Menemui Fajar

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 2 October 2017

Ia adalah gadis yang sangat baik, semua tahu jika ia juga tak sempurna tapi ia tetap bersyukur dengan hidupnya. Ia tahu, tak seperti orang lainnya yang dapat melihat indahnya dunia tapi ia yakin suatu saat ia akan dapat melihat indahnya dunia bahkan surga dunia. Ia terus berdoa agar suatu saat nanti ia akan tahu itu semua.

Lya itulah nama gadis itu. Ia seorang anak dan kakak yang baik dan juga sangat berbakti pada kedua orangtuanya. Lya terlahir sebagai anak orang yang tak berada tetapi meskipun begitu ayahnya sangat berjasa pada desa mereka. Keluarga Lya juga sangat dermawan meski mereka bukan keluarga yang berada tetapi mereka juga kerap membantu semampu mereka.

“Assalamu’alaikum.” Kata seorang anak perempuan kecil yang memasuki rumah.
“Wa’alaikumsalam.” Jawab Lya Dari dalam rumah. “Baru pulang, dek?”
“Iya, kak.” Jawab anak perempuan itu sambil mendekati Lya, kakaknya. “Kak besok kan ulang tahun kakak pasti kakak senang!”
Lya mulai terdiam sejenak, ia terlalu sedih untuk mengingat hari itu karena selama hidup ia merasa belum bisa berbuat banyak untuk membantu keluarganya. Kemudian ia mulai tersenyum San berkata, “Iya, dek. Kamu tahu-tahu saja dek hehehe.”
“Hehehe Ani gitu loh kak.”
“Ya udah, dek, ayo makan!” Ajak Lya.

Tangan kecil Ani menggandeng tangan Lya, Lya merasa menjadi beban untuk adiknya harusnya ia yang menggandeng tangan Ani bukan Ani yang menggandeng tangannya.

Hari telah berlalu, hari ini adalah hari ulang tahun Lya, ayah, ibu Dan Ani Sudah membuat acara syukuran kecil-kecilan untuk Lya, mereka berharap Lya dapat senang dengan kejutan ini. Benar saja, Lya sangat terharu dengan itu semua setelah sang adik, Ani memberitahunya. Tapi Lya mulai berubah mimik, ia terlihat sedih.

“Kenapa kau, anak?” Tanya ibu Lya.
“Tak apa, buk, aku hanya sedih menjadi Beban kalian semua.” Jawab Lya sambil sesekali mengusap air matanya.
Melihat kakaknya sedih Ani mulai menghampiri kakaknya Dan berkata, “Kakak tak pernah membebani kami semua, kakak juga membantu kami dalam susah.”
Lya mulai tersenyum.
“Sudah ya kak jangan menangis.” Ucap Ani sambil mengusap air mata kakaknya.

“Pak, buk, dek, Lya boleh mints sesuatu?” Tanya Lya.
“Tentu sayang, apa?” Ucap Ayah Lya.
“Bisa kah kalian mengajakku ke bukit di dekat rumah di saat fajar?”
“Tentu, memang ada apa sayang?” Tanya ibunya.
“Lya hanya ingin menjemput fajar.”

Cerpen Karangan: Putri Zian Niklatul Mila
Facebook: Zian Nyesel Gagal Fokus

Cerpen Menemui Fajar merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tenggelam Dan Terbang

Oleh:
Angin malam membawa suhu dingin hingga menusuk tulang. Deringan suara kriik.. kriik.. kriik, dan seruan burung yang terbangun di kala gelap semakin menambah sepi sebuah kampung yang berada di

Edelweis

Oleh:
Lagi-lagi aku harus meninggalkan pelajaran. Selalu, di setiap pagiku di sekolah, aku dilanda rasa khawatir dan cemas, sehingga membuat sahabatku Masya ikut cemas karenaku. Pagi ini jam 09:25, aku

My Hero

Oleh:
Angin pantai memeluk lembut tubuhku, memutar pasir, dan mengibarkan rambut yang kubiarakan bebas tergerai. Bisikan-bisikan lembut angin seakan menelisik jauh ke dalam diriku, mengucapkan salam rindu dari seseorang yang

Terimakasih Nenek

Oleh:
Selama liburan musim panas, aku menginap di rumah nenekku. Karena, nenek hanya tinggal sendiri di sana. “Fika, ini rotinya!” nenek memberikanku sebuah roti berselai cokelat. “Terimakasih nek!” kami pun

Kita Saling Sayang

Oleh:
“Bang difiiiin… keluarin nggak tikusnya!” teriak seorang gadis. Ia sekarang sedang terduduk lemas sembari memeluk kedua kakinya di pojokan kamar. Di dalam tasnya terdapat seekor tikus, salah satu hewan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *