Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Hari Yang Sial

Tok… tok… tok… “Zalfaaa, ayo cepat banguuun. Sudah siang ini nanti terlambat lho,” teriak mama yang berusaha membangunkanku dari depan kamarku. “Iya, maaa tunggu 5 menit lagi,” kataku yang masih...

Sepenggal Lorosae

“Permisi!” Hampir serentak suara di teras depan rumah disertai ketukan di pintu. Pagi itu pandanganku beradu dengan dua orang setelah pintu terbuka. “Sonia!, om Alfredo!, selamat datang di Indonesia!” sambutku spontan,...

Penyair dan Musisi

Ga banyak yang bisa gua lakuin di sini….. Semua terasa ga berguna bagi gua, hmm apalagi gua, terasa sangat ga berguna buat semua. Hidup gua terasa sangat hampa, “monoton” kalo kata temen gue bilang. Well, malem...

Antara Duka dan Takdir

Pagi pun tiba, burung berdecit ramai menghiasi istana langit. Embun masih menempel di dedaunan yang amat segar. Jendela di kamarku berjerit seakan membangunkanku. Orang-orang mulai berlalu lalang. Ramainya suasana di pagi...

Diary Mama

“Pokoknya Naila tidak mau punya mama seorang pembantu.” Kataku tegas. “Tapi nak, mau dari mana kita dapat makan?” Kata mama memelas. “Coba kalau papa tidak meninggal, pasti tidak usah seperti...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply