Mimpi Buruk Si Pembangkang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 21 February 2017

Seperti biasa, liburan kali ini aku habiskan dengan menonton film. Genre yang aku suka itu horror atau thriller. Karena kebanyakan film dari kedua genre tersebut memuat cerita yang nggak ngebosenin dan bikin tegang, juga jalan cerita yang kadang susah ditebak.

Sore itu aku sedang menonton horror series Thailand berjudul Th13rteen Terrors, tiba-tiba ibuku datang.
“Dek. Jangan nonton film terus, dari pagi sampe sore di depan laptop mulu.”
“Gak papa kali bu, sekarang kan masih libur”
“Gak papa gimana, kerjaan rumah itu banyak, bantuin ibu kek sesekali. Jangan buang waktu terus.”
“Ibu gak ngerti banget aku sih, aku tuh sekarang lagi libur. Pengen santai sebentar karena terbebas dari tugas-tugas sekolah. Ini malah disuruh bantu bantu!”
“Ya udah, kalo gak mau ya jangan marah. Ibu cuma mau kamu jadi anak yang mandiri.”

Seminggu kemudian, liburan sekolah usai. Aku langsung menemui temanku, Zul. Dia adalah temanku yang paling update kalau soal film, apalagi film horror.
“Hai Zul! Ada film baru gak yang seru?”
“Ada dong, film Lights Out garapan sutradara James Wan. Tau gak?”
“Oh kalo filmnya aku baru denger sih, tapi kenal banget sama James Wan, dia kan sutradara film horror favorit aku hehe.”
“Lights Out itu seru banget loh, deg-degannya anjir kerasa banget! Coba deh liat dulu trailernya di Youtube”
“Oke deh, makasih yah infonya hehe..”
“Sip, sama-sama”

Malamnya aku mengerjakan tugas, lalu ibuku datang.
“Dek, cepet tidur. Rajin banget nugasnya”
“Iya bu, bentar lagi. Ibu duluan aja tidurnya.”
“Ya udah, jangan malem-malem tidurnya apalagi kalo nonton dulu.”
“Iya bu, bawel banget sih”

Setelah mengerjakan tugas, aku pun menyempatkan untuk membuka laptop lalu mencari trailer film Lights Out di Youtube, dan ternyata benar kata Zul film ini deg-degannya kerasa banget walaupun masih dalam bentuk trailer.

Kemudian aku pergi ke toilet untuk menggosok gigi. Tiba-tiba lampu toilet berkedip-kedip dan akhirnya mati. Aku pun jadi teringat dengan adegan dalam film Lights Out, seketika bulu kudukku terangkat. Cepat cepat aku coba menyalakan lampu toilet, setelah menyala tiba-tiba lampu toilet berkedip-kedip lagi dan akhirnya mati, aku pun berlari ke luar toilet dan menyalakan senter pada smartphoneku lalu sekilas aku melihat bayangan sesosok manusia tinggi besar yang semakin mendekat ke arahku, aku tak bisa melihatnya dengan jelas karena senter smartphone yang hanya menghasilkan cahaya remang-remang.

Tiba-tiba sosok itu menghampiriku dengan cepat dan berada tepat di depanku. Sekarang aku bisa melihat dia memiliki mata putih, gigi tajam dan rambut yang panjang juga kepala bersimbah darah. Aku pun berteriak sekeras mungkin tapi suaraku tercekat tidak bisa bersuara. Lalu tiba-tiba aku merasa diguncang-guncang,
“Dek bangun dek! Kamu kenapa?”
“Ahhhhh, ibu aku takut” memeluk erat ibu
“Pasti kamu ketiduran dan mimpi buruk nih, laptopnya juga masih menyala tuh.”

Aku pun melihat ke arah laptop dan melihat sosok yang tadi dilihat olehku.
“Ah jangan, tolong matikan bu laptopnya.”
“Haha tak biasanya kamu takut dengan film horror begini. Makanya omongan ibu itu dengarkan! Jangan hanya bilang iya saja.”
“Iya bu iya, sekarang aku mengerti, aku berjanji akan menurut pada ibu sekarang.”

Setelah kejadian itu, aku pun mengurangi porsi menonton film setiap liburan. Apalagi film horror.

TAMAT

Cerpen Karangan: Tegar Yashier Rabbani
Facebook: Tegar Yashier Rabbani

Cerpen Mimpi Buruk Si Pembangkang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ponakan Luar Biasa

Oleh:
“Selamat pagi dunia”, hari ini hari minggu itu berarti Hari ini aku bebas, hari ini aku bakal belajar masak, shopping, jalan-jalan, nyalon dan lain-lain, intinya hari ini aku bakal

Di Balik Doa

Oleh:
Hari ini mulai ku tulis sebuah alur hidupku yang banyak melibatkan air mata. Tentang pahitnya menghadapi kenyataan yang sebenarnya harus selalu aku lewati, Memohon agar dapat diberikan umur yang

30 Agustusku

Oleh:
“tut.. tut…” ponselku berdering tepat pukul 00:00 WIB. ternyata batrenya habis. astaghfirulloh. ternyata aku ketiduran malam ini. bagaimana bisa? aku langsung berlari menuju tempat chargerku kemudian mengaktifkan kembali ponselku.

Adakah Waktu Untuk Ibumu

Oleh:
‘Ketika waktu memisahkan kita, jarak dekat ku inginkan bersamamu. Walau kau tak menginginkan waktuku bersamamu, karena kesibukanmu yang tak terhitung. Ketika aku mencari perhatianku kepadamu, kau tak menginginkan rasa

Lagu Terakhir Untuk Bunda (Part 1)

Oleh:
Namaku Tya, Ayahku meninggal ketika aku berumur 11 tahun, tepatnya 4 tahun yang lalu. Kini aku tinggal bersama Ibu yang sangat menyayangiku dan Kakakku yang selalu mendukungku. Nama Kakakku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *