Malam Terakhir bersama Ayah dan Bunda

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 27 August 2019

Aku adalah Ainun, anak pertama sekaligus anak tunggal ayah dan Bunda, aku berasal dari keluarga yang sangat berkecukupan dan juga harmonis. Ayah dan bundaku tidak pernah bertengkar apalagi memarahiku, karena itulah aku sangat sayang kepada ayah dan bundaku. Dengan hal itu tidak membuatku sombong, kata bundaku sombong itu dibenci oleh Allah.

Disaat aku sedang berkumpul bersama Ayah dan Bunda di ruang keluarga, tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu rumahku. Aku disuruh ayah untuk membuka pintu, aku menuruti permintaanya. Lalu aku buka buka pintu rumahku, ternyata aku tidak mengenal mereka. Tiba-tiba mereka mengulurkan senjata tajam ke arahku lalu aku berteriak sampai-sampai ayah dan bundaku mendengar teriakanku mereka langsung keluar dan menuju ke ruang tamu untuk melihat apa yang terjadi. Tidak kusangka kedua orangtuaku dibunuh oleh mereka disaat ingin melihatku, ternyata mereka adalah perampok yang ingin merampok rumahku.

Hari itu, malam itu di ruang tamu kedua orangtuaku tewas dibunuh oleh sekumpulan perampok, beruntung saja aku tidak dibunuh karena sebelum ayah dan Bunda tewas mereka menyuruh aku pergi dan bersembunyi, untung saja para perampok itu tidak menemukanmu. Tetapi barang-barang di rumahku habis diambilnya, tetapi hal itu tidak membuatku sedih. Hal yang membuatku sedih adalah ketika tewasnya kedua orangtuaku, sedih sangat sedih tidak kusangka bahwa malam itu malam terakhir bersama Ayah dan Bunda.

Cerpen Karangan: Mirna Agung Safitri
Ig: @mirnasafitri0211
Sekolah = smpn 1 ngoro

Cerpen Malam Terakhir bersama Ayah dan Bunda merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ketika Si Anak Yatim Memiliki Ayah

Oleh:
Bel istirahat berbunyi. Setiap penghuni kelas pergi keluar untuk melakukan kegiatan mereka; membeli makanan, memakan bekal atau hanya sekedar berjalan-jalan keliling sekolah mencari angin segar. “ke WC yuk!” ajak

Prestasi Murni

Oleh:
Anna selalu belajar kala hari telah gelap. Tidak seperti Anni, kakaknya. Walaupun Anni kakaknya, mereka tetap satu kelas. Sebenarnya, Anna dan Anni berbeda waktu selisih tiga menit saja. Anna

Kebahagiaan Jessy

Oleh:
Siang ini, Jessy sedang membantu Ibunya membuat Cake di Toko Ibunya. “Klinting….” suara bel tanda pelanggan masuk. “Jessy.. Bantu Ibu melayani pelanggan!” teriak Ibu. “Baik Bu.” kata Jessy lesu.

Ulang Tahun Yang Paling Bahagia

Oleh:
Aku menutup bukuku setelah selesai ngerjain PR-PR sekolah buat besok. Aku teringat, besok tanggal 30 juni, hari dimana aku dilahirkan, hari ulang tahunku. “Kuk..kurru..yuukk….” kokokan ayam itu membangunkanku. Oh,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Malam Terakhir bersama Ayah dan Bunda”

  1. Fadilah Syakilla Hannifa says:

    Good! Cerpennya sangat keren! Isi ceritanya sangat menarik!

  2. Fadilah Syakilla Hannifa says:

    Ini cerpen baru dibikin hari ini, ya??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *