Merindukanmu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 13 September 2017

Sinar mentari menyinari kamarku. Melalui jendela kamar yang terbuka. Wangi bunga-bunga di halaman yang diselimuti oleh embun pagi, memenuhi kamar mungilku yang juga berhias bunga. Pagi ini begitu cerah. Tapi tidak begitu dengan hatiku. Tidak bisa kudefinisikan apa perasaaanku saat ini.

Sebuah foto berukuran postcard kugenggam erat-erat. Foto seorang pria memakai baju batik berwarna coklat lembut. Ia tampak tersenyum sambil memegang sebuah piagam yang bertuliskan “Guru terbaik se-Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau”. Ia begitu gagah. Sudah puluhan kali aku memandangi foto itu, tapi tak pernah merasa puas.

Aku merindukannya. Sudah hampir dua tahun sejak ia pergi meninggalkanku. Ingin rasanya aku bertanya, kenapa ia meninggalkanku? Tanpa sebuah pesan. Membawa seluruh kenanganku bersamanya. Kenapa ia pergi meninggalkanku? Disaat aku menyayanginya? Di saat aku membutuhkannya?

Aku hanya bisa diam, di kamar ini. Aku tak bisa marah dengannya. Aku juga tak bisa menyalahkan kepergiannya. Air mataku mengalir. kugenggam erat foto itu di dadaku. Aku masih ingin memeluknya. Menggenggam tangannya seperti dulu. Bersepeda bersama di sore hari. Membuatkan makanan favoritnya.

“Hari ini, aku akan pergi dengan pria lain. Pria yang benar-benar menyayangiku. Bukan berarti aku sudah lupa padamu. Tapi sudah saatnya aku pergi dengan pria itu. Maaf tidak memberitahumu sebelumnya.” Ucapku dalam hati.

Klerk! Seseorang membuka pintu kamarku.
“Kau masih di sini, Sayang? Mereka sudah datang. Semua orang menunggumu.” Kata seorang wanita yang baru saja masuk ke kamarku.
Aku mengusap wajahku yang basah oleh air mata.
“Kenapa kau menangis? Apa kau merindukan ayahmu?” Katanya lagi. Ia melirik foto yang sedang kupeluk. Tangannya mengusap sisa-sisa air mata di wajahku.
“Ibu…” ucapku pelan.
“Sini. Peluk ibu.” Katanya
“Ayahmu pasti bahagia. Karena mulai hari ini ada orang yang akan menjagamu, menggantikannya.” Ibu memelukku dengan hangat. Kenapa aku bisa lupa? Masih ada dua orang lagi yang menyayangiku. Ibuku. Dan adikku, yang saat ini berdiri di depan pintu.

Hari ini hari pernikahanku. Ayahku yang seharusnya menjadi wali, telah pergi mendahului kami semua, karena sakit jantung yang dideritanya. Akulah yang tidak ada di sisinya saat ia pergi. Tapi aku tidak bisa menyesalinya, semua sudah kehendakNya.

“Ayah. Maafkan aku. Aku selalu menyayangimu. Saat ini hanya do’a yang bisa kuberikan padamu. Izinkan aku pergi bersamanya. Pria yang kusayangi” Ucapku dalam hati.

Cerpen Karangan: Anthika
Facebook: Anthika Alfarobi
Anthika. Alumni MIPA Fisika Univ. Riau. Hobi membaca dan baru belajar menulis.

Cerpen Merindukanmu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


One Special Love For Mom

Oleh:
“Fel.. gue boleh nanya sesuatu nggak sama lo?” tanya Bram di tengah langkah mereka saat mereka telah melakukan rutinitas seperti biasanya. Yaitu, latihan band bersama. “Tanya aja pake izin.

Kutukan Ibu Ibu Datang Bulan

Oleh:
Hari ini, seperti biasa aku bersekolah. Namun berbeda dengan hari-hari sebelumnya, hari ini sangat istimewa. Yap, hari ini aku, teman-teman, dan beberapa guru akan mengadakan karya wisata. Acara ini

Pagi Dini

Oleh:
Separti biasa ibu selalu bangun pagi dan kemudian memasak air di dapur, kemudian menanak nasi, setelah agak lama menanak nasi akhirnya datang lah tukang sayur yang biasa lewat di

Kehidupan Reni

Oleh:
Allahhu Akbar Allahhu Akbar Suara Adzan sudah terdengar dari kamar Reni, langsung saja reni bergegas mengambil air Wudhu di belakang rumahnya, setelah itu ia melaksanakan Sholat berjamaah bersama kedua

Bunga Yang Aneh

Oleh:
Pagi itu embun masih terlihat di mataku. Embun itu membasahi setiap dedaunan yang berada di depan rumahku. Mataku terpancar saat aku melihat indahnya bunga mawar yang sedang mekar itu.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *