Mama Jangan Pergi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 10 February 2013

“Raka…raka…!” teriak mama yang memeanggil Raka. tapi Raka tidak memperdulikannya, ia malah asyik main PS.
“Raka, cepet mandi, setelah itu belajar!”
“enggak aahh mah males nanti dulu.”

Jam dinding pun menunjukan pukul 20.00, akhirnya Raka pun berhenti bermain PS, dan lekas mandi. Setelah mandi dia langsung tidur bukannya belajar, hal ini yang selalu membuat mama ngomel terus ke Raka.
Mama pun masuk ke kamar Raka.
“Raka kok malah tidur? bukannya besok kamu ada ulangan Matematika? tanya mama yang penuh perhatian kepada Raka, “enggak aah mah males, Raka ngantuk mau tidur aja.!” jawab Raka ketus.
“ya sudah mungkin kamu lelah, istirahat saja ya nak, besok kan sekolah” kata mama lemah lembut.
mama pun keluar dari kamar Raka dan segera masuk ke kamar nya.

Tiba tiba saat di kamar penyakit jantung mama kambuh, mama sudah mengida penyakit jantung selama 5 tahun yang lalu, tapi mama dan papa Raka tidak pernah memberi tahu Raka,karena takut Raka sedih, soalnya Raka anak satu satu nya.

Esok hari Raka pun pergi sekolah, dengan wajah ceria, padahal tadi malam dia tidak belajar untuk menghadapi ulangan nanti.
Kring… Kring… Kring… bell masuk sekolah.
Saat nya pelajaran Matematika, Pak Agus pun masuk.
“anak anak sekarang kita ulangan, siap tidak siap keluarkan alat tulis kalian”
“Aduh gimana nih, aku kan belum belajar tadi malam. aaahh bodo amatlah nanti tang ting tung aja, gampangkan” pikir Raka dalam hati.
selama ulangan berjalan Raka hanya menjawab asal asalan, setelah selesai, ulangan dikumpulkan. Pak Agus pun langsung mengoreksinya.
“Tedyuko Chan, kamu dapat 100, Nicholaus Fernando kamu dapat 9.8, Izumi Akasi Lee kamu dapat 9.6, Kohasi Atari kamu dapat 8.9, Keenan Willson kamu dapat 8.4, Raka Emmanuel………………. kamu dapat 3.2” seru Pak Agus panjang lebar.
“HAAAAAAAAAH, Aku dapat 3.2?” Raka pun terkejut.

Kring… Kring… Kring… bell pulang sekolah, anak anak SD Christian School International pun pulang, ada yang naik jemputan, dan ada pula yang di jemput orangtua nya. Raka yang biasanya di jemput papa nya, kali ini papa nya jemput agak lama.
“aduh papa mana sih? udah tau kan panas!” keluh Raka.
Tak lama kemudian mobil papa nya Raka pun datang.
“Raka ayo cepat masuk mobil!” pinta papa.
“iya pa” jawab Raka singkat.
Selama perjalanan papa hanya diam saja tidak seprti biasanya. Hal ini membuat Raka bingung.” papa kenapa ya? biasanya setelah aku pulang sekolah pasti papa nanya apakah ada PR (Pekerjaan Rumah) atau tidak.” Pikir Raka dalam hati.

Sesampai di rumah,hal ini membuat Raka bingung, kenapa ada bendera kuning di depan rumahnya, dan banyak sekali orang yang memakai baju hitam.
“Pa ada apa ini? kenapa pada pakai baju hitam? dan di depan rumah juga ada bendera kuning.?” Tanya Raka.
papa terdiam sejenak dan akhirnya menjelas kan semuanya. kalau mama nya telah pergi untuk selamanya. Raka pun langsung berlari dan menemui jasad mamanya.
“ma….. mama jangan pergi,jangan tinggalin Raka ma… Raka enggak mau sendiri, maafin Raka ma… atas semua salah Raka, Raka janji enggak akan ulangin lagi.. hiks…. hiks.. hiks… maaa…. mama…” begitulah tangis Raka.

Raka masih sangat kehilangan mamanya, dia pun berjanji akan rajin belajar unyuk mamanya senang di surga sana!
“ma, mama adalah perempuan paling istimewa dihati Raka, Raka janji akan belajar supanya mama senang disurga sana! I LOVE U Mom, aku akan selau merindukan mu, selamat jalan ma!” Tangis Raka yang tak henti henti.

Cerpen Karangan: Natalia Melati
Facebook: Natalia Melati Pangaribuan
aku anak pertama dari empat bersaudara.
aku kelas VII.
aku sekolah di SMP NEGERI 259 JAKARTA TIMUR.

Cerpen Mama Jangan Pergi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Intan Dan Peri Maya

Oleh:
“Kukutuk kau menjadi kucing” kutuk ibu peri kepada peri maya Peri maya dikutuk kerena kesalahannya yang tidak sengaja membunuh kucing kesayangan ibu peri. “Maafkan saya ibu peri saya tidak

Mutiara Kehidupan

Oleh:
Siang yang teramat cerah membuat Rendra tak henti mengusap keringat di dahinya, ia harus berjalan puluhan kilometer untuk menempuh langkah ke sekolah SD satu-satunya yang ada di wilayah tempat

Semangat Yang Tak Terkalahkan

Oleh:
Ini sebuah kisah tentang perjalanan seorang Insan menatapi jejak kehidupan, ia lahir ke Dunia dari keluarga tidak miskin kurang kaya tapi sederhana. Ayah berdagang ibu mengasuh dia di rumah,

Ayah, Aku Rindu Padamu (Part 2)

Oleh:
Entah mengapa kini aku telah berada di ruangan dingin dan terang, aku membuka mataku perlahan. Ini dimana? “Senja, kamu udah bangun?” ujar ibuku yang seketika berada di sampingku bersama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *