Maafkan Kakak Bu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Perpisahan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 12 November 2013

Terlihat 2 orang adik kakak yang sedang bercanda di kamarnya yang serba ungu itu. Dia bernama Alisha Nadia Desire (Adik Ashilla) yang masih berumur 15 tahun dan Ashilla Veronica Desire (kakak Alisha) yang masih berumur 17 tahun. Mereka memang selalu akrab, namun Alisha berbeda dengan Ashilla. Alisha tipe orang yang sederhana, sedangkan Ashilla tipe orang yang Sangat Boros dan hobby bolak-balik ke salon.

Saat sedang asyik bercanda, tiba-tiba Alisha dan Ashilla berhenti tertawa, saat mendengar suara seperti orang sedang bertengkar di ruang tamu. ‘PRANG’ suara barang kaca yang terjatuh, “siapa itu kak?” Tanya Alisha, “kakak juga gak tau dek.. Ke bawah yuk? Takut ada maling masuk” jawab Ashilla.

Alisha P.O.V
di Ruang Tamu
“Papa tu apa-apaan sih? Mana uang bulanan buat mama belanja hah?! Apa sudah papa habiskan untuk berfoya-foya dengan botol minuman yang sering papa minum itu?! Iya pa?!” Bentak mamaku, “Iya! Kenapa emang? Ada masalah buat kamu hah?!” Bentak papaku tak kalah ngotot dengan mamaku. “Ya jelas dong masalah? Kalau papa terus-terusan gak ngasih uang belanja buat mama dan uang untuk keseharian anak-anak, KELUARGA KITA MAU MAKAN APA?!! Mana tanggung jawab kamu sebagai seorang ayah? Mana tanggung jawabmu! Apa harus mama yang menjadi tanggung jawab semua anak-anak dengan cara mencuci baju orang lain? iya pa?! Jawab aku!!!” Kini emosi mamaku sudah mencapai puncaknya, dan menangis, aku pun yang mengintipnya dari sudut ruang tamu hanya bisa menangis dan memeluk kakak ku. “Kak.. Acha takut… Mama sama papa kenapa bertengkar?” Isakku.. “Kakak juga gak tau Cha.. Acha jangan nangis ya?” Bujuk Kakakku. “Mama capek pa kalau harus kayak gini terus! Capek pa CAPEK!!!” Bentak mamaku, “ya sudah? Kalau kamu capek sama perlakuan aku? Kalau begitu kita CERAI!!! Kita urus semuannya di pengadilan sekarang!!!” Jawab papaku sambil pergi entah kemana, “papa? Pa!! Dengerin dulu pa!! Mama belum selesai ngomong!!” Teriak mamaku, namun papa tak mengubrisnya, mama pun segera duduk di sofa sambil menangis, dan aku serta kakakku segera menghampiri mama, “Ma… Hikss.. Hikss..” Panggilku, “sayang? Maafin mama ya?” Ucap mamaku sambil memelukku dan menciumi puncak kepalaku, “papa kenapa ma? Hikss..” Tanya kakakku, “maaf ya kak? Dek? Mama sama Papa harus bercerai, soalnya mama sudah gak kuat dengan perlakuan papamu, yang tiap harinya uring-uringan ga jelas dengan botol minumannya.. Hikss..” Jelas mamaku, “Acha gak mau mama sama papa pisah..” Lirihku, “maafkan mama sayang..” Jawab mama. Sungguh, aku sangat sedih sekali, mamaku akan bercerai dengan papaku, lantas nanti siapa yang akan membiayai sekolahku dan kakakku? Sementara kakakku sebentar lagi akan ada Ujian Kelulusan? Tuhan.. Bantu keluarga kami..

AUTHOR P.O.V
Pengadilan pun terlewati, akhirnya ibu Talitha (mama Alisha dan Ashilla) pun resmi bercerai dengan Gabriel (Papa Alisha dan Ashilla). “Sekarang, kalian harus bisa tegar. Walaupun tanpa ada papa di samping kalian, okay anak-anakku?” Tanya Talitha, “Iya ma.. Kami akan berusaha..” Jawab Alisha dan Ashilla kompak, namun dengan nada sedih.

di Rumah
“Kalian mau makan apa? Biar mama masakin?” Tawar Talitha. “Kita mau…” ‘TING TONG!’ Suara bel rumah, “biar Shilla aja yang bukain ma..” Jawab Ashilla, “Bentar ya sayang? Mama nyusul kakak dulu” Ucap Talitha, “iya ma..” Jawab Alisha.

di Pintu
“Maaf, apakah ini rumah ibu Talitha dan bapak Gabriel?” Tanya orang itu, “Iya, itu orang tua saya, ada perlu apa ya pak?” Tanya Shilla sedikit gugup, “Maaf, Kami dari pihak kepolisian akan menyita rumah orang tua anda untuk membayar hutang saudara Gabriel sebesar 590,5 Juta Rupiah!” Ucap orang yang tadi mengetuk rumah Shilla (Polisi), “Apa?” Kaget Shilla, Acha dan Talitha yang baru saja datang, “Pak? Ayah saya punya hutang atas apa?” Tanya Shilla, “Atas peminjaman kepada Bank, yang ia katakan untuk biaya istrinya yang sedang di rumah sakit, namun kami menemukan informasi bahwa uang tersebut bukan untuk biaya membayar dana rumah sakit, melainkan untuk berfoya-foya dan berjudi, apakah anda tidak mengetahuinya?” Jelas polisi itu, “saya mengetahuinnya, tapi saya mohon, jangan sita rumah saya pak.. Jika bapak menyita rumah saya, saya harus tinggal dimana?” Ucap Talitha, “maaf, ini tugas kami, dan saya perintahkan agar anda segera angkat kaki dari sini, karna mulai sekarang rumah ini sudah resmi kami sita!” Tegas polisi itu, “tapi pak? Saya mohon beri saya waktu untuk membayar semuannya..” Pinta Talitha, “tidak bisa! Keputusan ini sudah bulat! Dan tidak bisa di ganggu gugat lagi, saya perintahkan sekali lagi kepada anda, sebaiknya cepat angkat kaki dari sini, sebelum saya memperlakukan anda secara kasar!” Tegas polisi itu LAGI, “baiklah pak.. Kami akan segera angkat kaki dari rumah ini, ayo Cha? Shill? Kita pergi, rumah ini bukan milik kita lagi..” Ajak Talitha, “Tapi ma?” Ucap Alisha, “ayo dek? Sebelum kita diperlakukan kasar oleh polisinya, ayo? Kita cari tempat tinggal yang sederhana saja..” Ucap Talitha, “Baiklah bu..” Jawab Alisha dan Ashilla kompak.

Cerpen Karangan: Shinta Kemala Anggraeni
Facebook: www.facebook.com/Ratu.Shinta92

Hello? Kenalin, gue Shinta Kemala Anggraeni, panggil gue Shinta, gue masih duduk di kelas 3 SMP, mau lanjut ke SMA dong yah? Umur gue masih 14 th, hobby gue acting, nyanyi, sama bikin cerpen, gue terinspirasi dari anak2 ICL, makanya gue pinjem beberapa nama anak Idola Cilik buat jd pemeran cerpen gue, terutama Kak Ashilla Zahrantiara sama Larissa Arif, tenang aja, gak akan bikin yang po*no kok? Males juga kan? Mending yang sedih sama ceria aja, okay? Semoga aja kalian yang baca cerpen gue bisa seneng ya bacanya? Happy reading.. KEEP SMILE!!

Cerpen Maafkan Kakak Bu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tahun Tanpa Tuhan

Oleh:
Namaku Agustuso, aku adalah anak dari keluarga yang biasa-biasa saja. Bahkan bisa di bilang keluarga yang sangat pas-pasan. Ayahku adalah seorang pengarang dan penulis. Ayahku sudah tidak ada lagi

Pesan Tak Berjudul

Oleh:
Malam ini bintang terlihat indah, mereka begitu berkilauan. Rasanya sayang untuk dilewatkan ditambah ayah sedang di rumah malam ini. “Anak ayah ini, kenapa seneng banget sama bintang sih?” Tanya

Rindu Istana Kecil

Oleh:
“Buk, ibuk..” lirih dibalik mimpi seorang gadis kecil di dalam tidurnya. Kelopak mata sayunya terbuka perlahan. Cahaya berkabut melingkupi pandangannya, seiring dengan sebutir air mata yang lolos dari pelupuknya.

Bunga Terakhir Untuk Kak Vani

Oleh:
“Ma… kenapa ya, kok dada Ifa sakit banget?” “Pa… kenapa kok aku harus minum obat ini?” “Kak… kenapa aku gak boleh ikut main skateboard?” Pertanyaan-pertanyaan itu yang dulu selalu

Mutiara Hati Yang Terlupakan

Oleh:
Bukan orang yang sepandai Albert Einsten. Bukan juga orang yang sekaya Presiden Obama di Amerika. Sederhana, tidak banyak tingkah, lugu, pendiam, itulah diriku. Tidak banyak teman yang kumiliki, ‘sendiri’

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *