Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Kado Terakhir Untuk Ibu

Pagi itu begitu syahdu seiring dengan dendang burung berkicau di atas pohon. Semua orang di kota pagi itu memang terlihat sangat antusias berlalu lalang sekedar menyapa atau berjalan-jalan dengan kendaraan mereka masing-masing....

Rindu Membawa Korban

Ayu menangis tanpa mengeluarkan suara, di tengah malam yang sunyi di atas ranjangnya. Dia sangat sedih karena Ayah dan Ibunya berpisah, semenjak umur 3,5 tahun Ayu tinggal bersama wanita setenggah baya, yaitu Neneknya, sekarang...

Pedagang Kecil

“Naik lagi?” tanyanya dengan nada tinggi penuh penasaran, juga kekesalan. “Yah, hampir segala bahan baku dimonopoli para cukong (tengkulak besar, pen). Permainan harga pada akhirnya dianggap wajar. Hukum rimba memainkan...

Bintang Bersinar Lagi

Gemerlap panggung dengan lampu warna-warni tertata megah. Ribuan penonton berteriak memanggil namaku sambil mengangkat poster bergambarkan wajahku. Dadaku bergejolak, nafasku tak beraturan, dan jantungku mengalun tanpa irama....

Anak Laki-laki Ibu

Bu, kutamsilkan sosok itu layaknya dunia. Dunia yang sama sekali tak ingin kau hadiahkan padaku namun mesti ada sebagai suatu akibat. Meski pernah kucoba bercermin diri—melihat adakah bayangku di permukaannya—semakin...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply