Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Sahabat Cappucino

Aku duduk bersama dengan capucino buatan ibu di teras rumah sambil memperhatikan keluarga yang baru pindah tepat di depan rumahku. Aku melihat anak perempuan yang air mukanya begitu pucat di penglihatanku. Aku terus memperhatikannya,...

Sepucuk Mawar Hitam dan Sebening Udara Malam

Ketika semuanya berakhir, Rina membelai paras cantik temannya yang selama ini menetes kan bunga kesedihan lantaran ditinggal kan oleh kekasih nya. Setiap malam Lya menangis dan besedih , hingga air matanya yang mengeruh tak...

Masih Penasaran

Hari ini adalah libur terakhir tahun baru, dimana esoknya aku harus sekolah. Namaku Raninda Yuli, anak bungsu perempuan satu-satunya di keluarga ini, dan ada 2abang diatasku. Malam ini aku harus sibuk ngerjain tugas kimia,...

The One

“Jalan pake mata napa sih, jadi jatoh kan barang gue semua!” “Sorry deh, sini gue bantuin beresin. “Sorry sorry aja bisanya, gak usah deh. Cowok kayak lo mah cuma sok baik!” — “Sya, kenalin nih temen gue,...

Penyesalan Khansa

Sebuah jam berbentuk lingkaran yang menempel di dinding menunjukan pukul 07.15, tetapi pelajaran Matematika pagi ini belum dimulai seperti biasanya. Bu Nur Guru Matematika sekaligus wali kelasku belum juga datang, mungkin...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply