Ma, Pa, Selamat Tinggal

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 7 July 2013

“Ma, Pa kenapa kalian terus-terusan berkelahi? Apa kalian tidak kasihan terhadap anak tunggal kalian ini?!, Aku sakit Ma, Pa! Aku sakit bukan di fisik ku! Namun dihatiku! Aku butuh kasih sayang kalian, bukan harta kalian!

Ma, Pa, aku iri dengan Andini. Keluarga mereka memang tidak bergelimang harta, tetapi keluarga mereka sangat bahagia. Aku ingin kita seperti mereka Ma, Pa! Harta yang kalian berdua kumpulkan selama ini tak ada artinya bagiku! Apa kalian tidak tahu bahwa selama ini aku sering menyempatkan diri ke rumah Andini hanya untuk merasakan hangatnya keluarga?! Ayah dan Ibu Andini sudah menganggapku sebagai anak mereka. Mereka memeluku dengan erat jika aku berkunjung. Tetapi kalian tidak pernah sekalipun memelukku!

Ma, Pa, malam ini kalian bertengkar lagi karena masalah sepele. Aku tak kuat menahannya makanya aku melerai kalian, tetapi kalian malah memarahiku. Kalian berkata aku tak tahu apa-apa karena aku masih kecil! Tetapi apa kalian tidak tahu bahwa kalian lah yang bersifat seperti anak kecil! Aku tak tahan lagi Ma, Pa.

Ma, Pa, hari ini kalian tidak datang ke acara perpisahan dan pengambilan ijazahku di sekolah. Semua orang tua teman-temanku datang. Mereka menanyakanku dimana orang tuaku. Tahukah kalian bahwa aku sangat malu! Disana, orang tua dan anaknya berfoto bersama. Foto itu akan di masukan ke buku kenangan kelas kami. Aku melihat buku itu dan fotoku terpampang sendirian. Tak ada orang tua disisiku. Oleh karena itu teman-temanku membicarakanku. Tahukah kalian teman-temanku berkata aku adalah anak yang tak terurus! Hatiku sangat sedih Ma, Pa!

Ma, Pa, akhir-akhir ini aku sering mimisan. Tetapi, kalian tidak memperdulikanku! Kalian terlalu sibuk dengan urusan kalian masing-masing. Kalian juga tidak saling bicara satu sama lain karena masih berselisih. Hari ini aku pergi ke dokter sendirian. Aku sangat terkejut karena dokter berkata aku terkena kanker dan umurku sudah tak lama lagi.

Ma, Pa, hari ini aku terbaring lemas di rumah sakit. Kalian tidak bisa dihubungi untuk menjengukku, padahal ini adalah hari terakhirku di dunia. Sebelum aku pergi menghadap yang kuasa aku ingin kalian berbaikan. Kumohon kabulkanlah permintaanku!

Ma, Pa, ini adalah kata terakhirku.

Ma, Pa, selamat tinggal.”

Mereka menutup suratku. Airmatanya menetes seketika.

Akupun menghadap yang maha kuasa. Aku tak terlihat lagi. Kulihat Mama, dan Papa menangis sambil berpelukan di samping kuburku. Aku tahu mereka menyesal. Mereka meminta maaf kepadaku.
“Aku memaafkan kalian…” Ucapku dalam hati. “Ma, Pa, Selamat tinggal” Bisikku pelan.

Cerpen Karangan: Carmenita
Facebook: Carmen Nita

Nama: Carmenita
Umur: 11
Twitter: @Carmenita28
FB: Carmen Nita
Pin ??: 222C6B31
Sekolah: BPK Penabur Jatibarang
Ini adalah cerpen ku yang ke3 (kalau yang kedua diterbitkan :D)

Cerpen Ma, Pa, Selamat Tinggal merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Malas Sekolah

Oleh:
“Hans… Bangun, sudah jam berapa sekarang, cepat bangun sekolah…” ibu hans dengan suara yang melengking mencoba membangunkan hans, padahal ibunya memanggil hans dalam situasi lagi memasak. Hans dengan muka

Sepasang Kaki dan Impian

Oleh:
Hari ini adalah hari pertamaku memenuhi panggilan dari salah satu stasiun radio ternama di Bandung. Setelah mengikuti berbagai seleksi, dan mengirimkan rekaman suara dalam sample voice ke beberapa stasiun

Kembali

Oleh:
Langkahku mengarah lurus pada sebuah gitar tua yang tengah bersender di lemari kayu. Teringat meriahnya suara tepuk tangan yang sering kudengar dulu. Lama memang, sudah dua tahun sejak kali

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Ma, Pa, Selamat Tinggal”

  1. Ikhsanico says:

    Ceritanya sedih u.u 🙁 , Tapi baguz lah, Makasih ya Atas cerpen nya Ini bermanfaat , Thankss ^_^

  2. Resa Marinda says:

    cerita pendek tapi bikin sedih ,
    keren banget , makasih min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *