Mama Memang Kejam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 21 May 2018

Hay, namaku adinda taniadewi.. aku punya kembaran yang bernama aninda taniadewi, dia sangat baik denganku.. tapi mama lebih menyayangi dia, mama selalu memuji mujinya.. sedangkan aku tidak! aku seperti hantu di rumah itu.. dianggap tidak ada, mama memang galak!

“adinda!!!” mama menggubrak tempat tidurku dengan kasar “bangun cepat!! dasar pemalas!” ucap mama dengan meneriaki ku. “iya mah” ucapku sembari turun dari tempat tidur dan langsung ke kamar mandi, setelah mandi aku mendengar percakapan mama dengan Ninda “Ninda sayang! yuk bangun.. nanti telat lho!” ucap mama.. tapi aku tak mendengar jawaban dari Ninda, Tiba tiba.. “astaga!! kamu demam Ninda! ya udah.. kamu di sini aja ya, jangan sekolah” ucap mama, aku segera berlari ke kamarku dan berpakaian.

Aku sudah pulang sekolah.. aku langsung masuk rumah dan melihat.. ternyata mama dan papa belum pulang kerja pikirku, tapi setelah aku ke kamar Ninda, Ninda juga tak ada di kamarnya.. Aku langsung menelepon mama
“halo ma.. mama di mana, aku laper ma”
“ehh!! dinda!! kamu ini enak aja minta makan seenaknya!! adikmu Ninda masuk rumah sakit gara gara kamu!!!”
“astagfirullah! Ninda masuk rumah sakit? di mana ma? aku segera ke sana!”
“eh, jangan!!! kamu jangan ke sini.. malah kamu nambah keributan di sini!”
“tapi ma.. aku kan mau jenguk Ninda!”
“mama bilang apa? jangan ya jangan!”
“baik ma”

Aku menangis di kamar tersedu sedu, kenapa mama sekejam itu dengaanku? aku kan mau jenguk adikku Ninda.. tak terasa aku terlelap, aku teebangun dan melihat sudah pukul 17.30 “mama dan papa belum pulang, sebaiknya aku ke sana saja” ucapku.. sembari mandi dan pergi ke sana dengan gojek

Sesampainya di sana..
“permisi sus.. ruangan Aninda Taniadewi nomor berapa ya?” tanyaku kepada suster
“oh, adek Ninda.. ruangan Krisantium 33 dek” jawab suster itu sembari mengecek buku daftar pasien
“baiklah sus, terima kasih” jawabku lagi lalu pergi mencari kamar adikku.

“Nahh, ini dia kamarnya!” ucapku lalu ku berhenti di depan pintu dan berpikir, “kalau mama marah gimana?” raguku.. tanpa pikir panjang aku langsung masuk ke kamar itu dan aku melihat mama dan papa sedang menangis di samping kasur adikku. “mama papa? kalian kenapa?” tanyaku, kemudian mama menjawab dengan kasar “kamu ini!! kita lagi sedih! kamu malah nanya kenapa!!” ucap mama membentakku “adik kamu demam berdarah Dinda!” ucap papa “sudah? jelas?!!” tanya mama lagi, aku terkejut! kenapa ini bisa terjadi? kenapa bukan aku saja yang menderita ini? oh tuhan.. sembuhkan Ninda!!

Keesokkan harinya..
“yess!! hari yang kutunggu tunggu akhirnya datang juga” ucapku bersorak, hari ini hari minggu pas dihari ulang tahunku.. aku segera mandi dan segera ke rumah sakit untuk menjenguk adikku

“kak Dinda? yee kak dinda sudah datang!” ucap Ninda kegirangan.. “kak Dinda! hari ini kita ulang tahun kan?” tanya Ninda kegirangan.. “iya Ninda! kita ulang tahun” jawabku dengan senyuman.. “Nih untuk Ninda.. mama berikan kamu hadiah istimewa!” ucap mama sembari memberikan kado Yang lumayan besar, “waah.. makasih ma!” ucap Ninda lalu bangun dari tempat tidur rumah sakit dan segera duduk, “kak Dinda ma?” tanyanya Lagi.. aku menunduk, kenapa cuma Ninda yang dikasih sayang? yang diberi hadiah? kan aku juga ulang tahun! “uang mama tidak cukup untuk memberi kak Dinda hadiah! ini aja ya.. khusus untuk kamu!” ucap mama lalu mengelus kepala Ninda, Ninda segera membuka kado tersebut dan ternyata isinya adalah Kalung mutiara yang diidamkan Ninda dari dulu “wahhhh!!! makasih banyak maa!! Ninda sayang mama!!” ucap ninda lalu memeluk mama.. Aku hanya menunduk sedih, “hati hati sayang.. kamu masih sakit!” ucap mama lalu melepaskan pelukan Ninda.. “nihh.. kalo papa beri kamu ini aja ya!” ucap papa juga lalu menberikan hadiah Besaaarrr untuk Ninda! “besar banget pah! apa ya isinya?” ucapnya lalu menyobekkan kertas kado papanya itu.. ternyata isinya adalah Laptop Mahal yang Aku idamkan!! pahh!! aku pengen ituu!! “makasih banyak papa!! aku sayang papa!” ucap Ninda.. “kalo ini untuk kak Dinda” ucap papa lagi lalu menberikan Kado yang tidak sebesar kado Ninda.. “makasih banyak pa..” aku lalu memeluk papa, dan aku buka.. ternyata isinya gelang perak biasa! kenapa kadoku sedikit? Kalau Ninda banyak? Mama papa tidak adil!!!

SINGKAT CERITA.
Aku telah di rumah.. mama papa masih mengurus administrasi rumah sakit untuk adik, karena Ninda sudah mau pulang! aku duduk di tepi kasur kamarku, Aku menangis tersedu sedu!

Sungguh hari yang tidak menyenangkan! aku lalu keluar kamar dan pergi minum, lalu ku melihat kue adik yang di atas meja makan dan bertuliskan “Ninda” ternyata itu kue adik! aku ambil kue itu dan aku taruh kue itu di kamarku dan aku mengubah huruf N itu menjadi huruf D, kunyalakan Lilin dan aku bernyanyi

HAPPY BIRTDHAY FOR ME..
HAPPY BIRTHDAY FOR ME..
HAPPY BIRTHDAY, HAPPY BIRTHDAY..
HAPPY BIRTHDAY FOR ME..

Fiuhh… aku meniup lilin tersebut, aku kesepian!!

Aku berlari keluar rumah dan berlari ke jalan! hujan sudah membasahi tubuhku.. “MAMA JAHAT!!!” Aku teriak tak jelas sehingga orang orang melihatku.. aku tak peduli!! aku tetap teriak teriak tak jelas! sampai ku tak mendengar sebuah truk besar meng klaksonku, aku tak sadar dan…. BRUKKK!!! aku terlempar jauh dari tempat kejadian! darah bercucuran di mana mana.

Kenapa semua gelap? aku tidak bisa melihat apa apa.. tiba tiba! “kamu sudah mati!” ucap seseorang di belakangku, ternyata itu? itu Nenek!!! iya!! itu nenek!! aku segera memeluk nenek.. aku rindu Nenek! aku ingin sama Nenek, aku mau mati saja! biar bertemu dengan nenek.. tiba tiba nenekku membawaku ke cahaya yang terangnya luar biasa! yeeyy.. aku masuk surga!

Di sisi lain..
“mama.. Ninda udah sembuh!!” ucap Ninda lalu memeluk mama, dan segera masuk ke kamarnya.. “ma? pa? mana kak Dinda?” Ninda menanyaiku.. “sudahlah.. jangan menanya kakakmu lagi!” ucap mama dan papa.. lalu mama mendengar berita tv bahwa anak yang tidak diketahui identitasnya tertabrak sebuah truk besar di jl. paparan, lalu papa berkata “itu? itu? itu Dinda!! iya!! itu Dinda!!!” ucap papa berteriak lalu pergi keluar rumah.. mama berdiam diri di depan tivi teesebut dan langsung memasuki kamarku untuk menemui Ninda.

“Ninda!! kak Dinda meninggal!” ucap mama lalu membuka pintu kamarku dan melihat.
Ninda sedang menangis tersedu sedu karena melihat kue ulang tahunnya diganti dengan namaku “mama.. kenapa mama begitu kejam dengan kak dinda? sehingga mama tidak memberikan hadiah istemewa untuknya? mama lebih mementingkan aku daripaada kak Dinda! mama tidak punya hati! mama kejam!!” ucap Ninda lalu berlari ke luar dari rumah, mama mengejarnya “Ninda.. maafin mama, mama hukan bermaksud merendahkan kak Dinda.. entah kenapa hati mama merasa benci dengan kak Dinda, sebenarnya Mama tidak ingin membenci Kak dinda!” ucap mama menahan tangan Ninda, “udah ma!! aku mau menyusul papa!!” Ninda lalu melepaskan tangan mamanya.. dan pergi

Di pemakaman..
“maafin mama ya sayang.. mama menyesal sudah menbenci kamu dan mama tidak bisa menjadi mama yang baik buat kamu kamu mau hadiah? ini mama berikan mama hadiah istimewa untuk kamu.. yaitu kalung emas” mama lalu mengalungkan kalung utu di batu nisan ku. Selamat tinggal Ma…

TAMAT

Cerpen Karangan: Dira Ariella Neysa
Facebook: Dira Neysa
Makasih yang sudah baca 🙂 aku harap kalian suka dengan karangan cerita ini..
TERIMA KASIH..

Cerpen Mama Memang Kejam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pesan Dari Ibu

Oleh:
Embun dipagi buta, ibu membangunkan tiara dan tito untuk segera bergegas berangkat sekolah. Tiara dan tito sedang rapi-rapi untuk pergi ke sekolah sedangkan ibu mempersiapkan sarapan untuk tiara dan

Di Tebing Itu Aku Mengerti

Oleh:
Hmmm, burung-burung berkicau merdu. Pohon kelapa nyiur melambai. Angin sore berhembus lembut. Matahari tinggal tiga per empat saja. Yang seperempat sudah terlelap di peraduannya. Menambah syahdu suasana senja. Bunga

Story of My Life

Oleh:
Setiap pagi aku selalu senang ketika duduk di meja makan bersama mama dan papa. Memeluk boneka Teddy-Bear yang selalu kubawa ke mana pun aku pergi. Terkecuali saat aku sekolah.

Dijamu Makhluk Halus (Part 1)

Oleh:
Untuk perjalanan kembali ke tempat pekerjaan di Medan kali ini, kami memutuskan untuk menempuh jalur Lintas Timur Sumatera. Jalur yang belum pernah kami lewati. Selama ini kami selalu mengambil

Cinta Yang Singkat

Oleh:
Cinta mungkin bisa dikatakan ilusi tapi nyata dan berbentuk, yang berawal dari kenyamanan dan kelembutan. Hari pertamaku dipertemukan denganmu, hari pertamaku mengenalmu, mengenalmu dalam diam, mengenalmu dari kejauhan dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Mama Memang Kejam”

  1. Ghea Adinda says:

    Gila ! Keren banget nih cerpen. Udah 2 kali baca masih nangis juga. Keren

  2. Shifa lessena says:

    Sangat bagus sy jd menangis

  3. Angelica Tifanny says:

    Aku suka ceritanya. Hampir nangis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *