Maafkan Kakak Dik

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 28 April 2018

Nesya adalah seorang anak perempuan ia anak bungsu yang sering disuruh suruh oleh kakaknya Nasya. Semenjak ayah dan ibunya meninggal mereka tinggal berdua dan Nesya selalu diperlakukan tidak baik oleh kakaknya, entah karena apa.

“Nesya aduh lemot banget sih mana bekal aku udah disiapin belum?” kata Nasya.
“iya kak” kata Nesya. Walaupun kakaknya sering memperlakukan ia seperti itu ia tetap sayang kepada kakaknya.
“Nesya jangan lupa kalau kakak sudah pulang masak makanan ya awas kalau enggak” kata Nasya.
“iya kak” kata Nesya. Nesya tidak pernah sekolah semenjak meninggalnya kedua orangtuanya, semenjak itu juga ia harus bekerja, berbeda dengan kakaknya yang masih sekolah sampai sekarang.

“Nesya kakak pulang, cepet taruh tas aku” kata Nasya.
“iya kak” kata Nesya.
“Dan jangan lupa buatkan aku makanan” kata Nasya sambil melotot.
“iya kak” kata Nesya.

“Nasya, ini rumah siapa sih jelek kumuh gak kayak rumah gua” kata salah satu temennya yang bernama Harley.
“oh ini rumah pembantu gua, biasa nyokap gua nitipin gua di sini” kata Nasya.
“EH itu anak pembantu lo?” kata Harley.
“Bukan dia pembantu gua” kata Nasya.
“oh” kata Harley. Nasya merasa sakit hati karena kakaknya nganggap dia sebagai pembantu ia pun lansung ke kamarnya dan menutupnya.

1 Bulan kemudian
“Nesya, beliin kakak makanan dong cepetan ya!” kata Nasya.
“Tapi kak kan…” kata Nasya.
“Sudah cepetan sana” kata Nesya.
“iya kak” kata Nasya.

Di Jalan
“Bu, pa, Nesya kangen sama ibu dan bapak Nesya disiksa mulu di sini Nesya mau kayak dulu lagi” gumam Nesya sambil berjalan. Tiba tiba ada mobil yang mengebut dan Nesya pun tertabrak mobil itu, saat itu pelakunya langsung melarikan diri.

Di rumahnya
Tok tok tok
“iya sabar” kata Nasya.
“Nasya, Nesya…” kata sahabatnya yang bernama Anissah.
“Nesya kenapa?” kata Nasya panik dia tidak mau sebatang kara yaitu berarti dia tak bisa sekolah lagi.
“Nesya Tertabrak dan dia masuk rumah sakit” kata Anissah sambil memegang tangan sahabatnya itu.
“Apa nama rumah sakitnya? aku mau ke sana” kata Nasya.
“Rumah sakit Yudarsedi” kata Anissah.
“Ayo ke sana Nisah” kata Nasya.

Di rumah Sakit
Nasya melihat Nesya teringat tentang sikap sikapnya ke Nesya.
“Maaf, apa anda salah satu keluarga korban?” kata dokter.
“ya dok aku kakaknya” kata Nasya.
“Dik, kamu bisa menjenguknya sekarang” kata Dokter itu.
“makasih dokter” kata Nasya.

Nasya masuk ke dalam dan melihat adiknya yang baru sadar.
“Dik, kakak minta maaf ya” kata Nasya.
“i…i..iy..a ka..kak” kata Nesya.
“Kak, aku sudah enggak kuat lagi” lanjutnya lagi dan menghembuskan nafas terakhirnya.
Nasya menangis karena ia tidak menghargai adiknya saat adiknya masih hidup saat itu juga ia menyesal.

Cerpen Karangan: Fathiya Putri
HI guys its me Follow ig aku ya @fputri_k
dan yt aku Ivy the gamers ty ya yang mau baca.

Cerpen Maafkan Kakak Dik merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gara-Gara Fanspage

Oleh:
Namaku Fazriah Andini Alfia biasa di panggil Alfi. Aku berumur 15 tahun. Waktu ulang tahunku yang kemarin, menurutku itu adalah hari ulang tahun ku yang paling membosankan dan menyebalkan.

Orangtuaku Rinduku Kekecewaanku

Oleh:
Kapan semuanya kan berakhir indah ketika aku mengetahui bahwa orangtuaku pun tidak pernah menginginkanku hadir. Setiap hari aku mendapati mereka membetakku, mencelaku, bahkan memukuliku. Mereka selalu menyesali kelahiranku. Namun,

Tak Seindah Anggapanku

Oleh:
“siapa juara pertama lomba lari tahun ini?” ucap salah seorang siswa. “ya pasti kelas kitalah… kan Aryan yang mewakili kelas kita”. “oh pantas saja itu. Dia kan sangat berbakat

Surat Terakhir

Oleh:
“Tak ada yang perlu ditangisi” Kata Gio sambil menghapus air mataku. Aku tak mungkin semudah itu bisa melepaskan kepergiannya begitu saja. Sosok yang sudah kucintai selama dua tahun itu

Kisah Si Penjual Kue

Oleh:
Pada suatu pagi jam 04.30, aku berjalan menyusuri jalan tanjakan yang tinggi, sambil berteriak, “Kue.. kue.. kue!” pelanggan pun datang walau yang datang 1 atau 3 orang saja, yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *