Marisa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Slice Of Life
Lolos moderasi pada: 29 December 2018

Ini tidak biasa, mama menjemputku lebih awal dari biasanya. Bahkan aku tidak menyelesaikan pelajaran terakhirku.

“Terimakasih, ya, bu Yun.”

Mama menatapku haru. Wajahnya sayu dan tergambar raut ketakutan. Ia hanya menatapku sesekali dan matanya berkaca-kaca. Ia menggiring langkahku ke dalam mobil. Kali ini aku didudukkan di depan. Ia segera tancap gas mobilnya.

Aku tidak mengatakan apapun. Hanya sesekali memperhatikan wajahnya yang sedikit tegang. Bahkan sebilah senyum pun sama sekali tidak tergurat di sana. Apa yang sedang dipikirkan mama, ya?

“Marisa lapar?” tanya mama.
“Hai? Nggak, kan, baru aja aku makan bekal dari mama.”

Mama tidak bertanya lagi. Ia fokus pada jalan yang agak padat merayap. Kami tiba di sebuah rumah sakit besar ternama di Jakarta. Mama mengandung tanganku masuk ke loby dan kami mendatangi meja pendaftaran. Ada sebuah tulisan di sana, ‘Dr. Garin, sp. bedah’
Apa yang mau dibedah dalam tubuhku?

“Mba, mau daftar, ya. Sudah janjian.”

Mama sibuk bersama mba yang ada di meja pendaftaran. Aku pun sibuk melirik kata kiri memperhatikan rumah sakit ini. Aku belum pernah ke sini sebelumnya.

“Ma, kita mau apa?”
“Berobat.”
“Emang, Marisa sakit apa?”
Ibu menatapku, ia tak menjawab pertanyaanku. Ia menggigit bibirnya seraya ragu dan berpikir untuk membohongiku.

Tiba giliranku dipanggil. Aku dan mama masuk ke sebuah ruangan, spesialis bedah. Apa ada yang harus dibedah dalam tubuhku?

“Selamat siang.” Dr. Garin berdiri menyambut kami.
“Selamat siang, dok.”
“Ayo duduk. Marisa, ya?”
“Iya.”

“Dok, bagaimana? Hari ini?”
“Iya, mumpung belum serius dan semoga masih bisa kita tangani.”
Mama menatapku. Tetesan air matanya membasahi pipinya. Ia memelukku erat sekali. Seperti akan kehilangan diriku.

Cerpen Karangan: Gesit Yusmaningtias
Blog / Facebook: Gesit Yusmaningtias

Cerpen Marisa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tragedi Pringgadi

Oleh:
SEMUA mata membelalak memandang sosok tubuh yang sedang berlari-lari kecil menghampiri mereka. Jeans hitam membungkus kakinya yang bergerak gesit. Oblong putih bergambar Donal Bebek menyembul di antara jaket jeans

Hidupku Adalah Warnanya (Part 1)

Oleh:
Orang bilang aku aneh, ya memang Aku akui pendapat mereka, karena aku memang aneh, Aku memiliki dua bola mata yang berbeda warna, kiri coklat, sedangkan yang kanan hitam, itu

Dika Sayang Ayah!

Oleh:
“Sudah berapa kali aku katakan, bawa jauh-jauh anak cacat itu dari hadapanku,” Seorang lelaki berkata kasar pada seorang perempuan dan anak kecil yang menangis dalam pelukannya, Perempuan itu memeluk

Aku Ingin Ke Korea

Oleh:
Amuk gadis bernama Risma itu. Semua orang yang ada di meja makan melongo seketika. Memerlihatkan mulut mereka yang berisi penuh makanan. Bahkan sampai ada yang menggigit sendok. Suasana menjadi

Harusnya

Oleh:
~ Kau lebih dari sekedar bintang-bintang. Kau lebih dari sekedar sang rembulan ~ Suara Naga Lyla mengalun dari ponselku. Pertanda sebuah pesan baru masuk. Dengan cepat, jemariku meraih ponsel

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *