Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Puisi Sedih Untuk Thara

Sore itu, angin tak seperti biasanya, ia berhembus dengan sangat tenang. Sore itu seorang wanita berpakian serba hitam berjalan menuju sebuah pemakaman umum. Dia berjalan menyusuri setiap petak tanah dengan nama dan tanggal...

Gitar Tua Joko

Joko benar-benar bingung gimana harus meyakinkan Ayahnya yang udah mati-matian cari duit buat membiayayai sekolah Joko. Pasalnya, setelah Ayahnya membayar SPP ternyata Joko sering sekali bolos sekolah, Kata teman-temannya...

Untukmu Raisa

“Raisa!” panggilku. Raisa pun menoleh ke belakang. “Eh, Rika” jawabnya. “Raisa, Rasty mana?” tanyaku. “Kayaknya, belum datang deh!” jawab Raisa lagi. “Kantin, yuk” ajakku. “Yuk, deh.” Aku dan Raisa...

Yang Terakhir

Siang itu matahari bersinar dengan sangat terik hingga membuat seluruh siswa kelas 12-1 SMA Cahaya Melintang merasa gerah dan malas memperhatikan guru mereka yang sedang menjelaskan tentang persamaan fungsi kuadrat. Tetapi...

Ketika Mimpi Mengutarakan Hati

Pagi yang cerah, keadaan sekeliling sepi.. Hanya kicauan burung yang terdengar. Seakan merasakan kesepian dan kesendirian. Bunga-bunga disekitar taman yang harum merekah dan secangkir kopi hangat kemudian terdengar suara...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply