Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Hijrah (Part 1)

Seorang pemuda keluar dari pintu dapur rumahnya, wajahnya masih tampak kusam, matanya baru separuh terbuka, dan sepertinya ia masih ingin melanjutkan tidurnya. Suasana diluar rumah masih gelap dan dinginnya terasa hingga...

Best Friend Forever

Mentari pagi belum juga muncul. Maklum jam masih menunjukkan pukul 05.00 WIT. Jam alarmku berbunyi makin kuat, sepertinya ia tak sabar membangunkanku. Segera aku bangun dari tempat tidur lalu membereskannya. Kemudian, aku...

Tipuan Secarik Kertas

Hari yang cerah. Langit bagai laut tenang yang biru benderang. Angin menghembuskan butiran-butiran kesejukan hati dan pikiran. Matahari tersenyum ria menyambut dunia. Kisah itu bermula ketika aku masih duduk dikelas 1 SMP....

Ismail Kecilku

Pagi yang sangat cerah. Tadi malam begitu lelap tidurku. Yah, karena Adik yang tidur satu kamar denganku sedang pulang ke kampung. Dan rencananya, pagi ini mereka baru akan datang ke kos. Minggu ini adalah waktu istirahatku....

Jalan Hidupku

Ku pandangi langit sore ini. Terasa kelam dan redup, meski sebenarnya hari ini cerah. Namun hati yang risau ini membuatku merasa kelam. Aku duduk di depan rumah yang hanya berdinding kardus-kardus bekas. “Sampai kapan aku...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply