Mama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 8 July 2013

Hari ini, Sari sedang kesal dengan mamanya karena tidak dibelikan boneka Barbie.
“Kenapa, sih, mama gak mau membelikan aku barbie itu?! Padahal, kan uang mama cukup banyak untuk membeli barbie itu!” kata Sari kepada mamanya.
“Sari, kamu itu sudah banyak koleksi barbienya. Buat apalagi coba barbienya kalau kamu beli lagi! Lagian barbie kamu, kan masih bagus-bagus,” nasehat mama.
“Ah, mama…! Pokoknya, aku mau barbie itu! Kalau mama tidak membelikan barbie itu, aku gak mau makan seharian!” kata Sari. Mama Sari hanya tersenyum melihatnya. Mama Sari pun beranjak meninggalkan Sari.

Karena Sari masih marah dengan mamanya, Anak berusia 7 tahun penggemar novel itu pun membaca novel yang berjudul ‘Aku Sayang Mama’. Sari membaca novel itu dengan sangat serius dan saking seriusnya Sari sampai menitikkan air mata. Setelah membaca novel itu pun, Sari teringat ucapannya tadi kepada mamanya yang sangat sayang padanya.
“Mama.. Kenapa aku gak sopan sama mama.. Padahal mama udah baik sama aku..” kata Sari yang teringat pada mamanya.
Ceklek!
Terdengar suara pintu yang terbuka. Ternyata, itu mama Sari. Sari segera memeluk mamanya dan seketika mama Sari pun bingung kenapa Sari memeluknya.
“Ma, maafin Sari, ma..” tangis Sari yang berlutut di kaki mamanya.
“Sari, kamu kenapa? Kamu salah apa sama mama? Kenapa kamu nangis?” kata mama Sari yang masih bingung dengan perlakuan anak semata wayangnya itu.
“Ma, maafin Sari karena Sari udah minta yang aneh aneh sama mama. Sari juga udah ngomong kasar sama mama. Maafin sari, ma.. Sari janji gak akan kasar lagi sama mama.. Sari sayang mama..” kata Sari sambil menangis sejadi-jadinya.
“Dengarkan mama, nak.. Mama sudah memaafkan kamu sebelum kamu minta maaf. Karena kasih ibu kepada anaknya sepanjang masa,” kata mama Sari.
“Oh iya, ini mama mau memberikan barbie ini,” kata mama sambil menyodorkan sebuah kotak berisi boneka barbie yang cantik.
“Mama benar mau memberikanku ini?” tanya Sari.
“Sudah, ini buat kamu,” kata mama Sari.
“Terima kasih mama,” kata Sari.

Terima kasih mama.. Jasamu tak akan kulupakan selamanya..

Cerpen Karangan: Fitri Rohima Sumantri
Facebook: Ima Sumantri

Cerpen Mama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Teman Jadi Musuh

Oleh:
Hari ini, aku dan Dea pergi bersama ke sekolah. Mobil yang seharusnya dipakai papa ke kantor, terpaksa kupakai untuk pergi bersama Dea. Kami sudah bersahabat sejak kelas satu. Akhirnya

Si Asing

Oleh:
Hari ini tidak ada yang menarik sama saja seperti hari-hari yang lalu, selalu membosankan!! itu mulai dirasakan Acha panggilan akrabnya setelah 3 tahun yang lalu dirinya dibawa oleh ayahnya

Bella

Oleh:
Glaukoma. Kata itu yang memenuhi otakku sedari tadi. Aku sedang di perjalanan menuju rumah, dengan tatapan kosong mengarah ke jalanan. Aku sedang di dalam bis. Sendirian. Dengan perasaan takut,

Tiga Pohon di Padang Rumput

Oleh:
Orang-orang desa suka mencari rumput gajah untuk makan ternak di padang rumput sebelah sana, di pinggir perkampungan. Padang rumput yang luas, luas sekali… mereka tidak berani ambil rumput jauh-jauh

Malin Tambang

Oleh:
“Nak, ingek pasan Bundo, satinggi-tinggi tupai malompek pasti jatuah juo. Kok hujan batu di nagari awak, hujan ameh di nagari urang, nagari awak tetap nan utamo. Dek ulah tangan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *