Memutar Waktu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 3 May 2016

Kisah seorang pelajar yang tidak pernah tahu apa arti sebuah kehidupan dalam keluarga yang rumit, namun tak selamanya dia bertindak seperti itu dia sadar dengan kerja keras seorang ibu untuk memenuhi dan melindunginya tanpa ayah. Bermula, pada pagi untuk anak terpelajar yang bersekolah di SMA swasta yang banyak anak orang kaya yang berkeliaran. Si pelajar ku namakan ia Teo. Seorang pelajar yang kehidupannya berputar terbalik dengan kawan-kawannya. Teo tak mau bersekolah di taraf yang rendah karena rasa minder yang amat membekukan hati dan perasaannya.

Berulang kali dia berbohong pada kawannya terhadap kehidupan yang ia jalani. Tak memikirkan sedikit pun saat itu, seorang ibu banting tulang berusaha menyekolahkan dia di tempat terbaik. Di sisi lain ia tak seperti yang ibu Teo harapkan. Teo.. Terkenal anak yang bandel, nakal, dan sangat hebat dalam membolos dengan sekelompotan kawannya. Pulang sekolah Teo tak pulang ke rumah, ia membuat suasana senang, hura-hura, menghabiskan uang untuk membeli barang yang sebenarnya tak perlu ia beli. Sore menjelang malam, ia pulang, ibu Teo menanyakan sesuatu hal yang diutarakan ibu-ibu lain di dunia.

“Nak sudah pulang kamu? Dari mana saja? Apa kamu baik-baik saja?” kata ibu Teo lembut terlontar.
“Ya sudahlah! Setelah dugem, aku senang aku baik, memangnya sepertimu!” kata kasar Teo ke luar tak beraturan tak pernah ada rasa sopan yang muncul.

Ibu yang berhati lembut hanya membalas senyuman yang manis walau hatinya bergejolak kecewa mendengar semua itu. Seusai bangun dari tidur, Teo mencari-cari ibunya itu yang tak kunjung datang saat ia panggil. Amarah Teo pun mulai melanda ibu yang saat itu sedang meladang bekerja menjadi buruh di tempat tetangganya itu tak mengetahui kalau Teo sedang mencarinya. Saat ibu kembali rumah yang tadinya bersih rapi sekarang menjadi sangat kotor, perabotan-perabotan yang terpajang rapi kini rusak berserakan seperti sampah karena amukan Teo. Ibunya marah besar padanya. Tak segan-segan Teo pun juga marah, dan mereka saling adu cekcok.

Teo juga serta merta mengungkit masa lalu tentang ayahnya, yang tak pernah kembali setelah entah sampai beberapa tahun lalu. Ibu diam. Beliau mengajak bicara baik-baik dengan Teo soal ayahnya yang meninggalkan dia. Dia tak percaya, setega itukah seorang ayah meninggalkan dirinya dan ibunya, selama ini ia kira yang telah melakukan itu adalah ibunya. Teo salah paham. Berlalu sudah… Mengungkit masa lalu yang kelam. Kini ia pun berubah menjadi seorang yang berguna yang dapat membanggakan ibunya.
Kesadaran Teo untuk mencari arti sebuah hidup yang berarti.

Cerpen Karangan: Ima Marliana Sukesi
Facebook: Sandhal Jephit
Ima seseorang yang senang bermimpi.

Cerpen Memutar Waktu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Liburan Yang Menyenangkan

Oleh:
Pagi itu adalah pagi yang sangat cerah karena kemarin-kemarin di pagi hari selalu mendung disertai hawa yang cukup dingin. Seusai sarapan aku menuju ke sekolah dengan mengenakan sepeda kesayanganku.

Kado Terakhir Ibuku

Oleh:
Namaku Aini, aku terlahir dalam keluarga miskin, aku adalah anak pertama Dari 3 saudara. Aku Sudah ditinggalkan Ayahku sejak aku berusia 2 tahun, tetapi aku tidak merasa kesepian karena

Jujur Tidak Ajur

Oleh:
Laki-laki itu kini berusia 17 tahun. Ia dilahirkan dari pasangan Kolman dan Fatimah. Ia hidup dalam kesederhanaan bersama 2 kakak kandung dan 1 kakak ipar. Ia adalah seorang siswa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *