Maafkan Aku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 9 May 2017

Tok… tok.. tok…
Aku berdiri di depan pintu kamar Kakakku. Arka namanya.
“Buka aja, gak dikunci..”
Aku membuka pintunya. Kertas berserakan memenuhi meja belajar Kakakku. Dia sedang duduk dan mengerjakan sesuatu. Aku duduk di ranjangnya.

“Lagi sibuk ya, Kak…?” tanyaku agak kecewa karena tujuanku kemari bukan untuk melihat ini, tapi untuk membicarakan sesuatu. Ya… meski gak penting.
“Seperti yang kamu liat. Emangnya ada apa?” Jawab Kakak tanpa mengalihkan pandangannya. Kelihatannya itu sangat penting. Sampai-sampai dia mengabaikanku. Aku bangkit dari ranjang Kakakku.
Hush… Aku menghela nafas panjang dan ke luar dari kamar.
“Ya udah deh… Aku ke luar aja. Gak penting kok”
Aku menutup pintu dengan pelan, terlalu egois kalo aku membanting pintunya. Aku menuju teras dan duduk di sisi kolam renang.
Aku menatap bintang yang bertebaran, seolah mereka menyapaku. Angin menerpa wajahku. Udaranya mendadak dingin. Namun terlalu indah untuk dilewatkan.

Terdengar langkah kaki, separtinya menuju ke sini. Ku alihkan pandanganku, untuk melihat siapa yang datang. Kak Arka. Ya… tentu saja Kak Arka memangnya siapa lagi. Di rumah ini hanya ada aku, Kak Arka dan Bi inah. Kalau sudah malam seperti ini, Bi Inah sudah pulang ke kontrakkannya, yang tak jauh dari rumahku.
Kak Arka berdiri di dekat pintu. Dia menatapku dan tersenyum. Aku mengalihkan pandanganku dan kembali menatap langit.
Kakak duduk di sampingku dan mengusap lembut rambutku.

“Marah ya?”
“Gak” jawabku datar dan menatap kosong ke arah kolam renang, airnya tenang. Seperti tak ada beban.
Kakak mengalihkan pandanganku agar melihat ke arahnyanya.
“Nabila sayang, maafin Kakak ya… Kakak gak bermaksud nyuekin kamu.. Kakak tadi bener-bener sibuk”
“Iya, aku ngerti kok..”
“Udah selesai ya…”
“Udah..”
“Maafin Nabila, Nabila udah egois.” air mataku menetes.
“Jangan nangis… Kakak gak marah sama kamu” Ucap kakak dan mengusap air mataku.
“Kak, aku gak bisa bayangin. Kalo suatu saat nanti Kakak bakal lupain aku”
Kakak memelukku. Pelukan hangat, yang selalu kurindukan. Hanya dia yang peduli denganku. Sedangkan yang lain, tidak pernah memperhatikanku. Mungkin mereka udah lupa kalo mempunyai seorang anak.
“Kakak gak bakal lupa sama kamu dan gak akan pernah.”
Aku melepas pelukannya. Dan menyandarkan kepalaku di bahunya dan kembali menatap bintang yang sempat aku abaikan beberapa menit yang lalu.
“Kalo aku disuruh milih antara Kakak atau seluruh dunia ini. Aku bakal milih Kakak. Karena Kakak lebih berharga dari apapun.”
Kakak tersenyum, walaupun aku tak melihatnya. Aku mampu merasakannya.

“Kak”
“hmm”
“Bolehkan aku tidur di pangkuan Kakak…”
Kakak menganggukkan kepala. Tanda setuju.
“Tapi Kakak nyanyiin lagu buat aku ya…”

Aku tertidur lelap di pangkuannya. Suara lembut, mengiringi tidurku. Kakak mengusap lembut rambutku. Dia masih melanjutkan lagunya meski aku sudah tertidur lelap. Itu lagu favoritku. Kakak menatap wajahku, tersirat kesedihan di matanya. Entah apa yang difikirkannya tentangku. Aku tak mengetahuinya. Dia tak pernah menunjukkan kesedihannya di hadapanku.

Cerpen Karangan: Mira Puspita
Facebook: Mira Puspita

Cerpen Maafkan Aku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dessy dan Ibunya

Oleh:
“Ibu kerja dulu ya, doain mama dapat tamu yang banyak biar bisa ngasih makan kamu dan bayar sekolahmu” ucap maria kepada anaknya Lalu pergi meninggalkan dessy di rumah sendirian

I Am Okay

Oleh:
“Kamu lagi, Ando! Sudah berapa kali kamu telat bulan ini?” Teriak Bu Rahma, suaranya menggema di ruangan kelas itu. Orang yang diajak bicara hanya menyengir, tanpa merasa bersalah. “Mungkin

It’s Okay (Part 1)

Oleh:
“Eh, lo yang namanya Arka kan?” Segerombolan anak menghampiri seorang anak yang mereka panggil Arka. “I..iya, Kak. Ada apa ya?” Anak yang bernama Arka menjawab dengan takut. Karena yang

Lani Feat Fean

Oleh:
Sudah pukul 22.00 WIB, Lani baru pulang nongkrong bareng teman-temannya. Dia sedang di dalam mobilnya menuju rumahnya, saat melihat HP nya dia tidak begitu terkejut melihat ada 15 panggilan

Kakak Baru

Oleh:
“Bunda sama Ayah tuh gak ngerti! Lily gak mau punya Kakak baru, apalagi dari panti asuhan! Titik!” Makan malam berubah mencekam. Ya, hanya karena satu hal. Bunda dan Ayah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *