Melepas Kenangan Pedih

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 16 September 2017

Silih berganti, siang menjadi malam, begitupun dengan kisah pedihku. Setelah beberapa hari semenjak kepergian ayah dan ibu, aku selalu termenung. Air mata terus membasahi pipi bulatku, karena aku tidak bisa begitu saja merelakan kepergian mereka yang terasa begitu cepat bagiku. Untungnya tidak orangtuaku saja yang tinggal bersamaku, tetapi juga tante tiri yang menyanyangiku, tante Disa.

Namaku Mila Aryani, biasa dipanggil Mila. Sekarang aku tengah menginjak usia 11 tahun, orangtuaku meninggal tepat di hari bahagiaku yaitu hari ulang tahunku, yang jatuh pada tanggal 10 Februari silam. Setiap saat aku melamun, hanya kenangan hangat dari almahrum orangtuaku yang terlintas di otakku. Dan setiap saat bayangan itu terus menerus muncul dalam benakku, mungkin karena aku terlalu sayang pada mereka.

Guna menghilangkan kenangan pahit dari orangtuaku, malam itu aku berniat membakar beberapa foto mereka yang terpampang jelas di ruang tamu. Aku segera menyalakan korek api, dan ketika api telah menyala, tiba tiba tante Disa datang dan apa yang dia lakukan? dia merebut korek yang sedang tergenggam di jemariku. Tante disa bertanya apa maksudku? aku menjawab kalo aku ingin melupakan mereka dari pikiranku, jika tidak aku bisa gila. Tante Disa terus menguntai kata kata bijak yang keluar dari mulutnya guna menasehatiku akan apa yang kulakukan. Dia sempat mengutarakan ajakannya padaku untuk mengunjungi makam orangtuaku besok. Tak ada kata kata lagi yang bisa kuucapkan, mulutku bagai terbungkam ketika ajakan dari tante Disa menyayat hatiku karena rindu mereka, dan aku pun menyetujuinya.

Waktu mulai menyongsong fajar, hari itu sambutan embun berderai segar di tubuhku, ya karena perjalanan menuju makam terhalang oleh barisan ilalang. Dan mau tidak mau kami harus melewatinya untuk sampai ke makam. Sesampainya di sana air mata kembali keluar membasahi permukaan pipiku, karena sosok yang mirip orangtuaku, sedang berdiri tegak dan melemparkan senyuman padaku. Lantas aku berbalik melemparkan senyuman rindu pada mereka. Seketika sosok itu menghilang pergi dan kenangan tentang mereka kini sirna bagai terbawa kabut.

Selesai

Cerpen Karangan: Nanda Dwi Irawan
Facebook: Nanda Dwi Irawan

Cerpen Melepas Kenangan Pedih merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tianna Dan Peri Yang Dikutuk

Oleh:
Aku membuka lembar demi lembar album foto yang sudah lama sekali. Album itu berisi foto-foto diriku bersama kedua sahabatku dulu, tapi sekarang mereka berubah, mereka bukan sahabatku lagi. Bulir

Loe Itu Pelanginya

Oleh:
Malam sudah larut tapi Clarisa masih disibukkan dengan Cucian piringnya, Walaupun sebenarnya Pembantu di Keluarga Clarisa ada kurang lebih 10 orang tapi dia tetap aja kekeuh buat bisa nyuci

Akhir Hayatku

Oleh:
Diwaktu senggangnya, Annira gadis remaja berusia 17 tahun senang menyanyikan lagu-lagu KPOP, yaaa, Annira adalah seorang fangirl KPOP, dia adalah seorang yang berkepribadian introvert plegmatis, dia sangat slow, bahkan

Surat Usang Dari Samudra

Oleh:
Aku meletakan sebuah surat yang dibungkus dengan amplop coklat dan dihiasi pita pink di atas meja kerjaku. Amplopnya sudah usang warnanya. Tadi sepulang kerja, aku sengaja mengambilnya dari dalam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *