Maafkan Aza

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 19 September 2014

“Azaaa!!” Seru bunda. Aku menoleh dengan sebal. “Apa-apaan, sih, bunda ini!?” Bentakku.
Oh iya, namaku Azara Citra Bunga. Aku sering dipanggil Aza.
“Ini, sarapan telur dadar dulu,” kata bunda.
“Eng…., enggak! Itu kan, makanan kampung,” tolakku semakin jengkel.
“Ayolah… Syafira kemarin makan telur dadar,” bujuk bunda.
“Itu kan, Syafira, bukan aku,” aku langsung ngacir.

Di sekolah…
“Hari ini 22 desember kan? Nah, kita akan mengenang cinta ibu kita dengan membuat karangan untuk ibu kita. Tapi, jangan mengandung SARA, ya. Karena bisa menyinggung teman kita yang berbeda agama. Ehm, sebenarnya tak apa kalau yang beda agama tak keberatan,” jelas Miss Anita.
Aku menoleh ke Chrisse, sahabatku yang katolik. “Aku boleh bikin karangan kalau itu mengandung SARA kan?” Tanyaku hati-hati.
“Untuk sahabatku, boleh saja. Aku juga boleh, kan?” Tanya Chrisse balik. Aku mengangguk. Tapi malas juga bikin karangan untuk bunda. Habis, jasanya itu saja, kan? Lagian, kenapa harus pake kayak gini segala? Lebay amat, keluhku dalam hati.

Kulihat, Chrisse memulai karangannya. Aku mengintip sedikit. Tapi nggak ngelihat penuh.

Kriiing!! Kudengar bel pulang bunyi. Ah, aku belum bikin satu kalimat pun. Tapi masa bodo. Orang dikumpulin satu minggu lagi. Lalu, Keyza anak kelas 5F, berlari ke arahku.
“Huah, bundhah.. muh… keche…lhakahan… hosh, hosh, hosh” kata Keyza terbata bata karena habis lari.

Aku langsung menuju rumah sakit.
“Bunda… maafin Aza, bunda…” tangisku.
Bunda tersenyum. “Iya, nak…”
Bunda akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya saat hari ibu, 22 desember 2013 pukul satu siang, hari jum’at. Aku menangis di meja belajarku. Aku sebenarnya takut di kamar sendiri. Tapi terlalu sedih untuk ketakutan. Aku menulis karanganku dengan gemetar, dan kata demi katanya membuatku meneteskan air mata.

Setelah seminggu, aku membacakan karanganku.

“Ibu adalah penerang dalam hidupku, penyemangat saat aku putus asa, dan selalu melindungiku. Pelukannya selalu membuatku tenang dan damai. Kata-katanya yang halus kadang membuatku tersentuh. Aku kadang membuat ibu marah. Tapi sifat nakalku selalu tak jadi bebannya. Rasa sakitnya dalam melahirkanku adalah jasa terbesarnya. Aku menyesal ibu, maafkan aku jika aku salah. Aku akan selalu mengingatmu,” aku menangis saat mengakhiri bacaanku. Aku tersentuh dengan karanganku sendiri. Aku sangat menyesal. Aku segera mengusap air mataku, dan akan merubah sifatku.

Tamat.

Cerpen Karangan: Jihan Nur Zahrah
Facebook: Jihan Nur Zahrah

Cerpen Maafkan Aza merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Yang Sebenarnya

Oleh:
Tessa adalah anak yang terlahir dari sebuah keluarga miskin. Ia ada kesalahan tulang di kakinya dan tidak bisa berlari. Tidak ada yang mau berteman dengan Tessa. Ia mendapatkan beasiswa

Mendung di Akhir Senja

Oleh:
Malam ini, entah mengapa, Hamid merasakan kantuk yang teramat sangat. Bagai semburan radiasi TV yang tiada habisnya tatkala dihidupkan. Ia sedikit memaklumi, ia belum tidur pada siang ini. Waktunya

Sesal

Oleh:
Kami sudah bersahabat sejak menginjak bangku kanak-kanak. Bahkan kami selalu satu sekolah hingga kami berdua berada di sebuah universitas. Lyra, gadis berkacamata itu adalah sahabatku. Kami melalui jalan yang

Sahabat Tapi Kembar

Oleh:
Teettt… Teettt… Teettt… Bel tanda masuk SDS Terpadu Cahaya Nur berbunyi, Murid-murid pun segera masuk ke kelas masing-masing, termasuk Lista Andani atau yang biasa dipanggil Lista. Lista segera masuk

Waiting

Oleh:
Sebuah rasa yang lama terkubur, menyesakkan dan menyakitkan. Itulah rindu. Rasa yang muncul begitu saja tanpa sebab, namun memberikan luka yang teramat menyayat. Lamunan itu muncul lagi, seperti biasanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *