuh sesak, rame, plus tak ada penerangan). Pas mau turun ke candi, kan penuk sesak (maksudnya himpit-himpitan), aku dengar ada percakapan. “Ih panas kali mandi keringat aku nih! kita bawa baju salin, kan?”. “Iya!” jawab satunya. “ih! anak itu mentel amat, sih!!!” cetusku dalam hati. Dari nadanya suangat mentel. Uh sebel aku punya temen kayak gitu!
Kami juga, ya tahulah. SELFIE. Sampai rumah, kami malam.

HARI KEENAM LEBARAN…
“Asyik!!!” tiba-tiba ada seruan keluar dari mulut mbak Bintang. Aku bergegas menghampiri mbak Bintang. “napa, mbak?” tanyaku. “Mandi di kali! kamu mau ikut, Al?” tanya mbak Bintang.
“Sama siapa aja?” tanyaku lagi.
“Mbak Mala, bude Anik, Egy, Dan mbak Imang,” jelas mbak Bintang.
“Oh! aku tanya Papaku dulu!” Sahutku. Lalu aku menghampiri Papa. “Boleh!”. “Asyik!!!” seruku. Lalu aku siapkan bajunya. Kami bergegas menuju Kali. Pertama mereka selfie ria dibatu kali. Aku ingin gabung sama mereka. Kuputuskan untuk berenang aja di kali. Usai berenang, kami mandi. Airnya jeeerniiihh kali. Lalu memakai pakaian dan bergegas pulang. Sorenya, Aku dan keluarga besarku menuju saudara kandung mbahku. Setelah berkunjung ke rumahnya, rupanya mereka langsung pulang ke rumahnya masing-masing (kecuali Mbak Imang, mas Andrie, bude Anik, dan Egy). Aku sedih ditinggal mbak Bintang dan mbak Devi. Mbak Bintang dan keluarganya ke Sampit, sedangkan keluarga mbak Devi ke Banyuwangi.
Esoknya, pagi sekali Egy pulang ke malang, dan bude Anik akan pulang Ke Jember.

Aku Sedih sekali. Tapi, Semoga aku diberi umur panjang oleh Allah. Agar aku bisa ketemu mereka Lebaran Tahun depan… Amiin.
Keberuntungan, mbak Bintang tahun depan, Ia pondok di Solo. Dan Solo, Dekat dengan Ngawi. Jadi aku tak perlu jauh-jauh ke Sampit deh. Aku Hanya bersabar menunggu mbak Bintang lulus Sd (tahun depan). Hore!!!

Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: Alya Aniza

Cerpen Liburan Bersama Keluarga Tercinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jingga Is My Younger Sister’s Story

Oleh:
Namaku shafa, aku mempunyai adik bernama jingga. dia tampak lucu dan menggemaskan. sekarang dia berusia 2 tahun, dia adikku yang sangat lucu, ceria, pintar dan terkadang menyebalkan. Pada suatu

Badai Pasti Berlalu

Oleh:
‘KRIIING!’ Bel alarm berbunyi tepat pukul setengah enam pagi. Dengan malas, Kintan berusaha meraih jam bekernya, tetapi jam tersebut malah jatuh. Alhasil bunyi alarm mati dengan sendirinya. Sudah 10

Tangkap Ikan Di Bendung Batang Gadis

Oleh:
“Pak.. paaak… Liat di TV ini. Orang–orang Panyabungan menangkap ikan di bendungan Batang Gadis,” teriak anak bungsuku. Kami serumah langsung bergegas lari menuju tempat TV yang lagi menayangkan reportase

Permintaan Terakhir Kyla

Oleh:
Pagi itu sangat indah, sejuk dan juga cerah membuat semua hati senang dan bahagia karenanya tapi bukan untuk hati Kyla. Pagi itu baginya tak indah mungkin seperti pagi-pagi yang

Usaha Membeli Laptop

Oleh:
Fia sangat ingin mempunyai Laptop. Tapi, dia tidak tau bagaimana dia bisa membelinya. Fia adalah anak dari orangtua yang hidup sederhana, tidak miskin dan tidak pula kaya. Fia tau

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *