Liontin Dari Kakak

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 15 May 2017

Assalamualaikum. hai namaku Nabila tifa alexa, aku adalah anak ke 2 dari dua bersaudara, kakakku bernama Nadyra eva alesha. Aku lahir tanggal 7 agustus dan kak Nadyra tanggal 23 mei. Aku duduk di bangku kelas 5 dan kakakku di kelas 6. Kakakku mempunyai riwayat penyakit jantung. jadi kakakku tidak boleh kecapean dan lari-lari terlalu lama. Aku mempunyai ayah dan ibu yang sagat baik menurutku. namanya ayah Reza adiputra dan ibu Sheza hasanah.

Pagi hari, jam 07. 45…
“Bu aku berangkat, asssalamualaikum” Kata kak Nadyra dan aku. “waalaikumsalam, hati-hati di jalan” Kata ibu. aku menyalami tangan ibu dan ayah. begitu juga dengan kak Nadyra, lalu kami pergi ke sekolah menggunakan sepeda. Ayahku tidak bekerja, hanya menjaga warung kecil milik kami di depan rumah, ibuku hanya menjual makanan-makanan ringan buatannya.

Tak lama aku dan kak Nadyra sampai di gerbang sekolah dan memarkirkan sepeda di tempat parkir sepeda, kakakku malah lari-lari karena takut kesiangan. “kak jangan lari-lari! Nanti penyakit kakak kambuh lagi!” Larangku sambil sedikit berteriak. Kakakku berhenti berlari sejenak, aku terus berlari mengejar kakakku.

Setelah sampai di depan mata, kak Nadyra memegang dadanya sambil terdesak-desak, aku takut penyakit kak Nadyra kambuh lagi, benar saja penyakit jantung kak Nadyra kambuh lagi, memang sih kak Nadyra berlari terlalu jauh, makanya penyakitnya kambuh lagi.
Semua orang yang ada di sekitar langsung menolong dan membawa kak Nadyra ke UKS sekolah, untung saja saat istirahat kak Nadyra siuman.

“alhamdulillah kakak udah bangun.” syukurku. “iya dek alhamdulilllah, maaf ya tadi kakak enggak demgerin apa kata kamu.” Kata kak Nadyra. “iya aku maafin, tapi lain kali harus dengerin ya kak.” nasehatku, kak Nadyra hanya mengangguk.

Jam 13. 00 bel pulang berbunyi, aku dan kak Nadyra pulang bersaama memakai sepeda, setelah sampai di rumah aku mengganti bajuku dan makan siang. Tiba-tiba kak Nadyra memberikan liontin love yang ada fotoku dan foto kak Nadyra. katanya “ini buat kamu Nabila, kalau kakak sudah meninggal kamu bisa liat kalung itu untuk kado terakhir dari kakak.” Aku tidak mengerti maksud kak Nadyra, aku hanya bilang terima kasih dan pergi.

Ternyata benar, Kakakku malah lari-lari untuk mengejar kupu-kupu, tak lama setelah itu kak Nadyra langsung pingsan, ya iyalah kakakku berlari melawati lebih dari 5 rumah. Kak Nadyra langsung dibawa ke rumah sakit terdekat, ternyata nyawa kak Nadyra tak tertolong saat perjalanan ke rumah sakit. Aku sangat merasa kehilangan ditinggal kak Nadyra. aku melihat liontin yang diberikan kak Nadyra yang terakhir kalinya, ternyata itu maksud dari kak Nadyra, tenang kak aku tak akan melupakanmu, ada dan tiadanya kakak kau selalu ada di hati, aku akan menyusulmu disaat yang tepat kak… batinku dalam hati sambil menagis.

Tamat

Cerpen Karangan: Amira. S. Firdaus

Cerpen Liontin Dari Kakak merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ranking 7

Oleh:
I think a good trick to get 10. I thought better to make the cheat sheet. But no no, it acts cunning. I was learning and learning. After I

My Destiny (Part 1)

Oleh:
“Oka-san (ibu), Oto-san (ayah)… Aku berangkat, ya…!” kataku seraya menyalimi tangan Oka-san dan Oto-san bergantian. “Hati-hati, Otoha. Jangan tersesat, ya! Kamu ‘kan belum terlalu hafal jalan disini,” kata Oka-san

Sepucuk Surat Buat Ayah

Oleh:
Rabu 26 Juli 2017, kutuliskan sepucuk kisah yang begitu bermakna. Merupakan sandiwara dalam akhir sayonara kehidupan Terhadap kasih sayang yang tidak akan pudar sepanjang masa. Ayah di balik tirai

Matematika is My Life

Oleh:
“Huhh.. kenapa sih nilai ulangan matematikaku selalu… saja jelek! Padahal aku kan sudah belajar?” tanya Nanda sambil berdecak kesal. “hay, Nanda? Kamu kenapa? Kok suntuk begitu sih?” tanya Nida

Ketika Kebaikan Mendatangkan Ujian (Part 2)

Oleh:
Kring, kring, kring. Bunyi suara jam weker membangunkanku dari tidurku. Matahari menyilaukan pandanganku saatku membuka mata. Aku melihat ke arah jam, jam menunjukkan pukul enam. Biasanya Kakak selalu membangunkanku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *