Memori Hujan Kenangan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Motivasi
Lolos moderasi pada: 23 January 2016

“Duh PR-nya susah banget siiih!” Rengekan Elva setelah beberapa menit mengerjakan PR fisikanya.
Seperti biasa Elva selalu mengerjakan PR-nya ketika sore hari, karena di saat-saat itulah kerja otaknya mengalami kinerja maksimum. Alasan lainnya, di kala jarum jam menunjukkan angka 7 sesi kedua, energi Elva menurun drastis, tanda ia harus mengisi kembali dengan berbaring sambil bermimpi. “The worst homework that I ever had.” Elva mengeluh kembali.

Elva membanting penanya ke buku catatannya, lalu menaruh kedua tangan di pipinya yang amat chubby tersebut. Di hadapannya terpampang sebuah jendela yang lumayan besar menghadap ke arah halaman belakang rumah. Tiba-tiba rintik-rintik air mulai berjatuhan dari langit, dengan keadaan langit yang sebenarnya tidak terlalu gelap, sangat aneh untuk hari itu untuk hujan. Pandangan Elva sepenuhnya tertarik pada rintik hujan tersebut, dan entah kenapa ia merasakan ketenangan yang amat mendalam, membawa ia berimajinasi juga bermain-main dengan pikirannya.

Mulai terangkai kata-kata yang menggambarkan perasaan Elva ketika melihat sebuah ayunan kecil, “Dulu … Aku sering banget mainin ayunan itu, dulu banget juga ayunan itu sebenernya belum ada .. Aku minta sama Ayah bikinin ayunan itu, merengek kayak anak kecil pada umumnya…” Cercah senyum mulai tampak pada wajah chubby Elva, “Sekarang ayunan itu gak lagi kepakai, terlalu kecil untuk badan aku yang sekarang ini. Punya sih niatan buat minta dibikinin lagi ayunan yang baru ke Ayah. Tapi ayah gak bisa, Ayah lagi istirahat dengan tenang, aku gak mau ganggu.” Secara tak sadar Elva meneteskan air mata, “Tapi jujur, Elva kangen sama Ayah. Kangen dengan semua manjaan Ayah. Kangen dengan pelukan Ayah yang hangat, terutama di saat kayak gini. Di saat hujan gini, dulu Ayah sering bikinin Elva pisang goreng keju yang enak banget.”

Elva mengusap air mata yang mengalir ke pipinya, “Hup! Elva tahu kok Yaah .. Elva kini udah beranjak dewasa, Elva harus mulai mandiri dengan semua ini, lihat .. Elva sekarang ngerjain PR sendiri, gak perlu lagi bantuan Ayah.. Elva hebat kan?” Hujan makin mengecil sampai akhirnya tidak terdengar lagi suara jatuhan air hujan ke atap rumah, cuaca kembali cerah seketika, bagai sebuah iklan dalam TV, hujan itu hanya sekilas.

Tiba-tiba Elva tersenyum dan tertawa sendiri, ada pelangi yang begitu jelas hadir di hadapannya, di belakang rumah dekat dengan ayunannya tersebut. Seolah merasa ada yang mendengar dan menjawab cerita hati Elva tadi. Pandangan Elva kembali pada PR-nya, masih ada beberapa soal yang belum terjawab, seperti ada sebuah bendera lambang semangat yang berkibar kencang di diri Elva, Elva mengambil pena-nya dan berteriak.

“OK Elva let’s finish this challange!!!”

Cerpen Karangan: Mochamad Syah Rizal
Facebook: http://facebook.com/rizal.zalle2
Cuman orang biasa kok 🙂

Cerpen Memori Hujan Kenangan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jiwa Pramuka Yudi

Oleh:
Siang itu yudi sedang duduk di halaman sekolah. Fikiranya gelisah dan terlihat tampak kacau, tangannya memegang Hp dan sering-sering ia lihat, seperti sedang menunggu sms masuk. Penasaran, aku menghampirinya.

My Family

Oleh:
Usia Ku udh hampir 18tahun, sekarang aku dUduk di bangku kuliah (MABA). Aku adalah anak pertama dari dua berSaudara. Aku memiliki adik Laki-laki usianYa 13 tahun dan dia duduk

Adakah Kedamaian Untukku?

Oleh:
Sudah berhari-hari aku dan ibu beserta kedua adikku berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Tapi gejolak peperangan itu belum juga usai, seakan gelombangnya mengukuti kemana langkah kami

Terima Kasihku

Oleh:
“Ayo Adi, bangun-bangun”, kata ibu. “Adi masih ngantuk Bu”, jawab Adi dengan nada malas. “Sekarang sudah pukul 7 Adi!”, kata ibu setengah marah. Sontak aku terkejut. Mataku yang masih

Romantic Love From SulTeng

Oleh:
Aku sedang berjalan di antara kerumunan siswa-siswa lain yang ingin mengetahui bahwa mereka lulus atau tidak. Tahun ini aku sudah akan lulus dari sekolah menengah pertama. Dan saat ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Memori Hujan Kenangan”

  1. hamidha says:

    Bagus aku suka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *